Brilio.net - Persoalan RUU KUHP masih terus jadi perbincangan publik. Segala upaya dilakukan masyarakat agar DPR membatalkan pengesahan RUU KUHP yang dinilai kontroversi tersebut. Sejak Senin (23/9), mahasiswa bahkan lakukan aksi demo sebagai bentuk protesnya.

Namun rupanya yang melakukan aksi demo bukanlah hanya dari kalangan mahasiswa saja, pasalnya belakangan ini diketahui sejumlah pelajar juga ikut demonstrasi. Tak sedikit pula yang berujung bentrok dengan aparat kepolisian.

Bahkan ajakan untuk ikut ke jalan tersebar luas di media sosial. Sebagai orangtua, Soimah dan suaminya Koko mempunyai kekhawatiran tersendiri. Ia menghimbau agar anak-anak tak perlu ikut-ikutan.

"Beredar pesan berantai di media sosial dari mereka yang mengatasnamakan diri Front Aliansi Siswa Daerah Istimewa Yogyakarta. Front tersebut mengajak pelajar di DIY mengikuti aksi 'Siswa/Siswi Indonesia Bergerak' di Tugu Pal Putih sampai Titik Nol KM pada 30 September 2019," tulis Koko seperti dikutip dari Instagram Storiesnya, Jumat (27/9).

Khawatir bila putra pertama mereka yang kini duduk di bangku SMA ikut-ikutan aksi tersebut, Koko pun menuliskan pesan agar Aksa tak menggubris ajakan itu.

Loading...

"Mbotensah menyang lho mas @aksauy. Dan rasah digagas. Niku mboten penting! (Nggak usah datang lho mas dan nggak usah digubris. Itu nggak penting) Ikutlah aksi-aksi yang positif yang bisa membanggakan sekolahmu, orang tuamu dan orang-orang sekitarmu," tuturnya.

soimah © 2019 brilio.net

foto: Instagram/@showimah

Sejalan dengan yang dikatakan sang suami, Soimah pun mengucapkan hal yang serupa. Ia meminta agar Aksa fokus bersekolah dan tak perlu mengikuti aksi-aksi yang ia anggap tidak penting.

"Rasah melu-melu nggih mas, mboten penting niku. Wis sekolah wae sing bener, rasah melu aksi-aksi ra jelas. Paham?! @aksauy (Nggak usah ikut-ikutan ya mas, (itu) nggak penting. Sekolah aja yang bener, nggak usah ikut aksi-aksi nggak jelas)" kata perempuan asal Pati, Jawa Tengah itu.