Brilio.net - Saat menjalin hubungan asmara dengan lawan jenis, pasti tidak selamanya mulus. Tentu ada saja masalah yang kadang membuat seseorang sedih dan galau. Bahkan terkadang putus cinta kerap kali dialami dan membuat hati terasa sangat sakit.

Rasa sakitnya pun bisa sangat tak tertahankan, sampai dunia rasanya runtuh seketika. Saat sedang terpuruk seperti ini, orang-orang di sekitar kita mungkin akan memberi kita banyak nasihat untuk berusaha berpikir positif.

Berpikir positif dan move on memang mudah dikatakan. Namun, seringkali pada kenyataannya sangat sulit untuk dilakukan. Memulainya pun bisa sangat berat. Bila hal ini yang terjadi, maka tak ada salahnya kita izinkan diri kita untuk menangis. Menangis karena hati yang terluka dan tersakiti sah-sah saja, kok.

Namun ternyata, dari segi kesehatan menangis terus menerus karena patah hati bisa menyebabkan air mata habis dan membuat mata kering. Benarkah?

Dokter Spesialis Mata dr. Nina Asrini Noor, Sp.M, menjelaskan bahwa tidak ada korelasi antara sering menangis membuat mata menjadi kering. Air mata keluar secara alami melalui kelenjar air mata dengan dorongan emosional. Sedangkan gejala mata kering ialah kondisi hilangnya keseimbangan komponen air mata.

Loading...

"Mekanismenya beda. Air mata yang keluar karena faktor emosional secara alami akan diproduksi kembali oleh kelenjar mata kita," ucapnya saat ditemui media belum lama ini.

dr Nina menjelaskan bahwa faktor yang menyebabkan mata kering karena terlalu sering menatap layar gedget.

dr Nina © 2019 brilio.net

"Karena saat sedang fokus, frekuensi berkedip berkurang, sehingga mata terasa seperti mengganjal, mudah merah berulang, berair, terasa kering, sensasi berpasir, ada kotoran mata, terasa lengket, rasa gatal yang memicu untuk mengucek mata. Membaca buku dan mengemudikan kendaraan juga termasuk kegiatan yang dapat menimbulkan mata lelah atau kering," jelasnya.

Oleh sebab itu, ia pun menyarankan ketika mata sudah mulai terasa tidak nyaman lebih baik kompres mata dengan air hangat untuk menjaga kestabilan produksi kelenjar kelopak mata.

"Malam hari bisa, lebih nyaman wajah bersih. Tapi kalau berkepanjangan lebih baik cek ke dokter," tutup dr Nina.