Brilio.net - Nama Jinan Laetitia mungkin terasa asing di kancah musik Tanah Air. Namun di ranah komunitas musik independen, talenta muda asal Jakarta ini cukup dikenal. Selama ini penyanyi berusia 18 tahun ini memilih jalur independen dalam berkarya. 

Namun kini, Jinan mulai membuka diri pada major label. Lewat Warner Music Indonesia, Jinan memulai debutnya pada atmosfer industri musik dengan merilis Forgive. Tapi sejatinya lagu ini merupakan rilisan keenam Jinan dari total katalog bermusiknya. Oh iya, Forgive kini sudah bisa dinikmati di berbagai layanan streaming dan kanal resmi Jinan Laetitia di Youtube.

Lantas bagaimana sosok Jinan yang hingga kini masih konsisten melantunkan karya sendiri seperti Forgive? Berikut faktanya.

1. Berkarya di usia belia

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

Jinan Laetitia © 2021 brilio.netInstagram @ jinanlaetitia

Jinan berkarya dari usia yang sangat muda. Sosoknya menyajikan karakter dinamis, berdiri di antara estetika pop dan keeksentrikan seni yang kuat. Di umurnya yang ke-18 ini, ia tetap konsisten menciptakan, memproduseri, dan menyanyikan sendiri karyanya.  Sudah tentu, sosok seperti Jinan bisa terbilang langka di kancah industri musik. Lagu Forgive adalah karya yang kukuh membawa etos Jinan sebagai musisi dalam paket lengkap.

Cerwek yang besar di Jakarta ini mendapatkan banyak pengaruh musikalnya melalui musik-musik dan para artis alternative R&B, pop, hip-hop, dan soul seperti FKA Twigs, Kehlani, Kendrick Lamar, Ashnikko, sampai BTS.

2. Format independen

Jinan Laetitia © 2021 brilio.netInstagram @ jinanlaetitia

Jinan telah meluncurkan beberapa single dalam format independen. Ia banyak memproduksi sendiri lagunya end-to-end, mulai dari lirik hingga aransemen, dan berbagai elemen produksi lainnya. Jinan juga terbiasa menulis lagu berbahasa Inggris, yang membuatnya mendapatkan banyak apresiasi pendengar dari berbagai negara di Asia, seperti Singapura, Taiwan. Dengan kualitas lirik berbahasa Inggrisnya yang sangat baik, Jinan juga meraih pendengar di Amerika Serikat.

3. Konser mini

Jinan Laetitia © 2021 brilio.netInstagram @ jinanlaetitia

Jinan sempat melakukan konser mini bertajuk The POV Concert yang diadakan Showbeast. Pencapaian Jinan lainnya adalah mendapatkan ulasan khusus dari musisi-musisi independen besar Tanah Air seperti Pamungkas, Bam Mastro, dan Oslo Ibrahim.

4. Kisah self image

Jinan Laetitia © 2021 brilio.netWarner Music Indonesia

Bagi Jinan, single Forgive diset sebagai refleksi perjalanan diri. Jinan berbicara sangat personal lewat liriknya. Lagu ini merupakan monolog tentang self-image, kegelisahan, dan kepercayaan diri. Menurutnya, Forgive merupakan refleksi jujur pada diri sendiri yang dapat membantu kita menerima serta membangun diri yang lebih baik. Forgive adalah lagu yang sangat personal, karena semua proses, mulai dari penulisan sampai produksi, digiati sendiri oleh Jinan.

“Saya ingat (saat) menulis bait pertama, Only love what you do when you do it well, dengan salah satu instrumental track di laptop setelah sesi melamun yang cukup lama. Lalu sisa lagu Forgive pun mengalir keluar dari ubun-ubun,” kata Jinan.

5. Go global

Jinan Laetitia © 2021 brilio.netInstagram @ jinanlaetitia 

Dalam penciptaannya, lirik Forgive memang ditulis dalam bahasa Inggris. Sepanjang berkarya sebagai musisi, Jinan memang mendapatkan apresiasi bukan hanya dari pendengar Tanah Air, tapi juga wilayah Asia lain seperti Singapura, Taiwan, Hong Kong.

Selain itu, Jinan juga memiliki pendengar sampai Amerika Serikat. Dengan penulisan berbahasa Inggris, Forgive sebagai karya dan Jinan sebagai musisi, siap untuk going global di era streaming.

6. Sempat gugup berkarya di studio

Jinan Laetitia © 2021 brilio.netInstagram @ jinanlaetitia

Terkait proses rekaman, Forgive menjadi single perdana Jinan di mana dia mendapatkan pengalaman baru. Rekaman vokal Forgive adalah pengalaman pertama kali bagi Jinan berkarya di studio profesional. Dia mengakui sempat gugup untuk melakukannya.

“Karena sebelumnya saya melakukan semua proses produksi di antara empat dinding kamar saya. Namun saya bahagia melihat musik yang saya tulis dapat tumbuh begitu cepat,” ujar Jinan.

7. Aransemen bercerita

Jinan Laetitia © 2021 brilio.netInstagram @ jinanlaetitia

Jinan menulis aransemen Forgive dengan niat bercerita. Ia berharap pendengar dapat menikmati atmosfer yang dibangun dalam melodinya serta berjalan pada cerita yang dilantunkan dalam Forgive, termasuk merasakan semua emosi yang diberikannya. Forgive menjadi karya musik pop yang quirky, eksentrik, tapi tetap easy listening.

8. Music video disutradarai Stevina Peni

Konsep estetika Forgive sebagai musik, diterjemahkan dalam bentuk visual oleh Stevina Peni. Video musik Forgive menggambarkan Jinan berada di dalam ruang kosong yang disimbolkan usang, gelap, namun lewat ekspresi dan kostum vintage yang artsy pada karakter Jinan di video, vibes yang diantarkan ke penonton menjadi indah dalam gaya yang unik.

Stevina Peni adalah sutradara independen yang dikenal lewat karya-karya berkonsep dreamy dan unik. Sebelumnya, Stevina menyutradarai video untuk artis-artis  seperti KIM!, serta Mirriam Eka dan Elvan Saragih.

(brl/red)