Brilio.net - Olahraga tidak hanya dipandang sebagai kebutuhan fisik untuk tetap sehat. Lebih dari itu, telah berabad-abad lamanya olahraga menjadi ajang pertandingan di seluruh dunia.  Ada satu rahasia yang mungkin jarang terungkap. Bagaimana beberapa negara dominan di salah satu cabang olahraga tertentu. Nah, salah satu rahasia itu adalah metode HAT atau High Altitude Training.

Dirangkum dari berbagai sumber oleh brilio.net, Jumat (8/1), High Altitude training atau Altitude Training adalah praktik latihan yang dilakukan oleh atlet di atas ketinggian tertentu, biasanya diatas 2.400 meter atau 8.000 kaki di atas permukaan laut. Latihan seperti ini memberikan efek doping yang legal, dikarenakan akan meningkatkan massa sel darah merah dan hemoglobin, dan juga mengubah metabolisme otot.

Metode HAT, metode latihan fisik di ketinggian yang bisa kamu cobafoto: drpeterlarkins.com

Lalu bagaimana metode ini bisa membuat atlet tertentu menjadi sangat dominan di cabang olahraga tertentu?

Awal mula ditemukannya metode HAT adalah peristiwa yang terjadi pada Olimpiade 1968 yang berlangsung di Mexico City, Meksiko. Ketinggian Mexico City adalah 2.240 meter (7.349 kaki) dari permukaan laut. Pada saat itu banyak atlet dari cabang olahraga yang mengandalkan endurance seperti cabang olahraga lari mengalami penurunan stamina dan bahkan tidak bisa mencapai target catatan waktu seperti dalam latihan mereka.

Loading...

Hal ini dikarenakan mereka kekurangan oksigen yang mengakibatkan tubuh menjadi lemas. Lalu akhirnya diadakanlah penelitian dan munculah metode HAT yang digunakan sampai sekarang.

Metode HAT, metode latihan fisik di ketinggian yang bisa kamu coba

foto: trainingmask-eg.com

Berlatih di ketinggian dapat memicu manfaat fisik dan mental yang akan bertahan selama beberapa minggu setelah kita kembali ke dataran permukaan laut. Ini dikarenakan tingkat EPO (erythropoietin), hormon yang menstimulasi produksi sel darah merah, melonjak ke batas maksimum dalam kurun waktu 24 sampai 48 jam sejak kita tiba di dataran tinggi.

Studi terhadap atlet elit menunjukan level hemoglobin dapat meningkat sekitar 1% per minggu saat mereka berada di dataran tinggi. Penemuan terbaik yaitu ketika atlet non-elit, yang memiliki level hemoglobin rendah sejak awal, akan mengalami peningkatan yang lebih besar dan cepat dibanding atlit elit.

Ketika atlet tersebut bertanding di dataran rendah, tubuhnya masih memiliki jumlah hemoglobin yang tinggi. Dengan kata lain tubuhnya dengan mudah mengikat oksigen. Hal ini mengakibatkan endurance sang atlet meningkat. Tidak hanya itu aja, menurut penelitian lanjutan, metode HAT juga merangsang penggunaan oksigen lebih efisien pada otot. dengan kata lain, strenght atau kekuatan sang atlet juga meningkat.

Bagaimana guys? Tertarik untuk mencoba metode HAT? Para prakitisi menyarankan jika ingin menggunakan metode ini, para pemula disarankan menggunakan personal trainer yang paham tentang metode ini.