Brilio.net - Meninggalnya aktor asal Malaysia Ashraf Sinclair begitu mengejutkan publik. Bagaimana tidak, dalam kesehariannya Ashraf dikenal sebagai sosok yang cukup sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit apapun.

Sebelum meninggal dunia, suami penyanyi sekaligus aktris Bunga Citra Lestari (BCL) ini masih menjalani beberapa aktivitas rutinnya, seperti olahraga dan ngobrol bareng keluarga. Sama sekali tidak terlihat bahwa dirinya sedang sakit atau kurang sehat.

Rasa tidak percaya itu juga dirasakan sahabat BCL, Dewi Sandra. Hal itu disampaikannya melalui unggahan Instagram pribadinya, Rabu (19/2).

Sandra Dewi sangat terkejut mendengar kabar meninggalnya Ashraf. Ia begitu sedih, karena baginya semua terasa begitu cepat dan mengejutkan. Sebagai teman, Dewi Sandra cukup mengenal bagaimana Ashraf. Baginya Ashraf adalah manusia paling sehat, sehingga kepergian Ashraf seolah-olah tak masuk akal. Ashraf meninggalkan kesan yang begitu mendalam untuk Dewi Sandra.

"Hari ini aku menangisi seorang ibu dan ayah yang kehilangan anaknya, keluarga yang kehilangan abangnya, seorang istri yang kehilangan cinta sekaligus suaminya dan seorang anak yang kehilangan figur yang takkan tergantikkan yaitu ayahnya," tulis Dewi Sandra melalui unggahan di Instagramnya, seperti dikutip brilio.net pada Kamis (20/2).

Loading...

"Hari ini aku menangisi dirku sendiri yang kehilangan... dia..... dia yang meninggalkan kesan yang begitu dalam di hati," sambungnya.

Sama halnya seperti yang dirasakan kebanyakan orang yang merasa tidak percaya Ashraf Sinclair telah meninggalkan semua aktivitas di dunia ini. Ia pun mengatakan ketika mengantarkan jenazah ke pemakaman, hati terasa begitu hancur dan terasa seperti mimpi buru.

Ia juga menyampaikan sebagai manusia kita tidak pernah tahu kapan hal itu akan datang. Manusia terlalu lemah untuk menolak qodo dan qodar-Nya.

"Pagi ini ketika mendengar kabar duka kaya ngga mau percaya karena ngga masuk akal. Ini orang adalah manusia paling sehat setau aku tapi itulah manusia kita tidak akan pernah tau rahasia Allah. Kami terlalu lemah untuk melawan qodo dan qodarnya. Ketika mengantar jenazah ke tempat istirahatnya, hati pun hancur tapi sekaligus sekuat tenaga memaksakan diri untuk bersyukur kepadanya karena telah memberikan nasehat terbaik untuk kita semua. Bahwa puncak kehidupan yang sesungguhnya adalah kematian.... bisa datang kapanpun, dimanapun dengan cara apapun. Doaku semoga kami semua bisa mempersiapkan diri ketika waktu itu datang untuk kami. ," ujarnya lagi.

Dewi Sandra pun mengikuti prosesi pemakaman Ashraf dan menyaksikan sendiri kesedihan yang dirasakan BCL sekeluarga. Bagaimana mata sembap sang istri, BCL dan kesedihan yang ditunjukkan anak Ashraf, Noah Sinclair. Hal yang cukup membuat sedih dirinya ketika mendengar kata-kata yang disampaikan ayahanda Ashraf, Mohamed Anthony John Sinclair.

"Hati semakin remuk ketika ucapan selamat tinggal terindah terlontarkan dari sang ayah almarhum yang membuat kita semua merenung dalam... sesak nafas ditemani air mata pun tak terbendungi," ujarnya.

Tak lupa ia pun memanjatkan doa atas kepergian Ashraf Sinclair, selain itu ia juga terus menguatkan BCL.

"We have had this beautiful man in our lives for 40 years. Ashraf is gone, but he is still with us through Noah. He would say to us all “Life must continue.” For time is a gift and this gift that has been given to us... one day must be returned," pungkasnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Bunga dan Temanku . . . Hari ini aku menangisi seorang ibu dan ayah yang kehilangan anaknya, keluarga yang kehilangan abangnya, seorang istri yang kehilangan cinta sekaligus suaminya dan seorang anak yang kehilangan figur yang takkan tergantikkan yaitu ayahnya. . . . Hari ini aku menangisi dirku sendiri yang kehilangan... dia..... dia yang meninggalkan kesan yang begitu dalam di hati.... . . . Pagi ini ketika mendengar kabar duka kaya ngga mau percaya karena ngga masuk akal. Ini orang adalah manusia paling sehat setau aku tapi itulah manusia kita tidak akan pernah tau rahasia Allah. Kami terlalu lemah untuk melawan qodo dan qodarnya. Ketika mengantar jenazah ke tempat istirahatnya, hati pun hancur tapi sekaligus sekuat tenaga memaksakan diri untuk bersyukur kepadanya karena telah memberikan nasehat terbaik untuk kita semua. Bahwa puncak kehidupan yang sesungguhnya adalah kematian.... bisa datang kapanpun, dimanapun dengan cara apapun. Doaku semoga kami semua bisa mempersiapkan diri ketika waktu itu datang untuk kami. . . . Hati semakin remuk ketika ucapan selamat tinggal terindah terlontarkan dari sang ayah almarhum yang membuat kita semua merenung dalam... sesak nafas ditemani air mata pun tak terbendungi. “We have had this beautiful man in our lives for 40 years. Ashraf is gone, but he is still with us through Noah. He would say to us all “Life must continue.” For time is a gift and this gift that has been given to us... one day must be returned.” . . . Ashraf Daniel Bin Muhammad Sinclair Temanku... semoga kamu Husnul Khotimah. Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’uun. Allahumaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fuanhu . . . Dearest @bclsinclair the love of his life, the mother of his child... my prayers are with you and your family during this heartbreaking and sad time... semoga Allah Ta’ala tambah sayang dan menguatkan kamu melewati fase ini... you are loved and you have friends who truly care

A post shared by @ dewisandra on