Brilio.net - Vertigo merupakan salah satu keluhan medis yang paling umum terjadi pada banyak orang. Vertigo adalah perasaan di mana tubuhmu atau benda-benda di sekitarmu bisa bergerak sendiri. Vertigo rasanya hampir sama dengan mabuk perjalanan. Orang yang mengalami vertigo umumnya mengalami sensasi 'pusing' atau merasa seolah-olah ruangan itu berputar. Kendati demikian, vertigo berbeda dengan sakit kepala ringan.

Ada dua kategori vertigo, yaitu vertigo periferal dan vertigo sentral. Vertigo periferal terjadi pada telinga di saraf vestibular (saraf yang menghubungkan telinga dalam dengan otak). Sedangkan vertigo sentral merupakan masalah yang terjadi di otak, terutama otak kecil. Otak kecil sendiri merupakan bagian dari otak belakang, bertugas mengontrol dan mengkoordinasi gerakan dengan keseimbangan badan.

Pada dasarnya vertigo ini bukanlah sebuah nama penyakit. Vertigo adalah kumpulan dari beberapa gejala yang terjadi secara tiba-tiba dalam jangka waktu tertentu secara bersamaan. Orang tidak akan pernah tahu kapan ia bisa terkena vertigo. Sebab vertigo dapat menyerang diam-diam. Ketika bangun tidur, tubuh sudah terasa lemas, kepala pusing, hingga sulit untuk berjalan.

Supaya kamu tidak terkena vertigo, kamu harus tahu apa sebenarnya penyebab dari vertigo ini. Penyebab vertigo ini tergantung dari jenis vertigo apa yang menyerang. Masing-masing kondisi punya penyebab tersendiri. Berikut beberapa penyebab vertigo berdasarkan jenisnya, brilio.net rangkum dari berbagai sumber pada Jumat (25/10).

Vertigo periferal.

Loading...

Penyebab vertigo, gejala dan cara mengobatinya pixabay

foto: pixabay.com

Otak adalah saraf utama yang terhubung dengan seluruh jaringan dan sel tubuh. Sama halnya ketika kamu menggerakkan kepala, bagian dalam telinga akan memberi tahu di mana posisi kepalamu berada. Sehingga saraf telinga akan mengirimkan sinyal pada otak. Proses ini berguna untuk mengatur keseimbangan tubuh. Namun jika ada masalah antara telinga dan otak, keseimbanganmu akan terganggu.

Inilah yang disebut vertigo periferal. Vertigo jenis ini paling sering menyerang banyak orang. Dilansir dari healthline, sekitar 93 persen dari orang yang penderita vertigo mengalami vertigo periferal. Beberapa penyebab munculnya vertigo ini sebagai berikut.

1. Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV).

BPPV adalah vertigo yang disebabkan karena perubahan spesifik atau tiba-tiba pada posisi kepala. Disebabkan adanya kristal kalsium yang mengambang di kanal setangah lingkaran telinga. Adapun yang dimaksudkan di sini adalah gerakan kepala misalnya dari menunduk tiba-tiba tegak, mendongakan kepala secara cepat, bangun tidur dengan gerakan kepala cepat. Kondisi pergerakan ini banyak dialami oleh umur lansia. Namun bukan berarti usia muda tidak bisa terserang juga.

2. Penyakit meniere.

Ini adalah gangguan telinga bagian dalam yang diduga disebabkan oleh penumpukan cairan dan perubahan tekanan di telinga. Penyebab vertigo yang satu ini jarang terjadi. Namun sekalinya menyerang, pendengaran akan terganggu. Dalam beberapa kasus, parahnya penyakit ini bisa menimbulkan kehilangan pendengaran dalam kurun waktu tertentu. Telinga terasa berdenging. Penyakit meniere tidak memiliki obat, tetapi ada cara untuk mengelola gejalanya.

3. Vestibular neuronitis.

Ini adalah masalah peradangan telinga bagian dalam, yang langsung terhubung dengan otak. Munculnya vestibular neuronitis akibat dari infeksi virus, sehingga dapat merusak sistem kerja kesimbangan indera tubuh. Kondisi vertigo ini bisa menyerang sleama beberapa jam dalam sehari. Meskipun kejadian ini terjadi pada telinga namun tak membuat orang mengalami kehilangan pendengaran.

4. Cidera kepala atau leher.

Cidera pada kepala atau leher dapat menyebabkan orang lebih rawan terkena gangguan telinga. Maka tak ayal bagi orang yang punya riwayat cidera kepala atau leher, lebih sering mengalami vertigo dibanding yang tidak. Masalah lainnya ini seperti sakit stroke

5. Labirintitis.

Dilansir dari webmd, labirintitis merupakan peradangan dan infeksi yang terjadi di bagian telinga dalam, khususnya pada saluran berliku-liku dan penuh cairan. Penyebab ini mengganggu masalah kesimbangan. Biasanya karena terjangkit virus dan bakteri, sakit flu atau pilek misalnya.

6. Fistula perilymphatic.

Fistula perilymphatic atau komunikasi abnormal (tidak normal) antara telinga tengah dan telinga dalam. Fistula perilymphatic jarang muncul sebagai penyebab dari vertigo.

7. Erosi kolesteatoma.

Erosi kolesteatoma disebabkan adanya kista di telinga bagian dalam. Masalah ini juga jarang menjadi penyebab dari vertigo periferal.

