Brilio.net - HIV dan AIDS dikenal sebagai penyakit yang mematikan. Keduanya adalah hal yang berbeda, tetapi saling berhubungan. HIV adalah virus yang menyebabkan seseorang berpotensi terkena penyakit AIDS.

HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menyerang manusia dan menyerang sistem kekebalan tubuh. Saat HIV menyerang tubuh, maka tubuh kita akan menjadi lemah dalam melawan infeksi. Jika tubuh kita terus diserang oleh virus HIV , maka lama kelamaan tubuh kita menjadi lemah.

Terdapat dua spesies HIV yang menginfeksi manusia yakni HIV-1 dan HIV-2. Hadirnya virus ini dalam tubuh akan menyebabkan penurunan sistem imun. Dengan imun yang menurun maka seseorang akan lebih mudah terserang penyakit.

Infeksi HIV yang tidak ditangani dengan segera, maka akan berkembang menjadi kondisi serius yang disebut AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Ketika Infeksi virus HIV mencapai stadium akhir maka kemampuan tubuh untuk melawan infeksi telah hilang sepenuhnya. Pada tahap akhir ini disebut juga dengan AIDS.

Penyakit AIDS sendiri, tidak akan terjadi pada orang-orang yang memiliki sistem imun yang baik. Karena jika sistem kekebalan orang tersebut baik maka akan mampu melawan virus dan tak akan terserang HIV.

Loading...

Penderita AIDS umumnya memiliki gejala infeksi sistemik seperti demam, berkeringat terutama pada malam hari, kedinginan, lemah, kedinginan dan penurunan berat badan yang sangat drastis. Penderita AIDS juga berpeluang lebih besar menderita kanker seperti kanker leher rahim, kanker sistem kekebalan atau limfoma dan sarkoma Kaposi.

Pepatah mengatakan lebih baik mencegah daripada mengobati, maka sebelum mencegah kita harus mengetahui lebih dulu penyebab dari HIV dan AIDS. Dengan mengerti penyebab HIV dan AIDS maka kita akan tahu langkah apa yang selanjutnya harus kita lakukan untuk terhindar dari penyakit ini.

Berikut adalah beberapa penyebab HIV dan AIDS serta cara pencegahannya yang brilio.net rangkum dari berbagai sumber, Jumat (15/11).

Penyebab HIV dan AIDS

hiv © 2019 brilio.net

foto: pixabay

AIDS disebabkan oleh virus HIV. HIV dapat ditularkan melalui kontak dengan darah yang terinfeksi, cairan vagina, air susu ibu (ASI), air manis dari orang yang terinfeksi. Virus ini akan sangat mudah menular ketika anda berhubungan seks baik vagina, oral, atau anal dengan seseorang yang memiliki HIV tanpa pelindung.

Hal ini disebabkan adanya pertukaran cairan tubuh antara orang yang terinfeksi dengan orang yang sehat. Keadaan ini akan meningkat risikonya jika di organ seksual anda memiliki luka yang terbuka. Biasanya, perempuan remaja sangat rentan terinfeksi HIV karena selaput vagina mereka lebih rentan dan lebih tipis terhadap infeksi dibandingkan wanita dewasa.

Selain kontak seksual yang telah disebutkan di atas, berikut adalah beberapa penyebab seseorang terkena penyakit yang melemahkan sistem imun:

- Memiliki penyakit menular seksual (PMS) seperti klamidia atau gonore.

- Berbagi jarum suntik dan peralatan suntik lainnya dengan orang yang terserang virus HIV.

- Menggunakan peralatan tato dan body piercing termasuk tinta yang tidak disterilkan yang pernah dipakai oleh penderita HIV.

- Dari seorang ibu yang terkena HIV kepada bayinya baik sebelum ataupun selama kelahiran dan saat menyusui.

Meski dapat menular dengan adanya kontak seksual. Anda tidak dapat tertular HIV melalui kontak fisik sehari-hari, seperti:

- Bersentuhan

- Berjabat tangan

- Batuk dan bersin

- Berpelukan

- Mendonorkan darah ke orang yang terinfeksi

- Berbagi sprei

- Berbagi peralatan makan atau minum yang sama

Secara umum, berikut adalah beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko anda tertular HIV/AIDS, yakni:

- Berbagi jarum suntik yang sama dengan orang yang positif HIV.

- Melakukan hubungan seksual tanpa kondom dengan seseorang yang positif HIV.

- Melakukan tato tubuh di tempat yang alatnya tidak disterilkan.

- Transfusi darah dari penderita HIV.

Cara pencegahan HIV dan AIDS

hiv © 2019 brilio.net

foto: pixabay

1. Gunakan jarum yang steril

Hindari penggunaan jarum suntik secara bergantian. Pastikan jarum selalu steril jika berniat ingin membuat tato ataupun tindik.

2. Hindari seks bebas

Dari segi kesehatan, seks bebas bisa memberikan efek yang berbahaya bagi tubuh. Seks bebas sangat dilarang terlebih dengan pasangan yang berbeda-beda.

3. Menggunakan kondom

HIV bisa menular lewat darah dan air liur yang masuk ke dalam tubuh atau juga melalui hubungan seksual. Sebaiknya, saat berhubungan seksual gunakan kondom sebagai pelindung dan pengaman diri untuk mencegah virus HIV masuk ke dalam tubuh.

4. Lakukan vaksin

Lakukan vaksin hepatitis A dan hepatitis B, serta lakukan tes secara teratur karena sangat baik sebagai pencegahan diri dari HIV.

5. Pre-exposure prophylaxis (PrEP)

PrEP adalah pencegahan HIV dengan cara mengonsumsi antiretroviral bagi mereka yang berisiko tinggi tertular HIV. Yang dimaksud dengan berisiko tinggi tertular HIV adalah mereka yang telah disebutkan dalam penjelasan sebelumnya.

6. Perhatikan luka yang terbuka

Gunakan pakaian khusus yang disarankan oleh dokter untuk menutup tubuh ketika menjenguk atau bersentuhan langsung dengan penderita HIV atau AIDS.

Selain itu, ada beberapa gaya hidup sehat untuk membantu anda mencegah HIV/AIDS:

- Makan makanan dengan gizi seimbang.

- Rutin berolahraga.

- Hindari mengonsumsi obat-obatan terlarang termasuk alkohol.

- Lakukan yoga atau meditasi untuk mengelola stres.

- Tidak atau berhenti merokok.

- Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun setiap habis menyentuh hewan peliharaan.

mgg/Hameda Rachma