Brilio.net - Ada beberapa orang yang memiliki "kebiasaan" mudah khawatir, cemas, dan berpikiran berlebihan atau overthinking, membuat mereka hidup tak tenang. Mungkin sekali waktu, orang seperti ini bisa rugi sendiri karena dia takut terhadap sesuatu yang belum tentu terjadi dan pekerjaannya bisa terhambat akibat terlalu mudah cemas. Akan tetapi, benarkah hanya menimbulkan efek negatif? Adakah sisi positif dari orang yang cemas dan overthinking?

Orang-orang di King's College, London, Inggris membuat laporan bahwa ada hubungan antara rasa cemas berlebihan dan imajinasi yang kuat. Dilansir brilio.net dari Lifehack, Kamis (15/10), Adam Perkins, seorang ahli Neurobiology of Personality menyatakan sebagai berikut.

"Hal tersebut bisa terjadi jikalau kamu kebetulan memiliki:

1. Pengalaman diri negatif yang dominan selama ini karena tingginya tingkat aktivitas spontan bagian medial prefrontal cortex yang mengatur persepsi ancaman secara sadar, dan

2. Kecenderungan untuk lebih cepat panik ketimbang orang pada umumnya karena memiliki reaktivitas tinggi, terutama di basolateral nuclei di amygdale

Loading...

Sehingga kamu lebih mudah mengalami emosi negatif yang intens, bahkan ketika tidak ada ancaman sekalipun. Ini berarti bahwa untuk alasan saraf tertentu, skor tinggi neurotisisme memiliki imajinasi yang sangat aktif, yang bertindak sebagai pemicu atau pengembang ancaman."

Pernyataan di atas dapat dikatakan masuk akal karena pikiran yang berlebihan sehingga menimbulkan rasa cemas adalah biang kecerdikan. Kamu pun pasti pernah mengalami, deh. Kamu khawatir rumahmu kemasukan maling mengingat rumah barumu belum berpagar. Akhirnya, kamu mencari cara supaya rumahmu tetap aman, misalnya membuat pagar dari kayu dulu, mengunci pintu dan semua jendela, mengaktifkan handphone dan menyimpan nomor telepon pihak berwajib untuk jaga-jaga kalau ada apa-apa bisa segera menghubungi pihak berwajib, dan sebagainya. Jangankan mereka yang mudah khawatir dan cemas, kamu juga pasti pernah mengalami hal tersebut, kan?

Bedanya dengan orang yang memang suka berlebihan dalam berpikir dan cemas adalah bahwa mereka lebih mudah mengimajinasikan yang tidak-tidak. Alhasil cemas sendiri, deh. Seperti disebutkan sebelumnya, alarm kewaspadaan mereka bisa saja terjadi sekalipun sedang tidak ada ancaman dan hal ini terjadi lebih sering dari kamu. Tapi tampaknya, semakin khawatir dan cemas seseorang, "kecerdikannya" dalam berjaga-jaga atau membuat dirinya aman juga semakin bagus.

Namun memang tak bisa dipungkiri, orang yang mudah khawatir dan cemas akan membuat pertahanan diri yang tangguh untuk waktu-waktu ke depan supaya sesuatu yang buruk tidak terjadi padanya. Dalam hal ini, dia bisa diandalkan untuk membuat ancang-ancang menghadapi kemungkinan terburuk pada masa mendatang, lho. Misalnya saja, kamu ada tugas dengan orang ini. Dia akan merinci sedemikian rupa semua hal yang harus dilakukan dan rencana mengatasi risiko yang bisa saja timbul. Secara sederhana, temanmu yang mudah cemas ini sebenarnya punya persiapan diri yang terbilang matang, dengan nama lain dia kreatif.

Orang-orang yang berpikirnya berlebihan dan gampang cemas tidak hidup sendiri, bahkan banyak orang terkenal di dunia ini yang mudah khawatir dan pikirannya "lebay". Perkins menyatakan bahwa orang yang selalu ceria dan bahagia memiliki ketidakberuntungan ketika mereka menyelesaikan suatu masalah ketimbang mereka yang mudah cemas atau orang dengan neurotis. Hal ini bisa diobservasi bahwa banyak orang jenius terlihat suka merenung, kecenderungan tidak bahagia yang mengindikasikan mereka memiliki spektrum neurotisisme yang cukup tinggi. Sebut saja Isaac Newton, Charles Darwin, Vincent Van Gogh, Kurt Cobain adalah orang-orang yang mengalami kasus serupa. Dan keterkaitan antara kreativitas dan neurotisisme yang paling mengena adalah pernyataan John Lennon "Genius is pain" atau "Jenius adalah nyeri (menyakitkan)".

Hmmm..., bagaimana pendapatmu? Mungkin imajinasi dan kreativitas kamu yang suka khawatir dan cemas boleh diasah lagi, tapi seiring itu mereduksi rasa khawatir dan cemasmu itu. Intinya, mari maksimalkan kekurangan kamu menjadi kelebihan kamu, guys.