Brilio.net - Membesarkan anak memang tidak mudah, selalu saja ada tantangan. Tantangan ini adalah proses belajar sepanjang waktu bagi orangtua. Nah, ternyata ada poster tentang pola asuh anak yang diproduksi di Shanghai, China sejak tahun 1952. Dan ternyata, pola asuh tersebut masih relevan hingga sekarang. Mau tahu?

Dikutip brilio.net dari viralscape, Senin (18/4), berikut delapan poster pola asuh yang bikin kamu terinspirasi kelak membangun sebuah keluarga dan punya anak:

1. Tunjukkan cintamu.

poster china kuno © 2016 brilio.net



Dalam mengasuh anak, orangtua wajib menunjukkan cinta dan welas asih, tapi jangan terlalu memanjakan mereka. Tanpa cinta orangtua, anak dapat menjadi pribadi yang mudah marah. Ketika dia melakukan kesalahan, sangat dianjurkan untuk tidak memarahinya atau bahkan memukulnya.

Adanya perhatian dan kasih sayang yang besar, anak akan tumbuh menjadi pribadi bermental stabil dan sehat. Sama ketika orangtua memberikan perawatan yang baik untuk tanaman. Merawat tanaman dengan cara diberi air, pupuk, dan sinar matahari yang cukup. Singkat kata, merawat anak sama halnya dengan merawat tanaman, artinya ketika dirawat baik maka akan tumbuh dan berbunga bagus.

2. Membiarkan anak mengekspresikan diri.

poster china kuno © 2016 brilio.net



Anak adalah sosok yang sangat imajinatif dan senang membuat cerita, semisal dia mengatakan dia punya pesawat besar di rumah. Orangtua perlu mengenali hal ini bukanlah kebohongan yang dilontarkan si anak, melainkan hasil daya imajinatifnya. Maka, orangtua perlu membiarkan si anak mengekspresikan dirinya dalam berimajinasi. Untuk mewujudkan, orangtua bisa melatih anak untuk membuat gambar atau pesawat kertas.

3. Memenuhi rasa ingin tahu anak.

poster china kuno © 2016 brilio.net



Anak-anak mungkin saja merusak suatu barang yang mungkin belum dipahaminya adalah barang penting bagi orang dewasa. Misalnya saja merobek kertas kerja orangtua. Nah, supaya tak terulang kembali, orangtua perlu menjelaskan apa saja yang belum dipahami anak. Selain itu, kalau dimungkikan, orangtua bisa memberikan barang subtitusi atau pengganti supaya anak bisa bereksperimen sendiri.

4. Mengajari anak rasa berempati.

poster china kuno © 2016 brilio.net



Bayi akan merasa aman dan nyaman ketika berada di pelukan sang ibu. Nah, tindakan memeluk anak sesering mungkin bisa memberikan efek kasih sayang terhadap si anak sehingga kelak dewasa, dia juga berlaku sama terhadap sesama. Selain itu juga mengajari anak untuk berempati kepada pihak lain.

5. Jangan menunjukkan sikap memfavoritkan salah satu pihak.

poster china kuno © 2016 brilio.net



Anak paling tua mungkin saja cemburu terhadap adiknya yang lebih diperhatikan orangtua. Sebagai orangtua, seharusnya tak melakukan ini. Orangtua harus bersikap adil dan mampu memberikan penjelasan yang bijak dan tepat kepada si anak. Tujuannya supaya si anak kelak juga tak pilih kasih terhadap orang lain.

6. Mengajari anak untuk mandiri dan berani.

poster china kuno © 2016 brilio.net



Ketika anak terjatuh saat bermain, orangtua perlu mengajarinya untuk bangkit sendiri dan berinisiatif meminta pertolongan sendiri. Artinya, anak diajari tidak manja, melainkan harus mandiri dan mengambil insiatif. Anak juga perlu diajari untuk tak takut ketinggian, kegelapan, dan ketakutan-ketakutan lainnya.

7. Memberi penjelasan tentang kelahiran.

poster china kuno © 2016 brilio.net



Ketika anak bertanya 'Dari mana aku berasal?', ini adalah kesempatan bagus mengajarinya tentang kelahiran. Orangtua bisa menganalogikan dengan burung, lebah, kucing, atau anjing sebagai contoh, mengingat usia anak belum cukup untuk mengetahui proses pembuahan.

8. Mengajari anak tentang kematian.

poster china kuno © 2016 brilio.net



Anak mungkin juga ingin tahu tentang kematian. Orangtua perlu menjelaskan kepada anak tentang kehidupan, dengan cara menganalogikannya dengan tumbuhan dan hewan. Keduanya ada yang datang dan pergi, sama seperti manusia.