Brilio.net - Sampai saat ini, para ahli medis dunia masih terus berusaha untuk menemukan formula terbaik untuk menyembuhkan kanker, salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Dalam sebuah studi terbaru, ditemukan bahwa pengobatan kanker ternyata akan lebih efektif jika ditambahkan aspirin.

Aspirin atau pereda rasa sakit bekerja untuk menekan molekul kanker yang memungkinkan tumor kebal terhadap pertahanan sistem kekebalan tubuh. Para ahli kini mengaku sangat gembira dengan penemuan tersebut. Dengan hanya menambahkan obat yang sangat murah, proses pengobatan kanker kini menjadi lebih efektif.

Namun, mereka tetap mengingatkan bahwa hasil penelitian tersebut masih membutuhkan uji coba lebih lanjut sebelum aspirin diberikan kepada pasien secara rutin.

Setelah dilakukan tes laboratorium, sel kanker usus, payudara, dan kulit akan lebih banyak menghasilkan molekul bernama prostaglandin E2 (PGE2). Dengan adanya aspirin, produksi molekul ini akan diblokir. Selain itu, kombinasi obat kanker dan aspirin akan memperlambat pertumbuhan kanker usus dan kulit.

"Kami telah membuktikan bahwa kanker menghasilkan PGE2 sebagai cara untuk melarikan diri sistem kekebalan tubuh," kata Caetano Reis e Sousa, profesor sekaligus ketua tim peneliti dari Francis Crick Institute di London, seperti dilansir brilio.net dari telegraph, Jumat (4/9).

Loading...

"Jika Anda dapat menghentikan kemampuan sel-sel kanker untuk memproduksi PGE2, Anda secara efektif mengangkat pelindung ini dan melepaskan kekuatan penuh dari sistem kekebalan tubuh.

Sementara itu, Profesor Peter Johnson, kepala klinik di Cancer Research, Inggris yang mendanai studi tersebut mengatakan, PGE2 beraksi di banyak sel berbeda dalam tubuh, dan studi ini menemukan bahwa molekul tersebut akan meminta sistem kekebalan tubuh untuk mengabaikan sel kanker.

"Ketika Anda menghentikan sel kanker untuk memproduksi PGE2, sistem imun tubuh akan berfungsi kembali untuk menyerang dan membunuh tumor. Ini memang masih dalam tahap awal namun dapat membantu membuat imunoterapi kanker lebih efektif, memberikan hasil yang mengubah hidup untuk pasien," imbuhnya.