Brilio.net - Berbelanja batik dan segala macam pernak-pernik khas Jogja di Pasar Beringharjo memang selalu menarik. Banyak pilihan dengan harga yang bisa ditawar. Puas berbelanja, giliran memanjakan lindah karena di sana juga tersedia aneka kuliner, mulai dari menu yang itu-itu saja sampai yang enggak biasa.

Gudeng sudah pasti biasa banget. Nasi pecel bisa bikin sendiri di rumah. Bakso, mie ayam sudah keseringan. Bakpia enggak bisa bikin kenyang.

Nah, ada yang tidak biasa, salah satunya sate kere. Kamu yang asli Jogja atau Solo, pasti sudah mengenal menu ini. Di Pasar Beringharjo, untuk menikmati sate ini kamu bisa datang ke Sate Nyoss Daging Sapi alias Sate Kere ala Ibu Suwarni.

Sate kere Pasar Beringharjo, kepul asapnya aja enak apalagi rasanya

Sate kere di Pasar Beringharjo ini terbuat dari gajih sapi yang dibumbui rempah dan dibakar lalu disajikan dengan bumbu kecap manis. Tak hanya gajih yang menjadi favorit, ada kulit ayam dan sisipan daging (sandang lamur) yang bisa kamu pilih. Di Solo, ada juga sate kere tapi terbuat dari bahan dasar yang berbeda, yaitu tempe gembus dan menggunakan kuah santan.

Loading...

Sate kere di Jogja mempunyai ciri khas tersendiri yaitu kipas untuk memanggang sate dan kepulan asap yang luar biasa menyengat. Kepulan asap inilah yang justru menciptakan aroma harum dan gurih. Tak jarang para pelanggan Suwarni rela datang jauh-jauh dari luar Jogja hanya untuk menikmati sate kere buatannya.

Langgananku werno-werno, seko pegawai pemerintah nganti wali kota Jogja remen jajan mriki (Pelanggan saya bermacam-macam, mulai dari pegawai pemerintah sampai wali kota Jogja senang beli sate kere di sini),” kata Suwarni saat ditemui brilio.net.

Uniknya, Suwarni yang kini sudah berusia 60 tahun ini menjajakan sate kere masih menggunakan pakaian adat Jawa yaitu kebaya. Setiap hari, mulai pukul 11.00 WIB hingga 16.00 WIB Suwarni duduk di kursi kecil atau dingklik sembari menawarkan sate kere dan menyapa para pembeli dengan ramah.

Sate kere Pasar Beringharjo, kepul asapnya aja enak apalagi rasanya

“Mulai dari Pasar Beringharjo lama sampai sekarang, saya sudah berjualan di sini,” tambah wanita yang tinggal di daerah Cokrodirjan, Yogyakarta.

Di tengah zaman yang serba modern ini, pilihan kuliner makin beragam dan makin cepat dalam penyajiannya. Kuliner Jogja sate kere ini terbukti masih eksis dan masih banyak diminati.

Warisan nenek moyang yang masih terus dilestarikan hingga kini oleh Suwarni, selayaknya didukung agar kuliner khas ini tidak musnah. Caranya tentu tidak dengan harus membuat sate kere, tapi cukup dengan mampir di sebelah selatan Pasar Beringharjo lalu nikmatilah sate kere di sana. Selamat mencoba ya!