Brilio.net - Nggak cuma gosip yang gampang beredar, tapi juga mitos soal apa saja yang dekat dengan hidup kita. Bahkan tak sedikit yang menyakini seperti soal minum secangkir kopi bisa bikin kecanduan sampai bikin susah tidur.

Terus, bener apa nggak ya? Nah, beberapa mitos menyesatkan tentang kopi ini mungkin pernah kamu dengar, seperti yang dilansir brilio.net dari berbagai sumber, Rabu (8/4):

1. Kopi bikin kecanduan

Bisa dikatakan benar, dan juga bisa dikatakan salah, tergantung bagaimana mengartikan kecanduan tersebut. Seperti yang kita ketahui bahwa di dalam kopi terdapat kandungan kafein yang merangsang sistem saraf.

Kafein tidak menyebabkan adiksi. Bahkan kalau kamu mau meminum kopi dua hingga empat gelas nggak akan bikin kamu kecanduan layaknya alkohol atau obat-obatan terlarang.

Loading...

Para ahli sepakat bahwa konsumsi kopi secara rutin berhubungan dengan ketergantungan, namun diyakini nggak sama seperti ketergantungan alkohol dan obat-obatan terlarang.

2. Kopi sebabkan insomnia

Beberapa orang sering mengatakan bahwa jika kamu sudah meminum kopi, maka kamu pun akan sulit untuk tidur di malam hari. Stimulasi energi yang dipicu kafein dalam kopi dianggap sebagai faktor yang memicu insomnia.

Hal tersebut bisa dikatakan salah, karena setelah meminum kopi di pagi atau siang hari, kafein langsung diproduksi dalam hati dan kemudian dibuang dari tubuh hanya dalam waktu 4-5 jam.

Jadi, kafein hanya bertahan sebentar dalam tubuh. Nggak masalah kamu mau mengonsumsi kopi sebanyak 2-3 gelas sehari, kamu nggak akan menderita insomnia. Tapi akan lebih baik jika kamu menghindari kopi 6 jam sebelum waktunya kamu tidur di malam hari.

3. Kanker terjadi karena kopi

Mitos yang banyak beredar di masyarakat menyebutkan bahwa minum kopi secara reguler bisa menyebabkan kanker. Dari situ, banyak penelitian dilakukan untuk menemukan korelasi antara kopi dan kanker, dan hasilnya? Nothing.

Beberapa penelitian menemukan bahwa mereka yang minum kopi secara teratur punya risiko rendah terkena kanker karena kopi mengandung antioksidan yang bisa membantu melawan kanker.

Nggak cuma itu, para ahli juga meneliti bahwa kopi bisa menurunkan risiko kanker usus, diabetes tipe-2, Alzheimer dan Parkinson. Empat cangkir kopi sehari, dalam penelitian lain, cukup untuk mengurangi risiko seseorang terkena melanoma, kanker kulit yang sangat berbahaya.

Nah, udah ada penelitian kan kalau kanker nggak bisa bikin sakit kanker tapi cuma bisa bikin kanker (kantong kering). Ups!

4. Kopi bikin dehidrasi

Beberapa pihak menuding bahwa kandungan kafein dalam kopi dapat memicu terjadinya dehidrasi. Faktanya, kafein maupun theine (senyawa yang terdapat dalam teh) memang memiliki efek diuretik. Atau, untuk mudahnya, senyawa-senyawa tersebut bekerja untuk merangsang pengeluaran urin.

"Tapi, itu biasanya cuma berlaku buat kamu yang baru 'berkenalan' dengannya," kata dr Michael, seperti yang dilansir dari laman Mens Health.

Saat baru mengenal senyawa-senyawa tersebut, kamu menjadi lebih sering buang air kecil. Dan, jika tak diimbangi dengan jumlah cairan yang masuk, kamu memang berisiko mengalami dehidrasi.

Sedangkan bagi mereka yang sudah terbiasa atau pernah mengonsumsi kafein, tak berlaku efek yang sama. Sebab tubuh kamu memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri sehingga tak akan terjadi efek diuretik. Bahkan dalam beberapa situasi kopi, juga dapat menjadi sumber cairan bagi tubuh kamu.

5. Kopi memicu stres

Hal ini tentu saja tidak benar. Malah, kopi merupakan stimulan alami yang bisa membuat tubuh lebih berenergi. Mitos ini muncul karena kopi menahan produksi adenosine, yang bertanggung jawab mereduksi stres.

Akan tetapi segala sesuatu yang berlebihan memang nggak baik, artinya kalau kamu kebanyakan minum kopi saat stres, efek sampingnya sama seperti ganja, yakni membuat orang mampu mendengar suara-suara yang sebenarnya tidak ada.

Kemampuan mendengar suara-suara khayalan atau halusinasi dipicu oleh efek samping kafein yang bersifat psikoaktif. Artinya dalam kondisi stres, kandungan kafein yang terlalu tinggi di dalam kopi bisa mempengaruhi fungsi otak dan sistem saraf.

Dalam sebuah penelitian di La Trobe University of Melbourne, seorang relawan yang sedang stres mengaku mendengar lagu White Christmas yang dibawakan oleh Bing Crosby setelah minum 5 cangkir kopi kental. Padahal yang diputar saat itu hanya suara mendesis yang konstan.

6. Kopi nggak punya manfaat kesehatan

Kalau kamu percaya mitos ini, kamu salah. Karena memang faktanya kopi punya banyak manfaat. Apa saja? Nih, kopi diketahui bisa memperlambat penuaan dan membuat penampilan lebih muda. Konsumsi kopi secara reguler bisa membantu meningkatkan level konsentrasi dan membuat kerja otak lebih efisien.

Kopi mengandung antioksidan yang bisa meningkatkan kesehatan jantung. Studi besar-besaran dengan lebih dari 25 ribu peminum kopi di Korea Selatan juga menunjukkan bahwa konsumsi moderat harian yaitu antara tiga sampai lima cangkir sehari dikaitkan dengan penurunan risiko kalsium arteri koroner (CAC).

Bahkan kopi juga diklaim dapat mengurangi risiko sakit kepala, membantu mengatasi depresi pada kaum hawa. Bahkan menurut penelitian di Harvard University, dengan mengonsumsi kopi bisa menurunkan angka kematian sekitar 50% yang dikarenakan kematian tidak wajar (bunuh diri).

Studi terbaru lain melihat kaitan antara konsumsi kopi dengan multiple sclerosis (MS). Dalam studi ini ditemukan, asupan kopi tinggi, yaitu antara empat hingga enam cangkir sehari, mengurangi risiko terkena MS.

Namun bagaimanapun, masih banyak orang yang menilai benar jika kopi merupakan salah satu minuman yang bisa membuat kita kecanduan, dan menariknya ada juga beberapa orang juga mengatakan bahwa kopi tidak akan membuat kita kecanduan jika kita tahu bagaimana cara dan mengetahui aturan meminum kopi tersebut.

Semuanya kembali pada kamu sendiri, yang meyakini apa yang menurutmu benar dan tentu saja baik untuk kesehatanmu.

Jadi, sudahkah kamu ngopi hari ini? Kesehatanmu lho.