×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Aku bertahan demi keluarga dan anak kami, kisah curhatan seorang istri

View Image

0

BRILIO » News

Aku bertahan demi keluarga dan anak kami, kisah curhatan seorang istri

Mereka mengawali semuanya dengan cinta kenapa harus berakhir dengan pertengkaran.

04 / 02 / 2016

Brilio.net - Membina kehidupan rumah tangga bukanlah perkara mudah. Ada dua kepala yang harus disatupadukan dalam menghadapi permasalahan yang senantiasa muncul. Butuh komunikasi yang baik dan hati yang tak dikuasai ego untuk mengatasi tiap jalan yang curam dalam jalannya rumah tangga.

Apalagi pernikahan antara dua orang yang masih berusia belia. Pernikahan yang dibayangkan akan sangat indah ternyata penuh dengan problematika. Tapi, selalu ada jalan keluar untuk semua kesulitan begitu juga dengan kesulitan dalam bahtera rumah tangga.

Hal inilah yang dirasakan oleh Yanti, bukan nama sebenarnya, perempuan asal Magelang ini tengah menghadapi kehidupan rumah tangga yang pelik. Semua berawal dari pernikahannya dengan seorang lelaki yang telah menjadi kekasihnya selama satu tahun.

"Saya ini dari keluarga kurang mampu, sekolah juga cuma sampai SMP. Habis itu saya kerja di Jogja, di sana saya ketemu sama cowok, orang Sumatera. Kami kenalan, terus saling suka," cerita Yanti Brilio.net melalui layanan story telling bebas pulsa ke 0-800-1-555-999, Selasa (2/2).

Sebulan setelah perkenalan, Irfan, nama samaran mengajak Yanti untuk ikut ke Sumatera. Yanti menolak, dia baru mau dibawa ke Sumatera kalau mereka sudah menikah.

Loading...

Irfan kemudian meminta ibunya di Sumatera untuk melamar Yanti. Tak membutuhkan proses lama, pernikahan itu berjalan setelah mereka menjalin hubungan selama satu tahun. Usia yanti 17 tahun waktu itu dan Irfan berusia 21 tahun.

"Setelah setahun kenal, kami nikah di Magelang. Habis nikah saya dibawa ke Sumatera. Saya di sana 18 bulan, karena saya sudah hamil besar saya pulang ke Magelang karena saya nggak mau melahirkan di sana. Soalnya saya pengen di dekat keluarga, dia juga ikut saya pulang ke Magelang," ungkap Yanti.

Setelah kembali ke Magelang dan melahirkan putri pertama mereka, sifat suaminya berubah. Dia menjadi cuek, dingin, dan tak mempedulikan perasaannya.

"Dia banyak berubah, dia jadi nggak perhatian, cuek, nggak memperhatikan perasaan saya. Belum lagi ditambah dengan masalah ekonomi. Dia kerja semaunya sementara kebutuhan kami tambah banyak," ungkap dia.

Akhirnya Yanti memutuskan untuk bekerja sebagai karyawan swasta untuk menambah penghasilan. Selama kerja dia menitipkan putrinya pada kakaknya perempuan. Bukannya menyelesaikan masalah, tapi keputusan Yanti justru menambah masalah. Karena intensitas waktu jarang bertemu, ternyata Irfan tanpa sepengetahuannya menjalin hubungan dengan teman Yanti sendiri.

"Saya tahu dari teman saya sendiri malah, pas dia main ke rumah saya. Pokoknya perasaan saya campur aduk, tapi saya nggak mau rumah tangga kami berantakan," kisah Yanti.

Yanti yang juga masih sangat muda akhirnya berbagi kisah pilunya dengan seorang lelaki yang merupakan teman lamanya. Irfan yang mengetahui hal ini marah besar. Yanti meminta maaf, tapi Irfan enggan memberi maaf sebelum dipertemukan dengan lelaki tersebut.

"Saya cuma curhat, ya saya butuh teman untuk berbagi keluh kesah. Dia belum mau memaafkan sebelum saya mempertemukan dengan lelaki tersebut, tapi buat apa? Toh dia juga pernah membuat kesalahan, kenapa kita nggak saling memaafkan saja," cerita dia.

Kini Yanti hanya berharap suaminya mau memaafkan semua kesalahannya. Dia ingin mempertahankan rumah tangga mereka untuk anak mereka. Lagi pula, mereka mengawali semuanya dengan cinta kenapa harus berakhir dengan pertengkaran.

"Saya ingin rumah tangga kami bertahan, demi anak kami. Saya sungguh menyesal atas semua kesalahan saya. Mungkin selama ini saya belum menjadi istri yang baik. Tapi saya selalu mencoba mempertahankan ini semua. Saya harap suami saya mau memperbaiki ini bersama-sama," pungkas dia.

Tidak ada orang yang sepenuhnya salah dan sepenuhnya benar, seperti Yanti dan Irfan. Semoga mereka menemukan jalan terbaik untuk kehidupan rumah tangga mereka.

Cerita ini disampaikan oleh Yanti melalui telepon bebas pulsa Brilio.net di nomor 0-800-1-555-999. Semua orang punya cerita. Ya, siapapun termasuk kamu punya kisah tersembunyi baik cerita sukses, lucu, sedih, inspiratif, misteri, petualangan menyaksikan keindahan alam, ketidakberuntungan, atau perjuangan hidup yang selama ini hanya kamu simpan sendiri. Kamu tentu juga punya cerita menarik untuk dibagikan kepada kami. Telepon kami, bagikan ceritamu!





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    100%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave more