×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Kisah Mbah Samijem, sebatang kara karena suaminya direbut sepupu

View Image

0

BRILIO » News

Kisah Mbah Samijem, sebatang kara karena suaminya direbut sepupu

Ditinggal begitu saja tanpa ada nafkah, Mbah Samijem harus berjuang keras memenuhi kebutuhannya. Apalagi juga memiliki tanggungan cicilan rumah.

20 / 04 / 2015

Brilio.net - Perjuangan hidup Mbah Samijem (72) yang cukup berliku memang tidak seberuntung orang lain. Wanita tua ini telah lama berjuang hidup sebatang kara, tanpa suami ataupun anak.

Kisah pahit nenek asal Wonogiri, Jateng ini dimulai ketika dia menikah dengan pria asal Yogyakarta puluhan tahun silam. Awal rumah tangga mereka memang baik-baik saja walaupun belum dikaruniai seorang anak. Pasangan tersebut kemudian bertempat tinggal di kawasan Perumahan Nasional di daerah Condongcatur, Sleman, DIY.

Prahara mulai terjadi ketika Mbah Samijem mengizinkan seorang sepupu wanitanya untuk tinggal bersama mereka. Sang suami ternyata menyalahgunakan kepercayaan tersebut. Pria tersebut berselingkuh dengan sepupu Mbah Samijem dan meninggalkan Mbah Samijem dengan seluruh cicilan rumah yang belum terlunasi.

BACA JUGA: Sebatang kara, Mbah Samijem usir kesepian lewat koleksi foto anak kost

"Saya ndak marah, biar saja biar Allah yang membalas. Makanya saya sering nasehati anak-anak muda kalau pacarnya diambil orang, ya sudah biarkanlah," ujarnya.

Loading...

Ditinggal begitu saja tanpa ada nafkah sedikit pun, Mbah Samijem harus berjuang keras memenuhi kebutuhannya. Apalagi dia juga memiliki tanggungan cicilan rumah yang seharusnya menjadi tanggungan suaminya. Mulai dari berjualan makanan kecil, memelihara ayam dan menjual ayamnya saat Lebaran, berjualan lotek, bahkan menjadi tukang bersih-bersih kamar kost.

Perjuangan Mbah Samijem tidak sia-sia, dia berhasil melunasi cicilan rumah tersebut walau membutuhkan waktu berpuluh-puluh tahun lamanya. Namun kelegaan Mbah Samijem hanya bertahan sejenak, sang mantan suami datang kembali hendak mengambil sertifikat rumah yang memang masih menjadi atas namanya.

Saking ketakutannya, Mbah Samijem sampai menitipkan sertifikat rumah tersebut ke orang lain yang dia percaya. Dia khawatir jika suatu saat mantan suaminya datang dan merebut paksa sertifikat rumah tersebut. "Ini harta saya satu-satunya, saya nggak punya siapa-siapa lagi kalau ini diambil saya mau tinggal di mana," katanya lagi.

Beruntunglah Mbah Samijem masih memiliki anak-anak kost yang sudah dia anggap sebagai anaknya sendiri. Mereka bahkan siap menjadi pembela Mbah Samijem jika mengalami kesulitan. Mbah Samijem sendiri sangat sayang kepada mereka, dia bahkan memiliki tembok khusus untuk menempel foto semua anak kost yang pernah diurusnya.

HOT NEWS:

7 Makanan ini ternyata bertambah lezat sesudah dibekukan

Balita ini menjadi manusia termuda yang diawetkan karena kanker otak

Ini dia makanan dan atau minuman 'pendingin' kala mulutmu 'terbakar'

Mengenal Yoshi Sudarso, ranger biru Power Rangers asal Indonesia

9 Kesalahan mandi yang mungkin sering kamu lakukan





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    67%

  • Ngakak!

    33%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave more