Brilio.net - Saat ini bukan rahasia lagi jika banyak milenial mapan di Jakarta yang memilih apartemen sebagai hunian. Ada beragam alasan mengapa mereka memilih apartemen ketimbang rumah tapak. Apartemen umumnya berada di pusat kota, tak jauh dari tempat kerja. Sebaliknya, rumah tapak biasanya berada di wilayah pinggiran ibukota. 

Selain karena faktor jarak, biasanya apartemen saat ini banyak yang menawarkan hunian menarik dengan harga terjangkau. Berbeda dengan rumah tapak yang umumnya mematok harga cukup tinggi.  

Disamping itu, tidak sedikit apartemen yang kini mengusung konsep komunitas dan kebersamaan dengan lingkungan yang dapat menunjang gaya hidup sehat. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang, aktivitas hidup sehat seperti berolahraga tanpa harus keluar lingkungan tempat tinggal sangat penting. Intinya setiap orang merasa perlu untuk memenuhi kesejahteraan fisik dan mental mereka tanpa harus berada di keramaian.  

3 Konsep apartemen biofilik © 2021 brilio.net

Situasi ini dirasakan hampir semua masyarakat yang tinggal di wilayah metropolitan di seluruh dunia seperti New York, Bangkok, Sydney, termasuk Jakarta. Penduduk perkotaan menyadari bahwa memprioritaskan kesehatan tidak hanya dianjurkan, tetapi penting untuk kesejahteraan dan produktivitas mereka.  

“Kami memperkenalkan era baru kehidupan perkotaan yang mewah dengan proyek-proyek yang menciptakan komunitas dan menghubungkan orang-orang dengan lingkungan alam, yang dapat mengarah pada kehidupan yang lebih fokus pada kesehatan,” kata Iwan Sunito, CEO dan salah satu pendiri Crown Group .

Sebagai informasi, Crown Group, perusahaan properti Australia terkemuka yang mengkhususkan dalam pengembangan properti mewah, investasi properti, dan apartemen berlayanan, menawarkan hunian yang terintegrasi dengan alam melalui proyeknya yang berbasis di Sydney, Waterfall by Crown Group. Konsepnya menggabungkan fitur desain biofilik yang menenangkan, yang dapat membantu pembeli fokus untuk menjalani kehidupan yang lebih tenang.

3 Konsep apartemen biofilik © 2021 brilio.net

“Terinspirasi hutan tropis Indonesia yang lebat, Waterfall by Crown Group adalah pengembangan hunian luar biasa yang menyuguhkan keseimbangan hidup di era modern. Lingkungan yang bersahaja dan elegan menghadirkan penawar laju kehidupan abad ke-21 yang cepat, merayakan keindahan, baik yang alami maupun buatan, untuk kehidupan yang lebih seimbang,” lanjut Iwan.

Nah seperti apa tren konsep biofilik yang kini makin digemari kaum urban? Berikut faktanya.

1. Apartemen yang lebih besar

3 Konsep apartemen biofilik © 2021 brilio.net

Sejak Covid-19 merebak, terjadi peningkatan permintaan untuk apartemen dengan kamar tidur tambahan atau dua kamar tidur, atau lebih banyak ruang belajar. Hal tersebut sejalan dengan apa yang ditawarkan Crown Group selama ini, apartemen bergaya resor yang lebih besar dengan balkon dan area umum yang luas.

Apalagi saat ini banyak karyawan yang berencana terus bekerja dari jarak jauh di masa depan. Tren desain biofilik di seluruh dunia terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan di rumah. Lebih dibutuhkan saat ini lebih dari sebelumnya.

3 Konsep apartemen biofilik © 2021 brilio.net

Pendekatan baru ini dapat diterapkan di negara-negara tropis seperti Indonesia terutama pada kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya atau Bandung di mana aliran udara dan penghijauan di dalam kompleks apartemen dapat dimaksimalkan dengan memanfaatkan jendela yang lebih besar untuk memungkinkan cahaya alami masuk ke interior untuk meminimalkan konsumsi listrik.

“Terdapat banyak luar ruangan bagi para penghuni untuk bersantai termasuk taman tropis seluas 2600 meter persegi dan taman ramah hewan peliharaan seluas 3600 meter persegi yang terletak sangat dekat dekat hunian. Dinding hijau vertikal memamerkan 5.000 tanaman di sekitar bioskop terbuka di puncak gedung yang spektakuler bagi penghuni yang ingin menikmati malam menonton film,” lanjut Iwan.

2. Konsep biofilik

3 Konsep apartemen biofilik © 2021 brilio.net

Konsep biofilik sudah diterapkan pada Waterfall by Crown Group di Australia. Pada proyek perumahan senilai Rp 4 triliun yang dibuka pada tahun 2020 itu terdiri dari 331 unit apartemen mewah, salah satu desain paling inovatif di Australia dalam hal penghijauan dalam kehidupan perkotaan.

Di apartemen ini terdapat air terjun buatan manusia yang tertinggi di Australia di tengah taman. Air terjun ini dirancang Adam Haddow, arsitek pemenang penghargaan SJB. Air terjun ini menjadi tolok ukur baru untuk desain biofilik. Dengan ketinggian 22 meter atau tujuh lantai, air terjun ini adalah yang pertama untuk proyek hunian di Australia.

Fitur Air terjun dirancang Dirk Slotboom Waterforms International, yang terkenal dengan instalasi di galeri MONA Hobart, Bandara Canberra, kedutaan besar Australia yang baru di Bangkok dan bahkan lokasi syuting The Great Gatsby.

3. Taman tropis

3 Konsep apartemen biofilik © 2021 brilio.net

Dinding hijau yang rimbun pada Waterfall by Crown Group diciptakan spesialis infrastruktur tanaman Sydney, Junglefy. Di dinding ini terdapat lebih dari 8.352 tanaman tropis yang menciptakan lingkungan taman tropis yang rimbun yang mengelilingi air terjun dan ruang bioskop di puncak gedung. Dari lokasi ini penghuni dapat menikmati pemandangan luas Sydney dan tembok hijau setinggi 6m yang mengelilingi layar bioskop, untuk menonton film di bawah bintang-bintang.

Tak heran jika Waterfall by Crown Group menjadi model ideal untuk memberikan penghijauan dan cahaya alami di lingkungan perkotaan, dengan taman yang rimbun dan koridor yang terbuka untuk membiarkan udara segar masuk serta balkon yang luas di setiap apartemen.

(brl/red)

(brl/red)