Brilio.net - Ketika Umar bin Khattab mengutusnya ke Basrah untuk menjadi amir dan gubernur, banyak orang yang heran dan bertanya-tanya. Ia diutus untuk mengajarkan Alquran dan sunnah nabi serta membersihkan jalan hidup manusia. Orang-orang pun bertanya-tanya siapakah sosok yang datang ke Basrah tersebut?

Ia adalah Abdullah bin Qois yang dijuluki Abu Musa Al-Asy'ari. Ia meninggalkan negeri dan kampung halamannya, Yaman, menuju Makkah setelah mendengar munculnya Rasul yang menyerukan tauhid, menyeru kepada Allah dengan penalaran dan memerintahkan akhlak terpuji.

Dikutip brilio.net dari buku 60 Orang Besar di Sekitar Rasulullah SAW karya Khalid Muhammad Khalid, Selasa (30/6), saat berada di Makkah, Abu Musa Al-Asy'ari menghabiskan waktunya untuk menerima ajaran Rasulullah berupa petunjuk dan keyakinan. Ia pun lantas kembali ke negerinya dengan membawa kalimah Allah, kemudian kembali kepada Rasulullah SAW saat beliau selesai menaklukkan Khaibar.

Saat itu, Abu Musa Al-Asy'ari tak datang sendirian, ia membawa serta 50 orang penduduk Yaman yang ia ajari Islam dengan didampingi dua saudaranya, Abu Ruhm dan Abu Burdah. Rasulullah SAW kemudian menamai utusan ini, bahkan seluruh pengikut Abu Musa AL-Asy'ari dengan Al-Asy'ariyyun.

Sejak saat itu Abu Musa mendapatkan posisi yang luhur di antara kaum muslimin yang ditakdirkan menjadi sahabat Rasulullah SAW. Murid-muridnya pun ditakdirkan menjadi pembawa syariat Islam bagi seluruh dunia dalam semua masa dan generasinya.

Loading...

Abu Musa adalah seorang prajurit yang gagah berani dan pejuang yang kukuh jika terpaksa harus berperang. Ia adalah seorang yang cinta damai. baik hati, dan rendah hati hingga mencapai tingkatan yang paling tinggi.

Ia adalah seorang yang ahli fikih, bijak, cerdas, dan pemikirannya membuka jalan keluar dari persoalan-persoalan sulit. Semasa Rasulullah SAW, ia dan Mu'adz ditugaskan untuk memimpin Yaman. Setelah Rasulullah wafat, ia kembali ke Madinah untuk mengemban tanggung jawab jihad yang dilakoni kaum muslimin melawan Romawi dan Persia.

Saat masa pemerintahan Umar bin Khattab, ia ditugaskan sebagai gubernur Basrah. Sedangkan era kekhalifahan Utsman memberinya tugas di Kufah. Ia adalah seorang ahli Alquran dari segi hafalah, pemahaman, dan pengamalan.

PERLU JUGA KAMU BACA:

Ini penyebab kekalahan umat Muslim di Perang Uhud

Kisah Nabi Zakaria, tak henti-hentinya berdoa akhirnya dikaruniai anak

Ini asal usul nama Muhammad

Bukan Khadijah cinta pertama Muhammad, tapi ini lho wanita itu

Di zaman Muhammad SAW, imsak ditandai selesainya bacaan Qur'an 50 ayat

Undian yang menyelamatkan ayah Muhammad SAW

Pemuda ini lebih memilih Muhammad daripadanya orangtuanya sendiri

 

SERBA-SERBI WALI SONGO DAN ISLAM DI JAWA:

Kisah terenyuh Sunan Giri, saat bayi dibuang ke laut oleh kakeknya

Kisah Wali Sanga, alat musik tradisional bikin orang masuk Islam

'Tapa ngeli', cara Sunan Muria menyebarkan ajaran Islam

Ternyata Fatahillah bukan Sunan Gunung Jati, ini penjelasannya

Ini asal usul falsafah dahsyat Moh Lima besutan Sunan Ampel

Tokoh punakawan, peninggalan Sunan Kalijaga sewaktu berdakwah

Kisah Sunan Kudus yang berhasil sembuhkan wabah penyakit di Arab

Shalat minta hujan Sunan Gresik selamatkan gadis yang akan jadi tumbal

Ini penjelasan kenapa semua Wali Songo terletak di pesisir utara Jawa

Begini ceritanya kenapa Raden Paku akhirnya bisa dipanggil Sunan Giri

Kisah Sunan Drajat yang selamat setelah ditolong ikan cucut

Ingin hidup damai? Terapkan Catur Piwulang ajaran Sunan Drajat ini