Brilio.net - Setiap orang memproduksi keringat. Disebut-sebut, keringat bisa menjadi indikator kesehatan seseorang. Hmmm ... kira-kira apa saja sih, yang belum kamu tahu dari keringat?

Dilansir brilio.net dari laman Woman's Day, Rabu (28/10), berikut fakta-fakta tentang keringat yang belum kamu ketahui:

1. Tingkat kebugaran dapat memengaruhi jumlah keringat yang keluar

Keringat yang keluar dari tubuhmu menjadi pertanda bahwa tubuhmu sedang dalam proses pendinginan, sebab keringat memang bertugas mencegah suhu tubuh terlalu panas. Menurut International Hyperhidrosis Society, keringat atlet yang berlebihan daripada orang biasa disebabkan karena tubuh mereka telah mahir dalam menjaga dingin dengan meningkatkan jumlah keringat.

Studi lain yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Physiology  juga menemukan bahwa suhu tubuh inti pada wanita yang sedang tidak fit, yang keluar keringat sedikit, terpaksa mengalami peningkatan keringat secara signifikan sampai tahap berkeringat kapasitas maksimum.

Loading...

2. Cowok berkeringat lebih banyak daripada cewek

Secara umum, menurut David Pariser, anggota pendiri dan sekretaris International Hyperhidrosis Society, cowok menghasilkan empat kali lebih banyak daripada cewek per hari. Walaupun kedua jenis kelamin memiliki jumlah kelenjar keringat yang sama, Pariser mengatakan bahwa cowok memiliki kelenjar keringat lebih besar, dan permukaan yang lebih dingin lebih luas, belum lagi variasi hormonal yang menyebabkan mereka berkeringat lebih. Hasil serupa juga dinyatakan oleh studi lain yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Physiology. Kondisi cowok lebih banyak memproduksi keringat daripada cewek, terlihat baik dalam kondisi kedua jenis kelamin sehat maupun sedang tidak sehat.

3. Semua keringat tidak diciptakan sama

Hratch Karamanoukian, direktur Center for Excessive Sweating, menyatakan bahwa ada dua jenis keringat. Pertama, kelenjar keringat ekrin (eccrine) yang bertanggung jawab memproduksi 'keringat air', yang sebagian besar terdiri dari air dan garam. Kelenjar ini ditemukan di seluruh tubuh, tapi biasanya lebih berkonsentrasi di tangan, kaki, dan wajah. Fungsinya adalah mendinginkan tubuhmu, baik karena berolahraga atau suhu panas.

Kedua, kelenjar keringat apokrin (apocrine),  menghasilkan lebih sedikit keringat, yang terletak di folikel rambut (seperti di ketiak) dan bertanggung jawab untuk bau yang terkandung dalam keringat. Tujuan kelenjar ini tidak begitu jelas, tapi memang menurut American Academy of Dermatology, berfungsi memberikan aroma keringat.

4. Keringat dapat menjadi pertanda stres

Ternyata, ketika kamu stres, kamu berkeringat baik dari kelenjar keringat ekrin maupun apokrin. Menurut Pariser, keringat saat stres dimulai dengan bau keringat. Jadi, kamu akan memancarkan aroma yang bisa terdeteksi oleh orang lain. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal PLoS One menunjukkan perubahan aktivitas otak ketika peserta terkena keringat orang lain dalam situasi tegang, dalam penelitian ini adalah orang yang melakukan skydiving. Para peserta memiliki reaksi kimia setelah berkeringat, yang menyebabkan mereka menjadi lebih waspada terhadap potensi ancaman, dan menunjukkan level kewaspadaan lebih tinggi.

5. Istilah untuk keringat berlebihan

Karamanoukian menyatakan bahwa di mana saja, ada sekitar 1-3% dari populasi memiliki kasus hiperhidrosis, yaitu kondisi yang ditandai keringat berlebihan karena kelenjar keringat terlalu aktif. Meskipun penyebab pastinya belum diketahui, gejalanya baisanya muncul mulai remaja. "Orang-orang ini akan berkeringat tanpa alasan jelas. Itu tidak ada bedanya apakah mereka berada di dalam ruangan yang sejuk dan tidak merasakan stres sama sekali," jelasnya.

Daerah tubuh yang paling terpengaruh oleh hiperhidrosis adalah ketiak, tangan, kaki, dan wajah. Nah, untuk mengobatinya, ada berbagai prosedur. Botox disebut bisa mengatasi hiperhidrosis karena bisa menghaluskan kulit keriput di area ketiak, sehingga bisa mengurangi keringat. "Setelah penyuntikan, kelenjar keringat akan berhenti memproduksi keringat selama tiga sampai enam bulan," ujar Karamanoukian.

Pilihan lainnya adalah menggunakan antiperspirant dengan kekuatan klinis atau obat yang memang disetujui oleh pihak dokter ahli.

6. Waktu terbaik menggunakan antiperspirant adalah malam hari

Antiperspirant biasanya mengandung aluminium atau zirconian sebagai bahan aktif, yang keduanya setelah kontak dengan air, secara fisik akan menyumbat kelenjar keringat dan menghentikan produksi keringat. Menurut Pariser, pemakaian antiperspirant paling efektif adalah saat kulit sangat kering. "Sebab jika kamu menggunakannya pada pagi hari sebelum pergi, atau tepat setelah keluar dari kamar mandi, kamu mungkin sudah keburu berkeringat lagi, atau ketiakmu sudah basah duluan," ungkap Pariser.

Jika permukaan kulit basah, reaksi kimia yang terbentuk dari aluminium akan terakumulasi di kulit, bukan meresap ke dalam pori-pori. Nah, maka dari itu, lebih baik menggunakan antiperspirant pada malam hari karena produksi keringat berada pada titik terendah. Bahkan ketika kamu mandi pada pagi esoknya, antiperspirant masih efektif beekrja, karena dapat berlangsung selama beberapa hari. Baru deh, kalau kamu habis mandi mau pakai deodoran wangi, pakai saja.

Sekalipun ada kekhawatiran kandungan aluminium dalam antiperspirant menyebabkan kanker payudara atau Alzheimer, tapi Alzheimer's Association and the National Cancer Institute melaporkan tidak ada kaitan antiperspirant dengan penyakit secara ilmiah.