Brilio.net - Dalam bahasa Indonesia terdapat gaya bahasa yang sering digunakan untuk menulis maupun diucapkan. Bagi seorang penulis mungkin sudah tidak asing lagi dengan kata diksi. Diksi sering kali digunakan seseorang untuk membuat sebuah karya tulis, baik itu puisi, lirik lagu, novel, dan lain sebagainya.

Mungkin masih banyak juga orang-orang yang belum mengetahui apa itu diksi dan untuk apa diksi itu digunakan. Supaya lebih jelas dan agar tidak penasaran, berikut adalah penjelasan lengkap tentang diksi yang brilio.net rangkum dari berbagai sumber pada Jumat (25/11).

Pengertian diksi

Contoh penggunaan diksi istimewa

foto: pexels.com

Diksi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), diksi merupakan pilihan kata yang tepat dan selaras dalam penggunaannya untuk mengungkapkan suatu gagasan, sehingga dapat diperoleh efek tertentu seperti yang diharapkan penyampai. Singkatnya diksi adalah pilihan kata penulis untuk mengungkapkan suatu kata atau kalimat dalam bahasa yang indah. Kebanyakan penulis menganggap menulis diksi itu sulit dan menyusahkan, padahal diksi merupakan pemanis dalam tulisan yang akan membuat pembaca tersihir kagum.

Sedangkan, secara umum diksi dapat diartikan sebagai cara pemilihan kata yang cermat untuk mengomunikasikan suatu pesan. Diksi juga bertujuan untuk membentuk suara atau gaya penulisan tertentu. Diksi membantu penulis mengekspresikan ide dan konsep. Ungkapan ini bisa formal atau informal dan dapat membangkitkan berbagai suasana hati. 

Diksi merupakan pilihan kata, atau pemilihan kosa kata yang disengaja yang paling efektif, tepat, atau jelas. Pengertian diksi terkait dengan cara mengekspresikan tulisan. Diksi adalah cara berbicara. Ini meliputi cara mengucapkan atau mengungkapkan kata-kata, dan kata-kata serta frasa yang dipilih untuk digunakan.

Tujuan penggunaan diksi

Dilansir dari Masterclass, penggunaan diksi tergantung pada penulis tentanf pemilihan kata dan frasa yang ingin dicapai. Berikut ini adalah macam-macam tujuan penggunaan diksi:

1. Menghidupkan karakter

Penulis dapat memberi tahu pembaca banyak tentang karakter melalui dialog mereka dengan cara diksi pada karakter untuk mencerminkan detail pribadi seperti usia dan jenis kelamin, latar belakang, latar sosial, dan profesi. Misalnya, karakter yang lebih muda mungkin menggunakan bahasa gaul saat berbicara.

2. Menciptakan nada tertentu

Tujuan sebuah tulisan akan menentukan diksinya. Misalnya, dalam penulisan fiksi, penulis sering kali menggunakan diksi informal dan kiasan, kata-kata yang digunakan untuk makna non-harfiah, seperti perumpamaan dan metafora. Berbeda dengan lmuwan yang menerbitkan makalah tentang penelitian mereka. Bahasanya akan teknis, ringkas, dan formal, ditulis untuk audiens tertentu.

3. Mendukung pengaturan

Dalam penulisan fiksi, bahasa yang digunakan pengarang mendukung unsur-unsur dasar cerita, seperti latar. Diksi membantu menentukan kapan dan di mana sebuah cerita diatur dengan menggunakan bahasa asli pada waktu dan tempat itu. Ini disebut diksi sehari - hari. Misal, cerita yang berlatar di Jakarta akan berbeda dengan cerita yang berlatar di Yogyakarta.

4. Menetapkan nada naratif

Sikap seorang penulis terhadap subjek cerita muncul dari kata-kata yang mereka gunakan. Ini membantu membangun nada dan memengaruhi respons emosional pembaca. Misalnya, nada novel horor akan sangat berbeda dengan novel roman.

(brl/pep)