Brilio.net - Tinggal beberapa jam lagi pesta olahraga Asian Games ke-18 yang digelar di Jakarta dan Palembang akan berakhir. Berbagai rekor pun sukses diukir para atlet dari berbagai cabang olahraga.

Salah satunya datang dari cabor lari 100 meter. Pelari asal China, Su Bingtan berhasil menjadi orang tercepat di Asia dengan torehan waktu 9,92 detik, lebih cepat 0,01 detik dari milik Femi Suen Ogunode pada Asian Games 2014.

Tak hanya rekor yang dimiliki para atlet, gelaran Asian Games 2018 ini juga begitu istimewa bagi Indonesia. Selain menjadi tuan rumah untuk ke-2 kalinya setelah 56 tahun silam, capaian rekor banyak diukir para atlet untuk Tanah Air yang membuat publik makin dibuat bangga.

Penasarankan rekor apa saja yang dicapai Indonesia di Asian Games 2018? Yuk simak delapan rekor yang dipecahkan Indonesia di Asian Games 2018 seperti dilansir brilio.net dari berbagai sumber, Minggu (2/9). Bikin bangga banget nih!

1. Perolehan medali terbanyak sepanjang sejarah.

Loading...

Rekor Indonesia di AG  © 2018 brilio.net

foto: asiangames2018.id

Indonesia pertama kali berpartisipasi dalam Asian Games pada 1951 yang digelar di New Delhi, India. Sejak saat itu, kontingen Indonesia tak pernah absen mengirim wakilnya untuk mengikuti pesta olahraga terbesar se-Asia ini.

18 kali berpartisipasi di Asian Games, Asian Games ke-18 menjadi pencapaian terbaik Merah-Putih sepanjang sejarah dengan perolehan medali terbanyak. Hingga Minggu (2/9), Indonesia masih bertengger di posisi 4 klasemen sementara dengan total 98 medali (31 emas, 24 perak dan 43 perunggu).

Sebelumnya, pencapaian terbaik Indonesia saat Asian Games 1962 yang digelar di Jakarta, saat itu Indonesia berhasil mnengumpulkan 21 emas, 26 perak dan 30 perunggu dengan total 77 medali. Sedangkan di Asian Games Incheon 2014, Indonesia berada di peringkat 17 dengan 4 emas, 5 perak dan 11 perunggu.

2. Jonatan Christie menyudahi puasa gelar tunggal putra.

Rekor Indonesia di AG  © 2018 brilio.net

foto: inasgoc/antara

Meskipun tidak diunggulkan dalam perolehan medali emas di cabang olahraga bulutangkis, namun penampilan gemilang Jonatan Christie berhasil menorehkan sejarah baru bagi Indonesia. Kemenangannya atas wakil Taipe, Chou Tienchen pada partai final nomor perorangan tunggal putra.

Keberhasilan Jojo tersebut menyudahi puasa gelar di sektor tunggal putra Indonesia sejak Asian Games 2006. Selain itu, Jojo juga mencatat namanya sebagai peraih medali emas tunggal muda termuda sepanjang sejarah.

3. Pengulangan all Indonesian final di bulutangkis.

Rekor Indonesia di AG  © 2018 brilio.net

foto: inasgoc/antara

Dalam partai final nomor perorangan ganda putra, Indonesia berhasil menyajikan all Indonesian final dengan mempertemukan pasangan Marcus Gideon/Kevin Sanjaya dan Fajar Alfian/Rian Ardianto. Hal serupa juga pernah terjadi pada Asian Games 1974 di Tehran, Iran di mana kedua ganda putra terbaik Indonesia saat itu bertemu di partai puncak.

4. Gelar juara ganda putra tiga kali berturut-turut.

Rekor Indonesia di AG  © 2018 brilio.net

foto: inasgoc/antara

Keberhasilan pasangan ganda terbaik dunia, Marcus Gideon/Kevin Sanjaya dalam meraih medali emas berhasil mempertahankan gelar juara ganda putra sejak Asian Games 2010.

5. Akhiri puasa gelar selama 52 tahun di nomor estafet.

Rekor Indonesia di AG  © 2018 brilio.net

foto: inasgoc/antara

Perjuangan luar biasa tim Indonesia di cabor atletik nomor lari estafet 4x100 meter berhasil membuat tim yang beranggotakan Lalu Muhammad Zohri, Eko Rimbawan, Fadlin dan Bayu Kertanegara mempersembahkan medali perak setelah menunggu selama 52 tahun lamanya bagi Merah-Putih.

6. Tinju Putri Indonesia cetak rekor.

Rekor Indonesia di AG  © 2018 brilio.net

foto: inasgoc/antara

Menghadapi wakil Thailand dalam perebutan medali perunggu, petinju putri Indonesia, Huswatun Hasanah berhasil memenangkan pertandingan dan berhak atas medali perunggu. Pencapaian tersebut membuat nama Huswatun tercatat sebagai petinju putri Indonesia pertama yang meraih medali di ajang Asian Games.

7. Tim bulutangkis putra ke final setelah 16 tahun.

Rekor Indonesia di AG  © 2018 brilio.net

foto: inasgoc/antara

Meskipun kalah dari China dengan skor 1-3 pada partai final cabor bulutangkis nomor beregu putra, namun penampilan timnas bulutangkis Indonesia berhasil menyudahi penantian setelah 16 tahun lamanya.

Ya, terakhir Indonesia mencicipi final beregu putra pada Asian Games 2002 di Busan, Korea Selatan dan berhak atas medali perak setelah dikalahkan tuan rumah dengan skor 1-3.

8. Medali emas sepak takraw pertama Indonesia sepanjang sejarah.

Rekor Indonesia di AG  © 2018 brilio.net

foto: inasgoc/antara

Berhasil mengalahkan Jepang lewat tiga game pada partai final sepak takraw putra di nomor quadrant, Saiful Rijal dkk berhasil mempersembahkan medali emas ke-31 bagi kontingen Merah-Putih.

Kemenangan tim sepak takraw Indonesia tersebut menjadi yang pertama semenjak pertama kali dipertandingan pada Asian Games 1990 di Beijing China. Sebelumnya, capaian terbaik tim sepak takraw Indonesia hanyalah medali perunggu. Sedangkan di Asian Games 2018, tim Indonesia berhasil mempersembahkan 1 emas, 1 perak dan 2 perunggu di cabor sepak takraw.