Brilio.net - Pandemi Covid-19 tak hanya berdampak pada segi kesehatan semata. Namun mengubah berbagai sendi kehidupan masyarakat, termasuk dalam urusan pernikahan. Tidak sedikit pasangan pengantin yang harus mengubah rencana mereka. Sebaliknya, banyak juga yang berpikir the show must go on.

Artinya, mereka tetap melangsungkan pernikahan sesuai rencana yang telah ditentukan sebelumnya. Tentu saja, tata cara pelaksanaan resepsi pernikahan di masa kenormalan baru harus menerapkan protokol kesehatan dan mendapat izin dari pihak berwenang. Berikut beberapa fakta unik pernikahan di tengah pandemi.

1. Menerapkan protokol kesehatan

Pernikahan di Tengah Pandemi © 2020 brilio.netCourtesy of Winnie Couture/insideweddings.com

Protokol kesehatan menjadi hal utama dalam pelaksanaan acara pernikahan. Sebelum masuk ke venue pernikahan, semua tamu harus melewati proses pengecekan suhu tubuh, menggunakan masker, mencuci tangan, dan memakai hand sanitizer.

Loading...

Setelah itu, pengisian buku tamu dapat dilakukan dengan manual atau digital dan memakai hand sanitizer kembali jika mengisi yang manual. Tak kalah penting, tamu tidak diperbolehkan menyumbang lagu selama acara pernikahan.

2. Tidak ada kontak fisik dengan mempelai dan orangtua

Pernikahan di Tengah Pandemi © 2020 brilio.netmarketwatch.com

Seluruh tamu undangan dan pengantin harus menjaga jarak aman dengan tidak bersalaman langsung dengan mempelai maupun orang tua mempelai, sebagai gantinya tamu memberi salam hormat secara simbolis. Hand sanitizer harus disediakan di berbagai lokasi, seperti di meja hidangan, pintu masuk, dan beberapa tempat strategis lainnya.

3. Tetap menjaga physical distancing

Pernikahan di Tengah Pandemi © 2020 brilio.netphillymag.com/Adam Hribar

Kursi tamu, antrean makanan, dan antrean pelaminan diatur jaraknya agar tidak berdekatan. Selama acara pernikahan tersebut berlangsung diharapkan jumlah kehadiran tamu dibatasi tidak lebih dari 50 persen kapasitas ruangan. Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan tidak dilangsungkan dengan waktu terlalu lama.

4. Adanya virtual wedding

Pernikahan di Tengah Pandemi © 2020 brilio.netbrideandbreakfast.ph

Jumlah tamu undangan yang dibatasi menjadikan beberapa wedding organizer atau pelaksana acara mencari ide mengenai bagaimana cara agar tamu undangan bisa tetap hadir. Virtual wedding memungkinkan sang mempelai pria dan wanita bertemu dengan kerabat dan teman-teman yang berhalangan untuk hadir ke lokasi. Virtual wedding dilakukan melalui media meeting online seperti Zoom atau GoogleMeet, yang memungkinkan para tamu mengucapkan selamat dan memberikan doa untuk mempelai pria dan wanita.

Tren pernikahan di kala pandemi harus menyesuaikan dengan keadaan dan berpihak pada pasangan-pasangan yang selama ini ingin menikah hemat dan simpel, tanpa perlu menjaga gengsi kepada tetangga atau kolega. Selain itu, pelaksanaan acara pun terkesan lebih intim karena mempelai tak perlu menyalami tamu yang tidak dikenal.

Namun, yang paling penting untuk diperhatikan adalah tetap mematuhi protokol kesehatan agar acara bisa terlaksana dengan aman dan lancar. Kesehatan adalah hal yang menjadi fokus utama selama pandemi ini. Pastikan kamu tidak pergi kemana-mana jika memang sedang tidak dalam kondisi sehat.

Sebagai bentuk perlindungan terhadap risiko kesehatan kamu dan orang-orang yang dicintai, asuransi kesehatan di Qoala memberikan kemudahan yaitu dengan proses registrasi dan klaim yang bisa dilakukan secara online lewat satu aplikasi saja. Yuk, terus jaga kesehatan demi lingkungan yang lebih aman.