Brilio.net - Pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto secara heroik membawa Indonesia lolos ke final bulutangkis ganda putra Asian Games 2018. Indonesa lolos ke partai puncak setelah mengalahkan Jepang dengan skor 3-1.

Fajar/Rian menaklukkan pasangan Takuto Inoue/Yuki Kaneko dengan dua game langsung 21-10 dan 21-10. Fajar/Rian sejatinya memiliki rekor buruk melawan pasangan Jepang.

Rekor pertemuan 0-4 atas Takuto Inoue/Yuki Kaneko ternyata tak membuat ganda putra ini terbebani dalam laga semifinal bulutangkis beregu Asian Games 2018. Fajar/Rian justru membalas kekalahan mereka di saat yang tepat dengan kemenangan dua game langsung.

Kemenangan Fajar/Rian ini sekaligus memastikan Indonesia lolos ke partai final beregu putra dengan menaklukkan Jepang, 3-1. Dua angka sebelumnya dipersembahkan oleh Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Jonatan Christie. Di partai pertama, Anthony Sinisuka Ginting pun sebenarnya sudah nyaris menang, namun ia masih harus mengakui keunggulan Kento Momota.

Badminton putra lolos ke final, menuntaskan penantian panjang 16 tahun © 2018 brilio.net

Loading...

Prestasi ini tentunya menjadi capaian yang cukup baik, apalagi sudah 16 tahun lamanya tim putra Indonesia tak berada di partai puncak. Tim putra Indonesia terakhir kali merebut emas Asian Games beregu pada tahun 1998 di Bangkok, Thailand.

"Pertama-tama kami bersyukur karena tim Indonesia bisa ke final dan kami menyumbang poin. Kami main enjoy dan rileks, kami tidak terbebani karena Indonesia sudah unggul 2-1, jadi mainnya enak. Kami ingin skornya 3-1 saja. Kami belum pernah menang lawan mereka, ini menjadi motivasi sendiri buat kami," tutur Fajar dalam konferensi pers usai pertanding.

Badminton putra lolos ke final, menuntaskan penantian panjang 16 tahun © 2018 brilio.net

Sementara itu, Kepala Pelatih Ganda Putra PBSI Herry Iman Pierngadi yang merayakan hari ulangtahunnya pada hari Selasa (21/8), sempat berharap kado ulang tahun berupa medali emas. Ia pun berharap badminton beregu putra bisa menyumbangkan emas. 

"Kami bersyukur bisa ke final, kalau nggak salah Indonesia sudah 16 tahun nggak ke final. Suatu kebanggaan untuk tim putra, khususnya tim ganda putra bisa menyumbang angka.  Di final melawan Tiongkok, kami mohon doa dan dukungan semuanya, semoga Istora lebih penuh lagi," kata Herry dikutip brilio.net dari laman PBSI.

Di babak final, tim putra akan berhadapan dengan Tiongkok. Tim Tiongkok ke partai puncak setelah mengalahkan Taiwan dengan skor 3-1.