8. Otosklerosis.

Penyebab selanjutnya dari vertigo periferal adalah Otosklerosis. Otosklerosis atau pertumbuhan tulang abnormal (tidak normal) di telinga tengah. Penyebab ini jarang juga sebagai penyebab orang terkena vertigo.

Vertigo central.

Penyebab vertigo, gejala dan cara mengobatinya pixabay

foto: freepik.com

Kalau vertigo periferal terjadi karena masalah keseimbangan, vertigo central muncul karena masalah pada otak. Terutama pada bagian otak kecil atau cerebellum, yang sering berpengaruh dengan penyakit ini. Berikut beberapa penyebab vertigo central.

1. Migrain.

Migrain ialah salah satu masalah kepala. Nyeri pada sebelah bagian kepala yang tak bisa tertahankan. Rasanya kepala seakan berdenyut sendiri. Migrain banyak dialami orang usia muda.

2. Neuroma akustik.

Neuroma akustik adalah tumor jinak yang menyerang saraf vestibular. Sistem saraf yang menghubungkan telinga dengan otak. Neuroma akustik kebanyakan disebabkan karena adanya kelainan genetik.

3. Tumor otak.

Tumor otak menyerang pada bagian cerebellum atau otak kecil. Tumor otak dapat mengakibatkan gangguan koordinasi pada otak dan telinga penjaga keseimbangan. Sehingga gerakan tubuh tidak bisa diatur dengan baik.

4. Multiple sclerosis.

Multiple sclerosis adalah masalah gangguan sinyal saraf yang terjadi pada sistem saraf pusat otak dan tulang belakang. Multiple sclerosis disebabkan karena kesalahan pada sistem kekebalan tubuh seseorang.

5. Sering mengonsumsi obat.

Mengonsumsi bermacam-macam obat dapat menimbulkan beragam efek samping. Salah satunya adalah gangguan pada otak, kemudian menimbulkan vertigo.

6. Stroke.

Penyakit stroke terjadi ketika pembuluh darah pada otak tersumbat. Gangguan ini juga bisa mengakibatkan orang terkena vertigo central.

Gejala vertigo.

Penyebab vertigo, gejala dan cara mengobatinya pixabay

foto: freepik.com

Vertigo merupakan salah satu masalah yang harus ditangani segera. Dianjurkan untuk segera membawa penderita ke dokter terdekat. Kalau tidak segera ditangani, maka akan berdampak buruk bagi pasien. Ada banyak gejala dan keluhan penderita vertigo, semua itu dapat menghambat aktivitasnya. Adapun gejala yang sering dialami oleh penderita vertigo di antaranya adalah mual, muntah, bola mata bergerak tidak normal, badan bekeringat sendiri, pendengaran berkurang, telinga berdenging (tinnitus), seluruh anggota tubuh terasa lemas, mata berkunang-kunang, sulit untuk bicara, demam, sulit berjalan, respon jadi lambat, hingga kesadaran menurun.

Cara mengobati vertigo.

Penyebab vertigo, gejala dan cara mengobatinya pixabay

foto: freepik.com

Untuk mengurangi gejala vertigo yang berlebihan, bisa menggunakan beberapa cara. Selain diperiksakan pada dokter dan meminum obat yang sesuai, kamu bisa menenangkan badan dengan cara alami. Berikut beberapa caranya sudah dirangkum dari berbagai sumber.

1. Makanan.

Vertigo dapat dicegah dan bisa diatasi dengan mengonsumsi makanan yang tepat. Makanan yang memiliki kandungan gizi yang dapat mengusir vertigo. Di antaranya adalah selai kacang, ikan air tawar, bayam, pisang, alpukat, jahe, almond, dan ginko biloba.

2. Putar kepala secara perlahan.

Duduk tegak di pinggir di antara kasur dan tembok. Putar kepala ke kiri kira-kira 45 derajat. Gerakkan secara perlahan. Lapisi bagian belakang tubuh dengan bantal, untuk menumpu bahu. Jangan letakkan bantal pada kepala atau leher. Tunggu beberapa lama. Setelah itu bangunlah dari tempat tidur. Putar kepala 90 derajat ke kanan tanpa mengangkatnya secara perlahan, diamkan selama 30 detik. Dilanjutkan dengan memutar kepala dan tubuh ke sisi kiri, bergantian secara perlahan dan dalam waktu 30 detik.

3. Manuver Foster/Half Somersault.

Duduk bersimpuh, kepala didongakkan ke atas bebera detik. Letakkan jidat ke lantai seperti gerakan sujud. Selipkan dagu ke dalam dada, kepala menyentuh lutut. Diamkan 30 detik. Putar kepala ke arah telinga atau kepala yang bermasalah selama 30 detik. Lalu angkat kepala secara cepat sampai posisinya lurus horizontal dengan punggung. Jaga kepala tetap pada sudut 45 derajat, selama 30 detik. Angkat kepala dan duduk tegak, jaga kepala menghadap bahu pada posisi yang sama dengan telinga yang bermasalah. Lalu, berdiri secara perlahan.

4. Terapi rehabilitasi vestibular.

Terapi ini digunakan untuk penderita yang mengalami pusing dan kesimbangan terganggu. Ini adalah jenis terapi fisik yang bertujuan membantu memperkuat sistem vestibular. Fungsi sistem vestibular adalah untuk mengirim sinyal ke otak tentang gerakan kepala dan tubuh relatif terhadap gravitasi. Rehabilitasi vestibular dapat direkomendasikan jika kamu sering mengalami vertigo. Terapi ini membantu melatih indera yang lain untuk mengurangi vertigo.