Brilio.net - Warga Desa Karangmojo, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah boleh berbangga hati. Sebab, desa mereka dijadikan model keberhasilan pelaksanaan program keluarga berencana (KB). Tidak main-main, bukan sekadar di tingkat nasional, tetapi kelasnya sudah internasional.

Terbukti, Desa Karangmojo dikunjungi sejumlah perwakilan dari 14 negara di dunia peserta International Conference on Family Planning (ICFP), Jumat (22/1). Mereka  ingin menyaksikan langsung keberhasilan program KB di daerah itu. Acara ICFP ke-4 sendiri sejatinya bakal digelar di Bali pada 25-28 Januari 2016.

Keberhasilan program KB di Kabupaten Karanganyar yang sudah tersiar hingga belahan dunia lain ini tak lepas dari program Advance Family Planning (AFP) yang dilakukan sejak 2012 silam. Program ini merupakan inisiatif global berbasis pendekatan bukti nyata untuk meningkatkan program KB.

Boleh jadi bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, KB menjadi traumatik tersendiri. Malah ada yang menganggap hal ini seperti kembali ke masa Orde Baru. Namun, tidak demikian untuk Kabupaten Karanganyar. Program KB justru menjadi jalan untuk membangun keluarga berkualitas dengan mengedepankan perencanaan, jumlah anak yang dikendalikan.

BACA JUGA: Kebijakan dua anak cukup PM Lee Kuan Yew mirip program KB Indonesia

Loading...

Mengetahui desanya bakal dikunjungi masyarakat luar negeri, warga pun terlihat antusias. Sehari sebelum kunjungan dilakukan, sebagian mereka berkumpul dan menyiapkan segala sesuatunya di kantor kelurahan. “Kita merasa bangga dan senang desa kami yang kacil ini bisa didatangi tamu-tamu dari luar negeri. Kami ini membawa nama baik Indonesia loh. Para kader KB nanti akan tambah semangat. Pemerintah kabupaten pun sduah menunjukkan komitmennya misalnya lewat alokasi anggaran,” ujar Camat Tasikmadu Suhardi kepada brilio.net.

Sukses ini juga tak lepas dari peran Bupati Karanganyar Juliyatmono yang begitu besar menaruh perhatian pada peningkatan pembangunan KB di wilayahnya. Terbukti, sejak memimpin Karanganyar, Juliyatmono sudah menerbitkan lima kebijakan untuk mendukung pelaksanaan program KB, termasuk regulasi terkait penggunaan dana desa (Peraturan Bupati No 41).

BACA JUGA: Dipasang di lengan, tapi kok bisa susuk KB cegah kehamilan?

Tak heran jika anggaran KB di wilayah ini pada 2015 mencapai Rp 1,1 miliar. Padahal, pada 2011 baru Rp 96 juta saja. Kini 162 desa di Kabupaten Karanganyar telah membentuk Tim KB Desa dengan rencana alokasi anggaran untuk program KB sebesar Rp 3-5 juta per desa per tahun.

Wajar jika Yayasan Cipta Cara Padu (YCCP), mitra lokal program AFP dan Improving Contraceptive Method Mix (ICMM) di Indonesia, mengusung Kabupaten Karanganyar sebagai salah satu contoh konkret keberhasilan daerah dalam pembangunan KB di mata dunia. Luar biasa!.