Brilio.net - Padamnya listrik di Jakarta dan sekitarnya pada Minggu (4/8) mengganggu aktivitas masyarakat. Lebih dari sembilan jam, suasana gelap gulita menyelimuti berbagai daerah di Jakarta hingga membuat sejumlah aktivitas lumpuh.

Di balik kejadian ini, sejumlah kisah dan peristiwa tragis harus menimpa masyarakat sebagai imbasnya. Sebab, tak ada pasokan listrik membuat mereka sulit beraktivitas seperti biasanya.

Dilansir brilio.net dari merdeka.com, Senin (5/8), berikut 4 kisah tragis saat peristiwa listrik padam di Jabodetabek.

1. Dua toko terbakar karena lilin.

Lilin yang dinyalakan karena listrik padam ternyata malah menjadi penyebab kebakaran di dua toko di Cipondoh, Kota Tangerang, Minggu (4/8) malam. Salah seorang pemilik toko dikabarkan meninggal dunia dan satu orang mengalami luka bakar.

Loading...

Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Dicky Ario Yustisianto mengungkapkan bahwa kebakaran yang terjadi di Jalan H. Mansyur, Kampung Gondrong, Cipondoh tersebut, terjadi sekitar pukul 19.30 WIB.

Diterangkan dia, tempat usaha penjualan sembako, bensin dan gas itu, kemudian menyalakan lilin untuk penerangan usaha mereka. Dari tempat kejadian, Polisi menyita sejumlah alat bukti berupa lima tabung gas dan pecahan botol bekas penyimpanan bensin.

2. Penumpang MRT terjebak di bawah tanah.

Padamnya listrik berimbas pada transportasi yang menggunakan aliran listrik, termasuk Mass Rapid Transit (MRT). Semua penumpang MRT yang tengah dalam kereta pun terjebak di bawah tanah ketika listrik padam.

Penumpang yang terjebak itu akhirnya dievakuasi ke stasiun terdekat. Mereka dievakuasi melalui Pintu Platform Screen Door (PSD) dibuka secara manual untuk proses evakuasi. Pintu tersebut terletak di depan kereta MRT.

Usai dievakuasi, penumpang berjalan menyusuri rel di bawah tanah. Corporate Secretary PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, Muhamad Kamaluddin membeberkan, ada empat rangkaian kereta yang terhenti akibat listrik padam. Salah satunya yakni lintasan Bendungan Hilir-Istora.

"Istora-Bendungan Hilir, Lebak Bulus-Fatmawati dan Fatmawati-Lebak Bulus," kata Kamaluddin.

3. Penumpang KRL menginap di stasiun.

Selain MRT, transportasi yang mengalami imbas listrik padam ialah KRL. Akibatnya, semua rute tak dapat beroperasi.

Tak sedikit penumpang yang memilih untuk tetap di stasiun menunggu listrik dapat menyala kembali. Bahkan, ada pula yang memilih menginap di stasiun. Seperti halnya Abdan Habib Zamzani, ia memilih menginap di Stasiun Bekasi.

Ia mengaku telah menunggu KRL untuk mengantarkannya pulang ke Depok sejak pukul 11.00 WIB. Namun sampai saat ini, KRL menuju Stasiun Bekasi belum bisa beroperasi.

"Saya tadinya main ke temen. Mau pulang ke Depok jam 11-an tadi. Tapi malah KRL mati," ucap Abdan.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Erna. Ibu dua anak ini mengaku hendak pulang ke Bojonggede, Bogor. Sejak pukul 16.00 WIB hari Minggu ia berharap KRL akan beroperasi. Tapi harapannya kandas karena KRL tak juga beroperasi karena masih mati lampu. Ia terpaksa tidur di pelataran Stasiun Bekasi.

"Iya di sini dari jam 4 sore. Akan nunggu sampai nanti pagi jam 4. Anak saya kemungkinan bolos sekolah besok," ucapnya.

Erna dan Abdan bersama beberapa orang lainnya terpaksa bermalam di stasiun dikarenakan KRL yang seharusnya mengantarkan mereka tidak beroperasi. Hingga pukul 02.00 WIB, KRL Cikarang-Bekasi belum dioperasikan. KRL dari Stasiun Manggarai hanya beroperasi hingga Stasiun Cakung. Dari sana para penumpang diminta menggunakan moda transportasi lain untuk ke Bekasi maupun Cikarang.

4. Ratusan orang mengungsi akibat kebakaran.

Puluhan rumah kontrakan di Menteng Atas Selatan III, Jakarta Selatan, ludes terbakar pada Minggu (4/8) malam. Kebakaran tersebut juga diduga berkaitan dengan pemadaman listrik di wilayah Jakarta.

Kepala Seksi Operasi Pemadam Kebakaran Jakarta Selatan Sugeng mengatakan, penyebab kebakaran dari lilin yang dinyalakan oleh satu penghuni rumah saat mati lampu."Penyebabnya akibat Lilin," kata Sugeng.

Sebanyak 450 warga harus mengungsi ke RPTRA Kebon Sawo, Kelurahan Menteng Atas. Satu orang dilaporkan tewas dalam peristiwa itu.

"Meninggal dunia 1 nama belum diketahui. Yang mengalami luka-luka bernama M Iqbal Anggota PPSU mengalami parah kaki," ujarnya.