Brilio.net - Di tengah pandemi virus corona seperti sekarang ini banyak sekali pertanyaan orang mengenai virus Covid-19 tersebut, baik cara mengetahui seseorang terinfeksi virus tersebut, proses penularan, serta tips-tips lainnya yang bisa mereka jalankan agar terhindar dari virus mematikan itu.

Banyaknya pertanyaan, memunculkan berbagai informasi baru yang terkadang cukup meresahkan masyarakat. Dilansir brilio.net dari asiaone.com, Rabu (23/4), menyebutkan bahwa baru-baru ini ada informasi yang menyebutkan bahwa virus corona bisa menyebar lewat kentut.

Informasi itu berdasarkan dari penelitian yang menunjukkan bahwa kotoran dan urin dapat menularkan virus. Situs berita Australia, News.com.au juga sempat membagikan podcast seorang dokter populer yang membahas topik tersebut.

"Orang-orang harus menghindari kentut dengan menjaga jarak satu sama lain untuk menghentikan penyebaran virus corona. Tanggung jawab setiap orang untuk tidak membuat angin sembarangan," ujar dokter tersebut.

"Kami mengenakan masker untuk menghindari kentut dan lainnya sepanjang hari," timpalnya lagi.

Loading...

Dokter itu juga menyampaikan bahwa pakaian yang dikenakan para tim medis sudah cukup aman untuk mencegah penularan virus corona, dari cairan pernapasan.

Dokter Australia Andy Tagg menyampaikan bahwa kentut memang memiliki kekuatan untuk menyemprotkan virus dari jarak jauh. "Mungkin SARS-CoV-2 (Covid-19) dapat disebarkan melalui kekuatan parping, namun dibutuhkan lebih banyak bukti ini untuk hal ini," ujarnya.

Sementara pada awal tahun 2020 lalu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) distrik Tongzhou di Beijing mengklarifikasi bahwa Covid-19 tidak ditularkan melalui kentut, kecuali jika seseorang menghirup gas tersebut dengan baik dari pasien yang terinfeksi. Namun ini belum bisa dipastikan lagi.

Selain itu, Dr Sarah Jarvis, GP dan Direktur Klinis Patientaccess.com mengatakan kepada The Sun, "Kemungkinan seseorang tertular virus karena mereka dekat dengan seseorang yang kentut, namun kemungkinannya sangat kecil." Kendati demikian ia tetap menyarankan setiap orang untuk menjaga kebersihan toilet.

"Ada beberapa laporan tentang virus corona yang ada di kotoran, dan hingga satu dari sepuluh pasien mengalami diare satu atau dua hari sebelum mereka mendapatkan gejala lain seperti batuk dan demam. Ini menggarisbawahi pentingnya menjadi ekstra hati-hati dalam membersihkan kamar mandi jika satu orang memiliki gejala virus corona," paparnya.

Kembali ke tahun 2001 silam, dokter Australia Karl Kruszelnicki dan ahli mikrobiologi Luke Tennent melakukan percobaan di mana salah satu kolega Tennent kentut di dua cawan yang berbeda dari jarak 5 cm, untuk melihat apakah kentut dapat menularkan penyakit. Kolega itu kentut di cawan pertama dengan mengenakan celana, sementara yang satunya tanpa mengenakan celana.

Cawan pertama tetap bersih, sedangkan cawan kedua mulai menumbuhkan bakteri dalam semalam.

Kruszelnicki menyimpulkan, "Karena itu, flatus dapat menyebabkan infeksi jika emitornya telanjang, tetapi tidak jika dia berpakaian." Namun, percobaan itu tidak menyelami jenis penyakit yang bisa menyebar melalui kentut.