Brilio.net - Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) marah besar dituding mantan Ketua KPK Antasari Azhar sebagai aktor di balik kasus pembunuhan Nasruddin Zulkarnain. Antasari dinilai menyebar fitnah untuk merusak nama baiknya dan keluarga.

Tak hanya itu, SBY menduga ada aktor-aktor politik yang membekingi Antasari Azhar. Pengakuan Antasari Azhar ini diduga berhubungan dengan gelaran Pilkada DKI Jakarta.

Tak mau berlama-lama, SBY langsung merespons 'nyanyian' Antasari Azhar. Tampaknya ketua Umum Partai Demokrat ini tak mau pengakuan Antasari menjadi polemik berkepanjangan. Berikut 5 aksi cepat SBY tanggapi tudingan Antasari Azhar dihimpun brilio.net, Selasa (14/2)/

1. SBY laporkan Antasari Azhar ke Bareskrim Polri

Kuasa Hukum Susilo Bambang Yudhoyono, Didi Irawadi Syamsuddin resmi melaporkan mantan Ketua KPK Antasari Azhar ke polisi. Antasari dilaporkan atas tuduhan pencemaran nama baik karena menyebut SBY aktor di balik kasus kriminalisasi pembunuhan Nasruddin Zulkarnain.

Loading...

"Kami mewakili Pak SBY hari ini menyampaikan surat laporan pencemaran nama baik yang dilakukan saudara Antasari Azhar," kata Didi Irawadi Syamsuddin di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta.

2. SBY tantang Polri buka lagi kasus Antasari Azhar

Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak mau tinggal diam dituding dalang pembunuhan Bos PT Putra Rajawali Banjaran Nasruddin Zulkarnain. Antasari yang sempat terjerat kasus pembunuhan itu menuding SBY mengkriminalisasinya karena besannya Aulia Pohan ditahan KPK.

"Antasari menuduh saya insiator dari kasus hukumnya, seolah dia tidak bersalah, jadi korban. Dengan izin Allah, tuduhan itu sangat tidak benar, tuduhan itu tanpa dasar, tuduhan itu liar," kata SBY di kediamannya bilangan Kuningan, Jakarta Selatan.

SBY lantas menantang penegak hukum untuk membuka kembali kasus yang melibatkan Antasari itu. Tidak ada sama sekali kaitannya dirinya dengan kasus pembunuhan Nasruddin tersebut.

"Ungkap semua fakta, data dan kebenaran dengan gamblang, segamblang-gamblangnya, saya kira para penegak hukum yang memproses kasus Antasari masih ada semua, mantan Kapolri masih ada, Jaksa penuntut masih ada, mantan jaksa agung masih ada," terang SBY.

3. SBY sebut ada aktor politik di belakang Antasari Azhar

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didampingi mantan menteri Kabinet Indonesia Bersatu seperti EE Mangindaan, Syarif Hasan dan Amir Syamsuddin menggelar jumpa pers menanggapi tuduhan yang dilancarkan Antasari Azhar. SBY menyebut pengakuan Antasari sebagai kampanye hitam jelang pencoblosan Pilkada DKI Jakarta.

"Tiba-tiba hari ini ada serangan, blacak campaign yang disampaikan saudara Antasari, mantan narapidana yang baru mendapat grasi Presiden Jokowi," ujar SBY di kediamannya Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

Dia menuding pernyataan Antasari adalah fitnah untuk merusak namanya dan keluarga. Termasuk putera sulungnya yang maju di Pilkada DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono.

"Sepertinya ada misi untuk menyerang dan merusak nama saya juga keluarga saya. Serangan ini diluncurkan dan dilancarkan satu hari sebelum pemungutan suara, coblosan pilkada Jakarta. Sulit tidak mengatakan bahwa serangan fitnah dan pembunuhan karakter terkait langsung pilkada esok hari," terangnya.

"Dan hal itu benar terjadi hari ini. Saya duga ini direncanakan. Tidak muncul tiba-tiba oleh Antasari dan aktor politik di belakangnya. Tujuannya jelas saudara-saudara, siapapun tahu, agar nama SBY dan Agus Yudhoyono rusak, tercoreng, akhirnya yang diharapkan dalam Pilkada Jakarta esok hari, Agus-Sylvi kalah," tambahnya.

4. SBY tuding pengakuan Antasari bertujuan agar Agus Yudhoyono kalah

Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menanggapi pengakuan mantan Ketua KPK Antasari Azhar yang menyebutnya aktor di balik pembunuhan bos Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen. Dia menduga tujuan Antasari sangat bermuatan politik.

"Luar biasa negara ini. Naudzubillah. Sejak November tahun lalu saya diserang nama baik saya dengan tujuan agar elektabilitas Agus drop dan menurut hingga akhirnya kalah. Tampaknya belum puas, di jam terakhir pemungutan suara ada fitnah kasar dan tak masuk akal," ujar SBY di rumahnya kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

5. SBY yakin serangan Antasari direstui penguasa

Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) marah dituding dalang di balik pembunuhan Nasruddin Zulkarnain yang melibatkan Antasari Azhar. Dia meyakini, matan Ketua KPK itu berani menuduhnya karena ada beking dari penguasa.

"Apa yang dilakukan Antasari tidak mungkin tanpa blessing dan restu dari kekuasaan," kata SBY di kediamannya, Kuningan, Jakarta.

Dia meminta pemerintah agar waspada. Sebab, pemerintah tidak boleh ngawur dalam menggunakan kekuasaan.

"Para penguasa hati-hatilah dalam menggunakan kekuasan. Jangan bermain api, terbakar nanti," ujar dia.