Brilio.net - Kontingen Indonesia kembali menambah perolehan medali emas di ajang Asian Games 2018 melalui cabang olahraga paralayang di nomor men's team accuracy hari ini, Rabu (22/8) yang digelar di Puncak Mas, Bogor, Jawa Barat.

Tim paralayang putra Indonesia yang beranggotakan Hening Paradigma, Thomas Widyananto, Rony Pratama dan Jafro Megawanto tampil gemilang dengan nilai sempurna di round 6 dari total 6 round. Catatan ini membuat mereka berhasil menyumbangkan emas ke-6 bagi Indonesia.

 

Paralayang sendiri merupakan salah satu cabang olahraga baru yang pertama kalinya di pertandingan dalam gelaran Asian Games. Dan tim paralayang Indonesia mencatatkan namanya sebagai tim yang pertama menyabet medali emas di Asian Games.

Keberhasilan tim paralayang Indonesia dalam meraih medali emas tentu tak lepas dari kerja keras para atlet, salah satunya adalah Jafro Megawanto. Jalan terjal dilalui oleh Jafro Megawanto yang jatuh cinta dengan paralayang sejak usia remaja.

tim paralayang Indonesia © 2018 brilio.net

foto: Instagram/@jafromegawanto

Mengutip dari lamana Kemenpora, sebelum menjadi atlet paralayang andalan Indonesia, Jafro mengawali kariernya sebagai pelipat parasut atau yang biasa disebut para boy saat usianya masih 13 tahun.

Untuk tugasnya sebagai pelipat parasut, atlet berusia 22 tahun tersebut mendapat upah sebesar Rp 5.000. Nasib baik menghampirinya setelah dua tahun kemudian, manajer tim paralayang bernama Yosi Pasha mengajaknya bergabung dalam latihan.

Pada PON 2016, Jafro  mempersembahkan medali emas untuk kontingen Jawa Timur, dan pada 2017 ia berhasil menjadi yang terbaik dalam Kejuaraan Nasional di Wonogiri. Tak hanya itu, pada gelaran Paragliding Accuracy World Cup 2017 di Kanada, Jafro berhasil menempati peringkat kedua.

Sementara itu, untuk sektor putri yang beranggotakan Lis Andriana, Rika Wijayanti, dan Ike Ayu Wulandari berhasil menyumbangkan medali perak. Perolehan tim paralayang Indonesia tersebut membuat jumlah perolehan medali Indonesia menjadi 6 emas, 3 perak dan 5 perunggu.