Brilio.net - Serangan jantung menjadi topik yang cukup ramai diperbincangkan saat ini. Bagaimana tidak, seseorang dalam kondisi sehat dan bahkan tidak memiliki riwayat sakit jantung, tiba-tiba terserang jantung hingga akhirnya meninggal dunia. Serangan jantung juga tak memandang usia, gender bahkan kebiasaan olahraga seseorang.

Mengingat serangan jantung tak mengenal usia dan bisa terjadi kapan saja, maka penting bagi kamu untuk menjaga pola hidup sehat dan memahami bagaimana caranya mengatasi orang yang terkena serangan jantung secara tiba-tiba. Dilansir brilio.net dari liputan.6.com, salah satu serangan jantung yang berbahaya adalah Coronary Heart Disease (CHD) atau serangan jantung koroner yang dapat mematikan.

Serangan jantung dapat terjadi karena adanya penyempitan pada pembuluh darah. Gejala yang sering terjadi biasanya adanya rasa sakit atau nyeri pada bagian dada selama 15 menit. Bersamaan dengan itu terjadi rasa mual, pucat, berkeringat, dan kesulitan bernapas.

Dilansir dari situs Mayo Clinic, Rabu (19/1) sebanyak 50 persen kematian terjadi dalam jangka waktu satu jam setelah terjadi serangan jantung. Nah bagaimana cara memberi pertolongan pertama ketika seseorang mengalami serangan jantung secara tiba-tiba? Berikut lansiran brilio.net dari liputan6.com, Rabu (19/2).

1. Lakukan panggilan nomor darurat dengan segera.

Loading...

Hal ini dapat membantu orang yang terkena serangan jantung dapat dengan segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis.

2. Telan tablet aspirin.

Serangan jantung terjadi karena timbunan kolesterol yang menyempitkan aliran darah pada ateri koroner. Kemudian, platelet sel darah kecil dapat memicu terjadinya pembekuan darah atau penggumpalan darah. Peran aspirin di sini adalah menghambat kinerja platelet yang bertugas membekukan dan menggumpalkan darah.

3. Lakukan CPR.

CPR (cardiopulmonary resuscitation) dilakukan jika orang yang terkena serangan jantung tidak sadarkan diri. CPR dengan menggunakan tangan dapat dilakukan dengan menekan bagian dada selama 100 kali dalam semenit. CPR dari mulut ke mulut tidak dianjurkan jika kamu belum terlatih.