Brilio.net - Menjadi dewasa berarti mau memikul tanggung jawab yang sebelumnya tak pernah dirasakan, bekerja misalnya. Setiap orang dewasa harus bekerja untuk bisa terus melangsungkan hidupnya. Jalan itulah yang harus dirasakan Winda Oktavia (19), mahasiswi perhotelan asal Krui, Lampung. Ia yang sekarang magang kerja sebagai waitress di Hotel Seven, Lampung merasakan betapa kerja itu berat dan membuat dirinya makin menghargai kerja keras orangtua yang banting tulang mencari nafkah.

Kisah kerja pertama Winda di Hotel Seven dimulai pada 7 Desember 2015 lalu. Selama 3 bulan ke depan rencananya dirinya akan menjalani kerja magang di restoran yang berada di hotel bintang empat tersebut. Ia menceritakan, hari pertama masuk kerja sama sekali bukan yang selama ini ia bayangkan. Kenapa?

"Hari pertama kerja pokoknya capek banget. Berangkat jam 7 pagi dan pulangnya jam 6 sore. Capek hati sama capek tubuh, kaki kayak mau copot," ungkapnya kepada brilio.net melalui Story Telling bebas pulsa di nomor 0800-1-555-999, Selasa (15/12).

Winda yang selama ini hanya mendapat pelatihan teori dari tempatnya berkuliah, begitu kaget ketika dia mempraktikannya di restoran Hotel Seven. Di hari pertama dia sudah ditugaskan untuk membantu set up dan clear up sarapan untuk para tamu hotel.

Pengalaman pertama kerja, menyadarkan Winda arti kerja keras orangtua

Loading...

Winda pun mengaku punya kisah lucu yang sedikit menjengkel buatnya. "Saya kan orang baru, bingung kayak orang gila. Diajarinnya sedikit selebihnya melongo aja karena yang lain juga sibuk dengan jobdesknya masing-masing. Udah gitu, waktu clear up sarapan dari tamu, saya kan ngambil piring dari meja, eh sendok dan garpunya malah jatuh," tambahnya seraya terkekeh.

Bukan itu saja, di suatu kesempatan ia pernah melakukan hal konyol yang bikin dirinya malu berat. "Bayangkan saja, saya keliru ketika ada pengunjung yang minta tea cup (cangkir teh), tapi saya malah memberinya soup cup (mangkok sup). Sampai-sampai si pengunjung itu mengambil sendiri dan bilang ke saya, 'ini lho tea cup'," Winda melanjutkan.

Winda mengisahkan, selama tiga hari pertama kerja, ia merasa uring-uringan karena capek banget dan apa yang dikerjakannya tidak seperti bayangannya dulu. Namun dari situlah, ia menemukan arti kerja keras.

"Hari keempat saya dibriefing dan dikasih motivasi oleh Food & Baverage Manager kalau di realita memang capek, tapi ilmunya dapat. Lagian kalau mau mundur malu sama orangtua yang sudah kerja keras mengkuliahkan saya," tutupnya.