Brilio.net - Menjadi emosional memang tidak mudah, terlebih bagi kaum cowok. Emosional di sini bukan berarti marah, lho. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), emosional berasal dari kata emosi yang berarti keadaan dan reaksi psikologis dan fisiologis, seperti kegembiraan, kesedihan, keharuan, dan kecintaan. Emosional sendiri sebenarnya bermakna menyentuh perasaan atau mengharukan.

Nah, kaum adam memang terkenal tidak terlalu ekspresif seperti cewek. Padahal mereka juga ingin menjalin hubungan yang nyaman dengan keluarga, pacar, dan teman.

Bagi kebanyakan cowok, mengutarakan perasaan atau emosi itu cukup rumit, bikin bingung. Akhirnya, cowok mengembangkan strategi coping atau menahan perasaan itu. Tapi sekalinya 'meledak', emosi itu bisa meluap-luap.

Cowok yang kerumitan mengutarakan emosinya bisa terjadi karena pola asuh yang selama ini diterima, yang tidak mengajarkan bagaimana menyatakan perasaannya secara gamblang. Akibatnya, ada rasa canggung atau tidak nyaman saat hendak mengutarakan perasaan karena takut ditolak atau sakit hati.

Lantas, bagaimana sih, tanda-tanda cowok yang sulit banget meluapkan emosinya? Dilansir brilio.net dari YourTango, Kamis (10/9), berikut tanda-tanda dan penjelasannya:

Loading...

1. Menyalahkan orang lain dalam hubungan

Cowok yang sulit menunjukkan perasaan, biasanya memilih enggan menerima kenyataan dan justru mencari kambing hitam. Misalnya saja dia kehilangan orang terdekat akibat kecelakaan, atau persahabatannya putus karena suatu masalah. Cowok ini tak mau introspeksi diri, alih-alih menyalahkan pihak lain secara membabi buta.

2. Maunya berhubungan cepat bin kilat

Poin ini membicarakan cowok terkait hubungan romantis. Cowok yang sulit mengutarakan perasaan atau emosinya, biasanya menjalin relasi dengan lawan jenis secara cepat. Cepat dalam artian tidak ingin terlalu membuka diri dan intim secara emosional dengan kekasihnya. Mereka cenderung merasa tidak nyaman kalau terus berlama-lama menghabiskan waktu dengan kekasihnya. Intinya, cowok seperti ini sulit untuk memulai hubungan yang lebih serius dengan kekasihnya. Maunya masih asyik-asyik pacaran, tapi jauh dari komitmen.

3. Selalu mengatakan kebenaran tapi tak mau berubah jadi lebih baik

Cowok yang 'gagap' dalam mengutarakan emosi, bisa saja menyatakan sebuah kebenaran tentang dirinya. Misalnya saja 'Saya tak cukup pandai menjalin relasi' atau 'Saya selalu kehilangan teman'. Mereka tahu kata-katanya itu benar dan sebagai wujud akibat dari sulitnya mereka mengutarakan perasaan, tapi tidak berupaya berubah jadi lebih baik dari itu.

4. Menganggap remeh orang lain

Cowok yang sulit menunjukkan emosinya, biasanya memandang enteng orang lain. Mengapa? Mereka tidak cukup nyaman kala terlalu dekat dengan orang lain, maka hanya melihat dari sudut pandangnya. Mereka tidak mengalami sendiri, sehingga ketika tidak terlalu kenal, mereka melabel seenaknya.

5. Perfeksionis

Cowok yang tak terbuka perihal emosinya, akan menganggap apa yang dipikirkan, rasakan, dan lakukan adalah yang paling benar. Mereka tak pernah bertukar perasaan dan pendapat dengan orang lain sehingga di matanya orang lain tak pernah cukup baik.

6. Semuanya hanya tentang diri sendiri

Iya, cowok yang rumit bertukar perasaan dengan orang lain, pikiran dan perasaannya hanya fokus pada dirinya saja. Saat berhubungan dengan orang lain, dia susah mengutarakan perasaan akhirnya dipendam sendiri, dan pada akhirnya membuat konklusi sendiri tentang sesuatu. Ujung-ujungnya ada 'pembelaan' atau 'pembenaran' tentang perasaan, pikiran, atau tindakannya sendiri.

7. Koneksi terganggu

Saat peluapan emosi terhambat, tentu saja koneksi dengan orang lain juga terhambat. Orang lain jadi tidak tahu apa yang sebenarnya dirasakan atau dialami cowok yang sulit mengutarakan perasaannya. Bukan hanya hubungan pertemanan saja yang terganggu, hubungan dengan keluarga, pun dengan kekasih juga terpengaruh.

Bagaimana, ladies? Apakah pacar kamu karakternya seperti itu?

Nah, perlu kamu ingat ya, tugasmu adalah memberikan dia kenyamanan dan waktu untuk bisa mengatasi dirinya dan berani bicara jujur tentang emosinya. Sekalipun kamu sebagai pacarnya harus ekstra sabar dan usaha, pastikan hubungan kalian langgeng karena keterbukaan satu sama lain.