Brilio.net - Setiap pasangan yang telah menikah selalu menginginkan anak. Kehadiran sang buah hati di tengah keluarga, dianggap sebagai kebahagiaan terbesar dan anugerah dari Tuhan. Namun, kadang ada beberapa kasus pasangan yang mengeluh karena tak kunjung mendapat momongan.

Meski telah melakukan hubungan intim, belum tentu seorang wanita akan mendapati dirinya hamil. Kehamilan hanya akan terjadi ketika ada pertemuan antara sel telur dan sperma. Selain itu, penting pula mengetahui masa subur untuk merencanakan program kehamilan.

Masa subur adalah kondisi di mana pasangan yang berhubungan intim akan memiliki potensi besar mendapatkan kehamilan. Masa subur banyak dikaitkan dengan wanita. Padahal baik pria maupun wanita, keduanya memiliki masa subur.

Wanita akan mengalami masa subur ketika tiba masa ovulasi. Istilah ovulasi sendiri adalah pelepaan sel telur yang sudah matang dari rahim menuju tuba valopi untuk dibuahi. Sementara untuk pria, masa subur adalah ketika ia memiliki sperma yang berkualitas.

Karena masa subur memiliki pengaruh besar bagi kehamilan, maka penting untuk mengetahui bagaimana cara menghitung atau mengetahui masa subur pria dan wanita.

Loading...

Nah, berikut brilio.net rangkum dari berbagai sumber pada Rabu (13/11) tentang cara menghitung masa subur pria dan wanita secara akurat.

1. Menghitung masa subur wanita.

hitung masa subur istimewa

foto: freepik.com

Masa subur wanita biasanya terjadi sekitar 12-14 hari sebelum menstruasi. Namun setiap wanita memiliki masa subur yang berbeda-beda. Berikut langkah-langkah yang bisa kamu gunakan untuk mengetahui masa subur wanita.

Pertama, dengan hitungan siklus haid. Pastikan terlebih dahulu berapa kah siklus haid kamu berlangsung. Jika ada yang belum tahu, siklus haid adalah rentang hari pertama haid, dengan haid berikutnya. Normalnya siklus haid wanita berlangsung selama 21-35 hari. Lalu tentukan siklus haid terpendekmu dan siklus haid terpanjangmu.

Jika sudah kamu bisa menghitung dengan rumus berikut:

- Pastikan berapa siklus haid terpendekmu. Sebagai contoh, 26 hari. Selanjutnya kurangi siklus terpendekmu dengan 18. Jadi 26-18, hasilnya 8.

- Kemudian siklus terpanjangmu. Misalnya, 30 hari. Kurangi dengan angka 11. Jadi 30-11 hasilnya 19.

Maka, kamu bisa menyimpulakan bahwa siklus haid kamu yang rata-rata 26-30 hari, memiliki masa subur pada hari ke 8-19. Nah direntang hari tersebut, kamu berpeluang besar akan hamil setelah berhubungan intim.

Jika kamu tidak ingat tanggal dan hari haid kamu, bisa mencoba cara kedua, yakni menggunakan kalkulator khusus untuk menghitung masa subur. Sudah banyak aplikasi-aplikasi penghitung masa subur yang bisa di-download. Jika ingin kalkulator masa suburmu itu menghasilkan hitungan yang akurat, ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan:

- Gunakan aplikasi kalkulator masa subur setidaknya selama 3-6 bulan atau 3-6 kali haid. Sebab rentan waktu tersebut baru akan cukup menentukan siklus haidmu.

- Pastikan apakah haidmu tergolong rutin atau tidak rutin. Jika haidmu tidak rutin, cobalah untuk mencatat di kalender dan cantumkan di kalkulator.

- Carilah aplikasi kalkulator masa subur yang bisa mendeteksi ganguan lain yang mempengaruhi kehamilan.

Cara ketiga untuk mengetahui masa subur wanita adalah dengan mengamati tanda-tanda yang terjadi pada tubuh. Beberapa tanda-tanda saat wanita mengalami masa subur adalah sebagai berikut:

- Keluar lendir berwarna bening dari mulut rahim. Kendir ini menunjukan bahwa terjadi perubahan hormon estrogen, sehingga masa ovulasi akan segera datang.

- Nyeri di bagian punggung, pinggang, atau perut

- Suhu basal tubuh meningkat

- Mengalami perasaan bergairah yang meluap-luap

2. Mengetahui masa subur pria.

hitung masa subur istimewa

foto: freepik.com

Masa subur pria memang tidak bisa dihitung seperti masa subur wanita. Namun pria bisa mengetahui masa subur melalui waktu yang tepat dan kuantitas sperma. Nah cara mengetahui masa subur pria setidaknya ada dua cara.

Pertama, masa subur pria ada di pagi hari atau saat musim di mana suhu udara lebih dingin. Sebab testis sangat sensitif terhadap suhu ruang. Pada saat itu, sperma akan lebih banyak dikeluarkan. Semakin banyak sperma dikeluarkan, maka semakin banyak pula kemungkinan sperma bisa membuahi.

Cara kedua, perhatikan tanda-tanda sperma yang baik. Menurut hasil dari uji laboratorium, sperma normalnya memiliki volume sebanyak 2ml, kemudian jumlah spermatozoanya sekitar 20.000.000 per milimeter, pH-nya sekitar 7,2-8, berwarna pucat dengan bau yang khas.

Untuk warna sperma, kadang ada pula yang memiliki warna kekuningan, dan hal tersebut masih dalam kategori normal. Namun apabila sperma berwarna merah muda atau merah pekat, maka ada baiknya segera memeriksakannya ke dokter.

Selanjutnya ada berbagai aktivitas yang bisa dilakukan pria untuk membuat spermanya berkualitas. Misalnya dengan menerapkan gaya hidup sehat. Kamu bisa mulai dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan menghindari makanan cepat saji. Untuk memulihkan tenaga, kamu bisa berolahraga. Namun pilihlah olahraga yang tidak terlalu banyak membutuhkan aktivitas fisik yang berat. Selain itu, hindari begadang dan istirahat dengan cukup.

reporter: mgg/deta jauda