Brilio.net - Dunia hiburan Tanah Air tengah dirundung duka. Sosok produser sekaligus sutradara Chris Pattikawa meninggal dunia Rabu (1/1) sekitar pukul 5 pagi.

Cantika Abigail yang merupakan cucu Chris Pattikawa menceritakan kronologi saat keluarga mengetahui suami Rina Hasyim itu telah tiada.

"Ternyata kejadiannya itu meninggalnya jam 5 lewat sedikit, sebelum setengah enam, karena perawatnya juga tidur di situ, perawatnya bangun terus salat. Abis itu mau gantiin pempers tadinya, pas gantiin kok udah gak gerak dah gak napas," kisah Cantika seperti dikutip brilio.net dari Kapanlagi.com, Kamis (2/1).

Setelah mengetahui tak ada respon dari Chris Pattikawa, suster yang menjaga langsung membangunkan anggota keluarga yang lain.

"Langsung perawatnya nyamperin dan bangunin adiknya oma, dia bilang opa kayaknya udah nggak napas, terus langsung bangunin mama di kamar atas pokoknya semua yang ada di atas, turun ke bawah pas dicek memang sudah nggak ada napasnya," kata Cantika.

Loading...

Rumah banjir, jenazah Chris Pattikawa dipindahkan pakai tandu © 2020 Kapanlagi.com

foto: KapanLagi.com/Budy Santoso

Sementara itu, kondisi banjir yang melanda Jakarta sempat membuat keluarga kesulitan memindahkan jenazah Chris Pattikawa. Beruntung masih ada beberapa keluarga yang tinggal di sekitar rumah tersebut untuk membantu.

"Untung ada beberapa keluarga yang tinggal deket situ bantu kalo perlu untuk di bopong, keadaannya pas ujan, banjir juga sudah sampai depan walau nggak masuk, kita di pulomas," sambungnya.

Rumah banjir, jenazah Chris Pattikawa dipindahkan pakai tandu © 2020 Kapanlagi.com

foto: KapanLagi.com/Budy Santoso

Tak lama setelah dilakukan visum oleh dokter, banjir di kawasan rumah mereka sudah sampai ke dalam rumah. Hal itu lantas membuat pihak keluarga menemui kesulitan untuk membawa jenazah Chris ke ambulance.

"Banjir pas mau diangkut telepon, dokter visum banjirnya udah masuk. Jadi cepet banget langsung masuk rumah nggak sampai setengah jam ambulance udah nggak bisa masuk dalem rumah," ungkap personil GAC ini.

Tandu akhirnya jadi satu-satunya alat yang dipakai untuk memindahkan jenazah Chris. "Akhirnya cari cara lain, pake tandu, banjir-banjir bener-bener dibawa untuk keluar (terus) masuk ambulance," lanjutnya.