Brilio.net - Kota Purworejo, Jawa Tengah ternyata menyimpan banyak potensi, tidak hanya wisata kuliner dan wisata keindahan alam yang ada di Kecamatan Kaligesing, di pusat kota juga terdapat destinasi unik untuk potong rambut. Di tempat itu puluhan kios potong rambut berjejer rapi di bawah pohon asem yang rindang, yang membuatnya disebut Salon Sorsem (Ngisor Asem/bawah pohon asem).

Menurut Budi (33), salah seorang tukang cukur yang telah berpraktek di tempat itu sejak tahun 1999, di sana terdapat lebih dari 40 orang tukang cukur rambut. "Wah kalau di sini memang pusatnya tukang cukur di Purworejo, sudah legendaris. Ada kali 40 orang tukang cukur di sini," katanya kepada brilio.net, Minggu (14/6).

Salon Sorsem, tempat rujukan potong rambut warga Purworejo

Meski berjubel, Budi mengisahkan tak ada kios yang sepi dari pelanggan yang ingin merapikan rambutnya. Kawasan yang mulai ditempati para tukang cukur sejak awal tahun 1990-an ini pun sepi dari persaingan. "Di sini sudah punya pelanggan masing-masing mas, lha wong orang hampir dari seluruh penjuru Purworejo kalau cukur di sini, sudah berapa kepala itu," ujarnya sembari terkekeh.

Pria asal Wonotulus itu menambahkan, setiap harinya per tukang cukur bisa kedatangan tak kurang dari 20 orang, itu di hari biasa. "Apalagi kalau hari Sabtu, Minggu, mau puasa atau mau tahun ajaran baru anak sekolah, 30 sampai 40 orang bisa kali mas yang datang," tambahnya.

Loading...

Saking terkenalnya tempat sejuk ini sebagai pusatnya tukang cukur, artis Pepi pun dituturkan oleh Budi pernah bercukur di sini pada tahun 2007 lalu. Oiya, tarif semua tukang cukur di sini sama, Rp 10.000 saja. Gimana, tertarik nyobain Salon Sorsem yang unik ini?

BACA JUGA:

Sabun kecantikan ini terbuat dari lumpur kawah Dieng, mau coba?

VIDEO: Kecantikan bukan dari fisik saja

Tak bisa melihat sejak lahir, wanita ini maknai kecantikannya, bikin haru!

Susu kedelai simpan khasiat untuk kecantikan kulit

8 Standar unik kecantikan wanita di dunia

Rahasia kecantikan 7 bintang top Hollywood yang bikin kamu heran