Brilio.net - Polemik mengenai masa lalu aktris Aurelie Moeremans kembali memanas setelah peluncuran bukunya yang berjudul Broken Strings. Buku ini memicu gelombang diskusi publik mengenai child grooming, relasi kuasa, hingga menyeret nama tokoh perlindungan anak nasional, Kak Seto. Berikut ulasan kronologinya seperti dirangkum brilio.net dari berbagai sumber, Jumat (16/1).

1. Peluncuran Buku 'Broken Strings' dan Isu Child Grooming

Klarifikasi Kak Seto grooming berbagai sumber

foto: Instagram/@aurelie

Aurelie Moeremans merilis buku Broken Strings yang mengungkap sisi kelam masa lalunya. Dalam buku tersebut, Aurelie mengisahkan dirinya menjadi korban grooming sejak usia 15 tahun oleh seorang pria yang usianya hampir dua kali lipat darinya.

Aurelie menggambarkan bagaimana sosok pria yang bernama "Bobby" melakukan manipulasi emosional, kontrol ketat, hingga berbagai bentuk kekerasan. Ia juga menceritakan perjuangan panjangnya untuk keluar dari hubungan toksik yang penuh ancaman tersebut.

2. Reaksi dan Bantahan Keras Robby Tremonti

Klarifikasi Kak Seto grooming berbagai sumber

foto: Instagram/@robytremonti

Di sisi lain, aktor Robby Tremonti merasa narasi dalam buku tersebut menyudutkan dirinya meski menggunakan nama samaran. Ia akhirnya menggelar jumpa pers untuk memberikan bantahan poin demi poin:

- Bantahan Grooming: Robby menolak disebut pelaku pedofilia dan mengklaim memiliki bukti rekaman wawancara lama soal pengalaman pribadi Aurelie sebelum mengenalnya.

- Tantangan Bukti Foto: Ia menantang pembuktian soal ancaman penyebaran foto asusila. Menurutnya, jika foto itu ada, pasti sudah tersebar luas sejak dulu.

- Pertanyaan Jalur Hukum: Robby mempertanyakan mengapa kasus seberat KDRT dan pemerkosaan tidak dilaporkan ke polisi sejak awal, melainkan hanya ramai di media sosial.

3. Mencuatnya Tudingan Pengabaian oleh Kak Seto

Klarifikasi Kak Seto grooming berbagai sumber

foto: Instagram/@kaksetosahabatanak

Seiring ramainya pembahasan buku tersebut, publik kembali mengungkit kejadian tahun 2010. Beredar kabar bahwa ibunda dan ayahanda Aurelie Moeremans pernah mengadu kepada Seto Mulyadi (Kak Seto) saat Aurelie masih di bawah umur dan diduga menjadi korban grooming. Namun, muncul narasi bahwa saat itu aduan tersebut tidak digubris dengan serius, yang memicu kritik tajam netizen terhadap integritas sang pemerhati anak.

4. Klarifikasi Resmi Kak Seto: Refleksi Masa Lalu

Klarifikasi Kak Seto grooming berbagai sumber

 

Klarifikasi Kak Seto grooming berbagai sumber


foto: Instagram/@kaksetosahabatanak

Menanggapi kegaduhan tersebut, Kak Seto akhirnya buka suara melalui unggahan di akun Instagram pribadinya (@KakSetoSahabatAnak). Dalam klarifikasinya, ia menekankan beberapa poin penting:

- Bantahan Pengabaian: Kak Seto menegaskan bahwa dirinya tidak mengabaikan aduan tersebut dan telah berusaha menjembatani perlindungan bagi Aurelie pada saat itu.

- Perubahan Standar Perlindungan: Ia mengakui bahwa kerangka pemahaman mengenai relasi kuasa dan child grooming telah berkembang pesat dalam satu dekade terakhir. Pernyataan di masa lalu didasarkan pada pengetahuan dan pemahaman yang berlaku saat itu.

- Refleksi Diri: Kak Seto menjadikan peristiwa ini sebagai bahan refleksi untuk meningkatkan sensitivitas terhadap praktik manipulasi dan ketimpangan kuasa dalam relasi yang melibatkan remaja.

"Kami mengecam segala bentuk manipulasi, relasi tidak setara, dan praktik child grooming. Anak tidak pernah berada dalam posisi setara untuk dimintai pertanggungjawaban atas relasi yang dibangun melalui tekanan atau bujuk rayu," tulis Kak Seto dalam Instagram-nya.

5. Dampak Sosial: Edukasi Mengenai Relasi Kuasa

Kasus ini kini berkembang lebih dari sekadar perseteruan pribadi. Polemik antara Aurelie, Robby, dan klarifikasi Kak Seto menjadi pengingat penting bagi masyarakat tentang bahaya grooming. Publik kini lebih sadar bahwa dalam relasi antara orang dewasa dan anak di bawah umur, tidak ada istilah "suka sama suka" jika terdapat manipulasi emosional dan ketimpangan kuasa.

FAQ Terkait Polemik Broken Strings

1. Apa itu 'Child Grooming' yang dibahas dalam buku Aurelie?

Grooming adalah upaya sistematis yang dilakukan seseorang (biasanya lebih dewasa) untuk membangun hubungan emosional dengan anak atau remaja guna memanipulasi, mengeksploitasi, atau melakukan pelecehan di masa depan.

2. Mengapa Robby Tremonti merasa perlu melakukan jumpa pers?

Robby merasa detail dalam buku tersebut memiliki kemiripan kuat dengan riwayat hidup pribadinya yang tercatat di jejak digital, sehingga ia merasa perlu meluruskan tuduhan demi menjaga nama baik keluarganya.

3. Apa inti dari pembelaan Kak Seto terkait kasus masa lalu ini?

Kak Seto menekankan bahwa standar perlindungan anak saat ini jauh lebih ketat daripada tahun 2010. Ia mengajak publik untuk melihat kasus ini dengan empati dan fokus pada perbaikan sistem perlindungan anak ke depan.

4. Apakah ada langkah hukum yang diambil Aurelie saat ini?

Hingga saat ini, polemik masih berada di ranah diskusi publik dan publikasi karya sastra (buku). Belum ada laporan resmi terbaru ke pihak kepolisian terkait isi buku tersebut.

5. Bagaimana tanggapan publik terhadap buku 'Broken Strings'?

Banyak pembaca memberikan dukungan kepada Aurelie karena berani menyuarakan isu sensitif yang selama ini dianggap tabu, sekaligus memberikan peringatan bagi orang tua untuk lebih waspada terhadap lingkungan pergaulan anak remaja.