×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Mengenal penyakit kanker getah bening serta penyebab & gejalanya

View Image

0

BRILIO » Kesehatan

Mengenal penyakit kanker getah bening serta penyebab & gejalanya

Kanker getah bening diketahui diidap oleh almarhum Ustaz Arifin Ilham selama beberapa tahun terakhir

23 / 05 / 2019 14:04

Brilio.net - Ustaz Muhammad Arifin Ilham meninggal dunia di Rumah Sakit Penang Malaysia, Rabu (22/5) malam, saat menjalani masa pengobatan. Pimpinan Majelis Az-Zikra ini diketahui penyakit kanker kelenjar getah bening.

Menurut salah satu kerabat mendiang Ustaz Arifin Ilham, Ketua Yayasan Az-Zikra, Khotib Kholil, meskipun menderita sakit kanker, namun Ustaz Arifin selalu tampak gembira di depan banyak orang, terutama saat sedang berdakwah kepada masyarakat.

"Tak pernah menampakkan sakitnya. Jadi selalu gembira, terutama pada umat. Beliau selalu menyampaikan adab dalam beribadah dan mengamalkan surat-surat rutin seperti biasa," ujarnya di kediaman almarhum, Majelis Az-Zikra Sentul Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/5) dini hari seperti dikutip Antara.

Sejak awal tahun 2019, Ustaz Arifin memang sudah dikabarkan menderita sakit kanker getah bening. Kala itu ia masih dirawat di Jakarta. Bahkan ia juga sempat diberitakan sudah sembuh dari penyakit tersebut.

Lalu apa sebenarnya kanker getah bening? Apa saja gejala dari penyakit ini?

Loading...

Kanker getah bening juga dikenal sebagai kanker limfoma, yaitu kanker dalam sistem limfatik yang menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening. Padahal sistem limfatik ini adalah bagian penting dalam sistem imunitas tubuh manusia.

Kanker ini menjadi penyakit yang lumrah untuk ditemui. Penderita kanker limfoma di Indonesia mencapai 14.905 berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013.

Kanker darah limfoma masih dibagi menjadi dua bagian bila berdasarkan wilayah limfosit serangannya. Limfoma hodgkin dan non-hodgkin. Yang paling banyak dialami oleh masyarakat di Tanah Air adalah limfoma non-hodgkin.

Jenis ini menempati posisi ke tujuh sebagai kanker yang sering ditemui. Sedangkan hanya 20 persen dari kasus kanker getah bening yang menyerang Hodgkin. Demikian seperti dirangkum brilio.net dari Kapanlagi dan sumber-sumber lainnya.

-

Penyebab dan gejalanya

Kanker getah bening disebabkan oleh sel-sel yang melawan infeksi sistem kekebalan tubuh. Sel-sel ini terletak di kelenjar getah bening, limpa, timus, sumsum tulang dan bagian tubuh lainnya.

Pembengkakan kelenjar getah bening dimulai saat sel darah putih yang disebut limfosit ini melawan penyakit dengan mengembangkan mutasi genetik. Dari mutasi ini sel mulai berkembang biak dengan cepat dan menyebabkan limfosit yang sakit bertambah banyak.

Dengan adanya mutasi ini, masih memungkinkan bagi sel-sel darah putih untuk tetap hidup disaat sel lainnya mati. Hal ini yang membuat terlalu banyak limfosit yang tidak efektif dan menyebabkan kelenjar getah bening bengkak.

Ada faktor risiko yang bisa mempengaruhi seseorang terserang penyakit ini. Di antaranya yaitu laki-laki, sistem kekebalan tubuh terganggu dan memiliki infeksi tertentu.

Gejala kanker limfoma ini termasuk sulit dideteksi. Tak sedikit kejadian di mana penyakit ini baru diketahui setelah ada pemeriksaan fisik oleh dokter. Tanda-tanda awal yang biasa dialami penderita kanker ini adalah munculnya benjolan di leher, ketiak, dan selangkanya yang disertai rasa sakit. Benjolan itu muncul karena adanya pembengkakan pada kelenjar getah bening.

Bila lebih serius, gejala yang muncul juga semakin memburuk. Misalnya berkeringat di malam hari, demam, menggigil, kelelahan, berat badan turun tiba-tiba dan munculnya rasa gatal yang harus diwaspadai.







Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    25%

  • Sedih

    75%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave more