Brilio.net - Setiap orang pasti berkeringat. Ketika keringat itu berkongsi dengan bakteri, maka muncul bau badan. Nggak banget kan, guys?

Banyak yang bilang bahwa untuk mengatasi bau badan, kamu bisa mengenakan baju baru yang sudah dicuci, pakai deodoran, dan sebagainya. Tapi ternyata, pada beberapa orang, sekuat apa pun orang berusaha biar bau badan mereka pergi, ternyata nggak bisa.

Berikut ini 4 penyebab bau badan yang perlu kamu tahu, seperti dilansir brilio.net dari laman sterishoe.com, Jumat (17/4):

1. Hormon stres

Berangkat kuliah kena tilang polisi karena STNK dan SIM ketinggalan, di kampus kena semprot dosen killer, tugas kelompok cuma kamu yang mengerjakan, pacar tiba-tiba ngambek nggak jelas. Terus pulang ban motor bocor sampai akhirnya kamu menuntunnya sampai rumah. Semua itu jelas menguras emosimu. Rasanya kepala mau pecah. Belum lagi badan rasanya payah dan penuh keringat. Itulah tanda kamu stres atau tertekan. Kemudian, kamu menyadari ada yang not smell good di badanmu. Yes, itulah bau badan!

Loading...

Perlu kamu tahu, ada beberapa jenis keringat. Dipandang dari ilmu kimia, semua keringat berasal dari kelenjar apokrin yang terletak di ketiak dan daerah genital. Nah, bedanya dengan keringat ketika setelah olahraga yang terdiri dari air dan elektrolit, keringat dari kelenjar apokrin ini menghasilkan keringat lemak bakteri yang bikin bau badanmu nggak enak banget. Hal ini sebenarnya menunjukkan proses ekskresi bakteri.

2. Genetik

Perlu kamu tahu, kaki juga menjadi bagian tubuh yang rentan sekali bau. Dikutip sterishoe.com dari laman The Huffington Post, sekitar 10-15 persen dari populasi memiliki kaki yang berkeringat lebih banyak. Kaki manusia memiliki sekitar 250.000 kelenjar keringat. Maka dari itu, nggak heran kalau kakimu bau ketika menggunakan alas kaki karena lembab. Belum lagi 'didukung' bakteri Micrococcus sedentarius yang suka menjadikan sepatumu sebagai surga sehingga memproduksi bau yang iyuuhh!

3. Diet dengan mengonsumsi makanan 'berbau'

Ketika kamu makan bawang putih, bawang bombai, brokoli, dan kubis Brussel, maka makanan ini akan dipecah menjadi senyawa berbau busuk yang beredar dalam aliran darah dan merembes keluar melalui keringat, air seni, dan napas.

Selain itu, makanan diet rendah karbohidrat, misalnya daging, juga dapat menyebabkan bau badan yang berubah menjadi bau amis. Biasanya, orang yang sedang dalam upaya diet penurunan berat badan akan mengalami perubahan bau badan menjadi lebih aneh.

4. Kepemilikan gangguan genetika langka yang disebut trimethylaminuria

Sebuah mutasi genetik yang menyebabkan bau badan telah ditemukan. Ketika seseorang memiliki trimethylaminuria, tubuh nggak bisa memecah trimetilamina yang ditemukan dalam makanan kaya kolin seperti telur, daging berlemak, almond, brokoli, telur, dan makanan umum lainnya. Akibatnya, tubuh melepaskan bau amis menyengat yang dapat mengganggu kehidupan sehari-hari.