Brilio.net - Sebagai pasangan muda yang ingin memiliki anak, tentu pengetahuan mengenai kehamilan sangat sedikit. Kurangnya pengetahuan membuat banyak pasangan muda yang memilih mendengarkan semua omongan orangtua, terlebih lagi mengenai mitos-mitos kehamilan.

Hal itu pula yang kerap dialami oleh Dokter kandungan dr. Ardiansjah Dara Syahruddin. Selama dirinya praktek, ia mengatakan sering mendapatkan pasien dengan pertanyaan yang menurutnya kurang penting.

"Di rumah sakit tempat saya praktik, ada pasien Indonesia dan juga orang asing seperti Jepang, Eropa, dan Amerika. Saya lihat pertanyaan dari kedua pasien berbeda negara ini beda. Kalau orang asing cenderung tidak bertanya hal umum, mungkin karena mereka baca internet. Berbeda dengan pasien orang Indonesia yang selalu bertanya hal-hal umum dan mitos zaman dahulu," katanya kepada media saat ditemui dalam acara peluncuran aplikasi Teman Bumil di Jakarta, Rabu (29/11).

Menurutnya, pengetahuan dan keengganan masyarakat Indonesia untuk membaca mengenai hal-hal yang boleh atau tidak boleh dilakukan ketika hamil sangat minim. Hal itu berakibat pasien orang Indonesia yang datang ke dokter kandungan menanyakan hal yang tidak bermutu.

"Banyak, misalnya kaya nanya ibu hamil boleh minum es atau tidak, ibu hamil boleh minum obat paracetamol atau enggak. Atau pertanyaan mitos lainnya. Itu kan sangat disayangkan banget," jelasnya.

Loading...

Dokter Dara pun menyatakan agar pasien rajin membaca pengetahuan agar ketika konsultasi ke dokter kandungan bisa bertanya hal-hal seputar keluhan atau masalah yang dialami oleh si pasien secara detail. "Harusnya nanya soal medis yang tidak ditemukan di google. Dia bisa nanya hal lain yang bermanfaat dan lebih spesialistik. Sayang sebenernya, lama menunggu tapi yang ditanyakan hal yang harusnya umum sudah diketahui," pungkasnya.