Brilio.net - Yogyakarta memiliki banyak jajanan khas. Sebagian besar mungkin mengenal yangko atupun bakpia. Tapi, bagaimana dengan kipo?

Kipo merupakan kudapan dari daerah Kotagede Yogyakarta. Melansir dari warisanbudaya.kemdiknud, makanan ini sudah ada sejak abad ke-16 pada zaman Sultan Agung. Menurut warisanbudaya.kemdikbud, kipo sempat hilang peredarannya dari masyarakat Kotagede dan mulai dilupakan. Setelah itu, Kipo kembali dipopulerkan kembali pada 1946 oleh seorang warga Kotagede bernama Mbah Mangun Irono. Saat ini, kipo menjadi salah satu warisan budaya takbenda Indonesia.

Memiliki ukuran tidak lebih besar dari ibu jari, kipo dibuat dengan bahan dasar berupa tepung ketan. Untuk membuat kipo, tepung ketan dicampur dengan santan hangat. 

Kipo makanan khas Jogja © 2023 brilio.net

foto: Nabiel Mumtaz

Setelah itu, adonan tersebut diwarnai menggunakan daun suji. Daun tersebut juga menjadi sebab kenapa Kipo memiliki warna hijau. Sama seperti kudapan khas Jawa lainnya seperti klepon atau yangko, kipo juga memiliki isian di dalamnya. Isian yang dinamakan enten-enten tersebut dibuat dari parutan kelapa dan gula jawa. 

Kudapan ini dimasak dengan cara dipanggang. Adonan kipo dipanggang di atas pemanggang yang beralaskan daun pisang. Adonan kipo harus dibalik beberapa kali supaya adonan tidak gosong. 

Kipo yang sudah matang akan memiliki permukaan berwarna cokelat yang sedikit kering. Untuk rasanya, kipo memiliki tekstur kenyal seperti klepon namun dengan rasa sedikit "kering" seperti wingko. 

Kipo dibuat oleh industri kecil mikro hingga industri rumah tangga. Saat ini, kipo dapat ditemukan di pasar di sekitar Kotagede Yogyakarta dan beberapa penjual jajanan pasar di Yogyakarta. 

Salah satu pembuat Kipo di Yogyakarta adalah Ratna. Dia sudah membuat kipo sejak tahun 1989 dan memulai usahanya sendiri kurang lebih sekitar tahun 2002. 

Kipo makanan khas Jogja © 2023 brilio.net

foto: Nabiel Mumtaz

Dapat membuat hingga 150 porsi kipo setiap harinya, Ratna menyuplai Kipo ke beberapa penjual di Yogyakarta. Kipo buatannya juga dapat ditemukan di Pasar Sore Ramadhan Kauman Yogyakarta. "Di (pasar) Ngasem ada, di (plengkung) Gading ke selatan itu ada, di toko Sinta itu ada," ucap Ratna. "Kauman itu tambahan." 

Selain menjadi penyuplai bagi penjual, Ratna juga menerima pesanan baik dalam skala besar maupun skala kecil. Menurutnya, kipo sering dipesan oleh hotel-hotel ataupun sebagai kudapan dalam acara tertentu seperti rapat dan lain sebagainya. "Untuk rapat-rapat, hotel juga ada yang pesen gitu." ucapnya

 

Reporter: mg/Nabiel Mumtaz