×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Persahabatan wanita Yahudi dan Muslim asal Bantul yang menginspirasi

View Image

0

BRILIO » News

Persahabatan wanita Yahudi dan Muslim asal Bantul yang menginspirasi

Wendy suka ketika mendengar suara pria yang memberi isyarat warga desa untuk beribadah (adzan).

19 / 11 / 2015

Brilio.net - Persahabatan sejati memang tidak mengenal suku, agama maupun ras. Dan ternyata ada kisah persahabatan yang mengharukan dan dapat menginspirasi kita semua. Kisah ini datang dari seorang wanita Yahudi yang menceritakan pengalamannya bersahabat dengan wanita Muslim asal Bantul, Yogyakarta yang kemudian ditulisnya dalam huffingtonpost.

Wanita bernama Wendy E. Simmons sebagaimana dikutip brilio.net, Kamis (19/11) adalah seorang fotografer dan traveler yang gemar berkeliling dunia. Baginya, traveling adalah cara untuk mengenal manusia dari berbagai latar belakang sosial, ekonomi, dan tentunya agama.

Pada bulan Agustus 2014, Wendy memutuskan untuk mengunjungi Indonesia lebih tepatnya di Desa Tembi, Bantul, Yogyakarta. "Selain tinggal di sana, saya juga mengambil kelas privat yoga dari seorang wanita bernama Sosio. Dari situlah perkenalan saya dengan wanita Muslim itu bermula," tulis Wendy.

"Sosio adalah wanita asal Jawa Barat namun sudah tinggal di Jogja selama 20 tahun terakhir. Dari situlah aku merasa, betapa gambaran media tentang muslim itu sangat berbeda. Dia melihat bagaimana umat muslim itu sangat menjunjung toleransi.

Dia Muslim, aku Yahudi. Dia menjaga tubuhnya mulai dari kepala hingga kaki sementara aku tidak. Walau begitu dia tidak pernah menghakimiku, kami bersahabat layaknya sudah kenal sejak lama," lanjut Wendy

Loading...

Tinggal di Jogja Wendy merasakan pelajaran yang berharga. Pelajaran indah ketika seorang Yahudi dan Muslim dapat menemukan kedamaian batin bersama melalui yoga. Mereka banyak berbicara mengenai kehidupan masing-masing dan juga keheranan mereka akan politik yang bisa memecah belah agama.

"Aku sangat menyukai suasana di Desa Tembi, bahkan aku sangat suka ketika mendengar suara pria yang memberi isyarat warga desa untuk beribadah (adzan). Walaupun saya sudah meninggalkan Jogja, tapi kami tetap berteman dan berhubungan via Facebook," pungkas Wendy.







Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    67%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    33%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave more