Brilio.net - Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dikenal sangat tahan banting ketika Indonesia dilanda krisis ekonomi. Bahkan UMKM tak jarang menjadi pendorong ekonomi disaat banyak perusahaan konglomerasi kolaps dihantam krisis. Sebut saja pada krisis moneter 1998 silam, di mana banyak perusahaan besar tumbang, UMKM justru mampu bertahan dan menjadi penggerak ekonomi. Begitu juga saat krisis finansial pada 2008, lagi-lagi UMKM menjadi penyelamat.

Setidaknya UMKM di Indonesia punya jejak daya tahan menghadapi krisis. Namun saat pandemi Covid-19 merebak, nampaknya nasib UMKM tak seberuntung di masa lalu. Salah satu penyebabnya, UMKM dianggap belum mampu beradaptasi dengan perubahan yang ada. Selain itu, masih banyak UMKM yang gagap digital.

Kondisi inilah yang membuat Bank Indonesia (BI) berkomitmen terus mendorong UMKM, terutama pada masa pandemi, agar dapat bangkit dan terus optimistis melalui kegiatan Puncak Karya Kreatif Indonesia (KKI) tahun 2021.

Puncak KKI 2021 © 2021 brilio.net KKI/Bank Indonesia

Mengusung tema Sinergi, Globalisasi, dan Digitalisasi UMKM dan Sektor Pariwisata, acara ini menjadi puncak dari seluruh rangkaian kegiatan road to KKI yang telah berjalan sepanjang tahun 2021. Kegiatan ini sekaligus dilaksanakan untuk mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) dan Gerakan Nasional Bangga Berwisata di Indonesia Aja (Gernas BWI).

Menyambut kegiatan ini, Ibu Negara Republik Indonesia, Iriana Joko Widodo, menyampaikan bahwa peluang UMKM untuk tumbuh besar, terbuka sangat luas. Pasar domestik sangat besar dan pasar internasional juga terbuka sangat luas.

“Peluang tersebut perlu didukung pemanfaatan ruang-ruang virtual yang dapat diakses kapan pun dan di mana saja untuk memasarkan produk sehingga dapat memperluas jangkauan pengenalan produk UMKM,” ungkap Iriana.

Puncak KKI 2021 © 2021 brilio.net KKI/Bank Indonesia

Acara ini merupakan one stop virtual event, terstruktur, dan terintegrasi. Selain itu KKI juga didesain sebagai media penguatan business network dalam kerangka penguatan potensi daerah. Kegiatan ini diikuti 525 UMKM dari seluruh Nusantara, baik binaan Bank Indonesia, Kementerian dan Lembaga maupun Pemerintah Daerah.

“BI tidak pernah lelah menghadirkan produk UMKM berkualitas yang dapat diakses dari mana saja, kapan saja, melalui website Karya Kreatif Indonesia (KKI) serta didukung sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal,” ujar Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam Pembukaan Puncak KKI 2021 secara virtual baru-baru ini. 

Dukungan terhadap UMKM dilakukan melalui klasterisasi dan peningkatan kapasitas baik produksi, keuangan hingga pemasaran nasional dan global, serta melalui digitalisasi UMKM.

Puncak KKI 2021 © 2021 brilio.net @yans_brilio

Selain itu akselerasi integrasi ekonomi dan keuangan digital melalui infrastruktur sistem pembayaran juga terus dilakukan guna mendorong UMKM berdaya saing. Di antaranya dengan pemanfaatan Quick Response Indonesia Standard (QRIS) sebagai sarana pembayaran, baik oleh pelaku UMKM maupun penyedia jasa pariwisata. Hingga pertengahan September 2021 tercatat sebanyak 10,4 juta merchant yang menggunakan QRIS.

Selain itu program onboarding UMKM ke platform digital (marketplace) juga terus dilakukan. Sedikitnya 7,2 juta UMKM telah onboarding sejak Mei 2020 hingga Juli 2021. Langkah ini sebagai bentuk penguatan UMKM mulai dari hulu hingga hilir, termasuk akses pasar yang lebih luas hingga ekspor.