Brilio.net - Meninggalnya Ashraf Sinclair karena serangan jantung pada Selasa (18/2) subuh mengagetkan keluarga dan publik. Banyak yang tak menyangka jika suami Bunga Citra Lestari tersebut meninggal dunia di usia 40 tahun. Semasa hidupnya, Ashraf dikenal memiliki gaya hidup sehat.

Manajer BCL, Doddy juga mengungkapkan jika aktor asal Malaysia tersebut tak memilik riwayat penyakit jantung. Sebelum menghembuskan napas terakhir, ayah satu anak tersebut juga sempat melakukan rutinitas olahraga malamnya.

Serangan jantung yang dialami oleh Ashraf Sinclair adalah kondisi darurat medis yang berpotensi mengancam jiwa. Ini terjadi saat aliran darah terbatas ke jantung. Saat jantung menjadi kekurangan oksigen dan nutrisi, bagian dari otot jantung mulai mati.

Serangan jantung bisa menjadi kejadian yang mematikan. Penyakit jantung koroner adalah penyebab utama yang bisa diamati dari kuku yang mengindikasikan apakah kamu menderita penyakit tersebut.

Tanda jantung di kuku  berbagai sumber

Loading...

foto: iStock

Penyakit jantung koroner, kadang disebut penyakit jantung iskemik dapat menyebabkan nyeri dada, serangan jantung, dan gagal jantung. Kamu bisa menemukan tanda-tanda peringatan penyakit jantung koroner sebelum penyakit mematikan itu mempersingkat hidup kamu.

Caranya, carilah garis merah atau ungu di bawah kuku. Dilansir brilio.net dari Express.co.uk, Rabu (19/2), American Academy of Dermatology (AAD) merinci bahwa selama kuku tak pernah terantuk, garis-garis ini dapat mengungkapkan bahwa kamu memiliki penyakit jantung koroner.

Nama medis untuk garis-garis ini adalah perdarahan serpihan. Ketika kamu memiliki penyakit jantung koroner, gejala ini muncul bersamaan dengan demam tinggi dan detak jantung yang lemah atau tidak teratur.

AAD menguraikan tanda lain pada kuku yang bisa mengungkapkan apakah kamu menderita penyakit jantung koroner. Clubbing, istilah medis untuk menggambarkan kuku dan jari yang bengkak ke bawah, juga menjadi indikasi penyakit ini.

Tanda jantung di kuku  berbagai sumber

foto: iStock

Selain itu, menurut National Health Service (NHS) dilansir brilio.net, tanda paling umum dari penyakit jantung yang berlawanan adalah nyeri dada. Ada banyak faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seseorang terkena penyakit ini.

NHS menekankan bahwa tekanan darah tinggi (hipertensi) adalah salah satu faktor risikonya. Faktor risiko lainnya adalah kolestrol serta diabetes. Selain itu, merokok secara signifikan juga dapat meningkatkan risiko seseorang terhadap kondisi tersebut.

Merokok dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung hingga 24 persen. Faktor gaya hidup lainnya termasuk menjalani gaya hidup yang tak banyak bergerak serta kelebihan berat badan juga meningkatkan risiko seseorang.

Untuk membantu meminimalkan risiko terkena penyakit jantung koroner, berikut panduan dari NHS untuk mengurangi risiko serangan jantung:

1. Makanlah makanan yang sehat dan seimbang. Akan lebih baik bila memiliki banyak variasi buah dan sayuran segar.

2. Batasi jumlah garam yang Anda makan dan hindari lemak jenuh. Makanan tinggi lemak jenuh seperti sosis, mentega, keju keras, makanan cepat saji, dan lainnya.

3. Pertahankan berat badan yang sehat dengan lebih aktif secara fisik dalam kehidupan sehari-hari.