Brilio.net - Salah satu tema menarik dalam jagad film Korea adalah tema tentang politik. Tema tersebut menampilkan berbagai kisah yang pernah ada dalam sejarah panjang Korea sejak memerdekakan diri dari Jepang.

Film Korea bertema politik ini juga menggambarkan bagaimana Korea Selatan dipimpin penguasa diktator. Kepemimpinan ini membuat Korea Selatan memiliki catatan sejarah kelam soal kemanusiaan.

Selain itu, film Korea bertema konspirasi politik tersebut hadir dengan nuansa thriller yang membuat penonton ikut berpetualang di dalamnya.

Dirangkum brilio.net dari berbagai sumber Jumat (8/4), berikut 7 film Korea bertema konspirasi politik, penuh intrik dan teka-teki.

1. The Man Standing Next (2020).

film Korea konspirasi politik berbagai sumber

foto: imdb.com

The Man Standing Next merupakan film Korea bertema konspirasi politik yang mengisahkan transisi perjuangan demokrasi di Korea Selatan. Film yang diangkat dari novel dengan judul yang sama ini menggambarkan saat Korea Selatan berada di bawah kendali Amerika Serikat secara politik pada menjelang akhir 1970-an.

Saat itu, Korea berada di bawah kendali mutlak Presiden Park yang mengendalikan KCIA, badan intelijen yang punya koordinasi langsung dengan Amerika. Film ini menampilkan manuver politik tingkat tinggi para elite Korea Selatan yang menjadi penanda meletusnya gerakan demokrasi di Korea Selatan pada era ini.

2. The Spy Gone North (2018).

film Korea konspirasi politik berbagai sumber

foto: imdb.com

The Spy Gone North merupakan film Korea bertema konspirasi politik antara Korea Selatan dan Korea Utara. Film ini mengisahkan mata-mata Korea Selatan yang menyusup ke Korea Utara untuk mendapatkan informasi intelijen tentang rencana senjata nuklir negara itu. Peristiwa tersebut terjadi pada pertengahan 1990-an. Film ini berujung dengan pemeran utama menemukan pihaknya sendiri memanipulasi pemilihan politik negara dengan bantuan Korea Utara.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3. A Taxi Driver (2017).

film Korea konspirasi politik berbagai sumber

foto: imdb.com

A Taxi Driver merupakan film Korea bertema konspirasi politik yang mengisahkan seorang sopir taksi bernama Kim Man-seob. Ia harus menemani seorang reporter Jerman, Peter yang sedang meliput langsung kerusuhan di Gwangju, Korea Selatan. Walau penuh bahaya, Kim Man-seob tak punya pilihan selain mengambil penumpang tersebut karena Peter mau membayar mahal.

Sembari menemani reporter tersebut, Man-seob berusaha sekuat tenaga untuk bisa menghindari pihak keamanan Korea yang sudah berjaga-jaga di berbagai pos penjagaan. Film ini menjadi salah satu dokumentasi sosial yang merekam kerusuhan terbesar yang pernah terjadi di Korea Selatan pada 1980-an.

4. 1987: When The Day Comes (2017).

film Korea konspirasi politik berbagai sumber

foto: imdb.com

1987: When the Day Comes merupakan film Korea bertema konspirasi politik yang mengisahkan perjuangan demokrasi di Korea Selatan. Dalam film ini, Park Jong-chul, mahasiswa dan anggota gerakan prodemokrasi meninggal dunia saat diinterogasi. Polisi dan pemerintah berusaha untuk menutupi kasus tersebut. Namun, media massa dan mahasiswa mencoba untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi pada Park Jong-chul.

Kematian tersebut kemudian menimbulkan reaksi. Film ini berfokus pada peristiwa yang mengarah ke Pemberontakan Demokrat pada Juni 1987 di Korea Selatan setelah kematian Park Jong-chul. Di berbagai wilayah Korea terjadi demonstrasi besar-besaran yang menuntut agar pemerintah mengadili siapa pun yang terlibat dalam kematian Park Jong-chul.

5. Anarchist From Colony (2017).

film Korea konspirasi politik berbagai sumber

foto: imdb.com

Anarchist From Colony merupakan film Korea bertema konspirasi politik yang diadaptasi dari kisah nyata Park Yeol (Lee Je-hoon). Ia merupakan seorang anarkis dan revolusioner yang mengorganisir kelompok anarkis Heukdohoe.

Kelompok ini berencana membunuh Putra Mahkota Jepang Hirohito selama pemerintahan kolonial Jepang di Semenanjung Korea. Film ini juga menyoroti hubungan antara Park dan kekasihnya Fumiko Kaneko (Choi Hee-seo), seorang nihilis Jepang yang bersimpati dengan orang Korea yang tertindas di bawah kekuasaan Jepang.

Park Yeol adalah pemimpin kelompok anarkis Bulryeongsa, yang memiliki 14 anggota Korea dan lima anggota Jepang. Dia merupakan pemuda santai, berani, dan tidak patuh yang tidak pernah menyusahkan orang lain. Pasangannya Fumiko adalah wanita kuat dan cerdas yang selalu berpikir positif dengan selera humor. Bahkan meski saat dia dipenjara dengan kekasihnya

6. The Attorney (2013).

film Korea konspirasi politik berbagai sumber

foto: imdb.com

The Attorney merupakan film Korea bertema konspirasi politik yang terinspirasi kisah nyata kasus Burim pada 1981. Kejadian tersebut menyebabkan 22 orang yang terdiri dari siswa, guru, dan para pekerja kantoran dipenjara tanpa surat perintah atas tuduhan palsu. Saat itu, Korea Selatan ada di bawah rezim Chun Doo-hwan yang dikenal otoriter.

Film The Attorney mengisahkan Song Woo-suk, seorang pengacara yang awalnya hanya bekerja untuk mencari uang, tiba-tiba berubah pandangan setelah melihat Park Jin-woo disiksa secara brutal. Woo-suk kemudian menjadi pengacara yang membela para korban kebrutalan aparat kepolisian Korea. Pertemuan Woo-suk dengan Jin-woo menjadi titik balik bahwa kemanusiaan berada di atas segalanya.

7. Joint Security Area (2000).

film Korea konspirasi politik berbagai sumber

foto: imdb.com

Joint Security Area merupakan film Korea bertema konspirasi politik yang berlatar di 'Jembatan Tanpa Pengembalian' di Panmunjom, zona demiliterisasi antara Korea Utara dan Korea Selatan. Suatu hari, seorang penjaga perbatasan terbunuh oleh peluru senapan. Penembak jitu yang dicurigai adalah seorang tentara Korea Selatan yang ditemukan terluka di tengah tanah tak bertuan. Kejadian ini akhirnya berakibat fatal bagi kedua negara.

Baik Korea Utara maupun Korea Selatan menganggap insiden itu sebagai tindakan provokasi yang disengaja. Korea Utara menuduh Korea Selatan telah melakukan 'serangan teroris', sementara Korea Selatan mencurigai Korea Utara mencoba melakukan 'penculikan'. Kedua belah pihak meminta bantuan kepada otoritas negara netral (NNSC) dan meminta mereka untuk menyelidiki kasus tersebut. Seorang kapten tentara wanita Swiss keturunan Korea kemudian dikirim ke Panmunjom untuk menyelidiki kematian penjaga perbatasan Korea Utara.