Brilio.net - Di Amerika Serikat, food truck atau cara berjualan makanan menggunakan kendaraan-kendaraan besar sejenis truk telah menjadi tren dan cara berbisnis baru yang banyak menyita perhatian.

Kemampuan mobile yang dimiliki jenis usaha ini memudahkan para pelakunya mudah menjalankan usaha. Banyak jenis kuliner yang dijajakan dan semua enak-enak dan higienis karena sebagian dikelola oleh chef profesional.

Inspirasi itulah yang melatarbelakangi lahirnya Dapur Keliling. Pemiliknya adalah Chef Seno. Usaha tersebut berdasar pengalamannya tinggal di Amerika sejak SMU hingga kuliah.

Pada tahun 2005 Seno memutuskan pulang ke Jogja dan membuat food truck, dimulai dengan usaha katering kecil-kecilan untuk sekolah dan kantor. Tapi selama menjalankan usaha tersebut ia tetap memegang teguh visinya untuk membuat food truck.

“Pemilihan truk ala Indonesia memang karena hidupnya di Indonesia. Setelah berpikir matang, maka diputuskan menggunakan truk ala Indonesia, meskipun adopsi food truck dari Barat tapi tidak lupa akan identitas bangsa Indonesia,” ujar Thea, Brand Manager Darling singkatan Dapur Keliling kepada brilio.net, Kamis (20/8).

Loading...

Persiapan pembuatan food truck ini dimulai awal tahun 2015. Pada bulan Agustus, food truck sudah mengikuti pameran di Hotel Merapi Merbabu Jogja. Menunya pun ada main course dan appetizer. "Sego geni" salah satu menu yang paling banyak dibeli dan menjadi andalan.

Ditanya soal omzet, Thea mengatakan sudah cukup untuk menutupi biaya operasional. “Omzet tetap lebih dari ekspektasi, hasilnya pun masih dalam lingkup operasional,” tegasnya.