Setiap orang pasti menginginkan tubuh yang sehat. Berbagai cara dilakukan agar stamina tubuh dapat terjaga. Seperti mengonsumsi sayur, berolahraga, tidur yang cukup dan masih banyak cara lainnya.

Namun, jika seseorang tidak peka untuk menjaga kesehatan, ia akan rentan terserang penyakit. Berbagai kuman, bakteri hingga virus dengan mudahnya masuk ke tubuh.

Salah satu penyakit yang umum menyerang tubuh manusia adalah herpes. Penyakit ini ditandai dengan adanya lepuhan pada kulit yang berisi cairan dan berwarna kemerahan.

Penyakit herpes tergolong penyakit jangka panjang. Herpes disebabkan oleh virus herpes simpleks (HSV). Bahkan, virus ini diketahui bisa bertahan seumur hidup dalam tubuh seseorang.

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

Herpes bisa menyerang di beberapa bagian tubuh, mulai dari bibir, leher, pantat, dan bagian tubuh lainnya. Herpes ini bisa menimbulkan perpaduan rasa gatal dengan sensasi perih dan panas.

Herpes terbagi jadi dua macam, yakni herpes simpleks dan herpes zoster. Setiap orang memiliki risiko terserang penyakit ini, dari mulai anak-anak hingga orang dewasa.

Gejala yang dialami pun berbeda-beda. Agar dapat menangani penyakit herpes dengan tepat, kenali dulu gejala penyakit herpes simpleks maupun zoster.

Secara umum, ciri-ciri yang timbul akibat serangan virus herpes di antaranya adalah demam, menggigil, sesak napas, nyeri di persendian. Berikut penjelasan lengkapnya mengenai jenis, gejala, penyebab, dan cara mengobati penyakit herpes simpleks dan zoster, seperti dirangkum brilio.net dari berbagai sumber pada Rabu (14/7).

Jenis-jenis penyakit herpes.

1. Herpes simpleks.

Gejala herpes © berbagai sumber

foto: freepik.com

Herpes simpleks merupakan salah satu tipe penyakit herpes. Biasanya penyakit ini menimbulkan ruam dan luka melepuh di bagian leher, lengan, dan anggota tubuh lainnya.

Penyebab herpes jenis ini tergantung pada tipe virus yang menyerang. Pada tipe pertama, virus yang mengakibatkan herpes adalah HSV-1. Virus ini dikenal dengan herpes simpleks Virus-1 (HSV-1). Virus ini bisa menyerang bagian mulut atau pinggang ke atas.

Selanjutnya, pada tipe kedua disebabkan oleh virus HSV-2. Virus ini sering dikenal dengan herpes genitalis. Biasanya menyerang di bagian pinggang ke bawah dan lebih sering menyerang bagian kelamin. Uniknya saat virus ini menyerang pada wanita, tidak bisa terlihat jelas atau secara langsung.

2. Herpes zoster.

Gejala herpes © berbagai sumber

foto: freepik.com

Meski tidak berbahaya, herpes zoster menimbulkan keluhan nyeri. Berbeda dengan herpes simpleks, penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus varicella zoster, yang juga menjadi penyebab cacar air. Herpes zoster biasanya menyerang pada punggung, dada, dan dahi.

*

Gejala umum penyakit herpes kulit.

Terdapat beberapa perbedaan gejala penyakit herpes zoster dan herpes simpleks. Secara kasat mata, perbedaan gejala tersebut terletak pada bagian tubuh yang terdampak.

Selain itu, gejala ini juga dapat dibagi ke beberapa stadium. Berikut ini adalah tanda-tanda dan gejala penyakit herpes kulit:

1. Munculnya bintil berwarna putih dan berair.

Gejala herpes © berbagai sumber

foto: freepik.com

2. Ruam dengan benjolan merah.

Gejala herpes © berbagai sumber

foto: freepik.com

3. Benjolan merah berubah menjadi kerak kering.

Gejala herpes © berbagai sumber

foto: freepik.com

4. Kulit terasa gatal.

Gejala herpes © berbagai sumber

foto: freepik.com

5. Demam dan sakit kepala.

Gejala herpes © berbagai sumber

foto: freepik.com

6. Mati rasa atau kesemutan pada kulit.

Gejala herpes © berbagai sumber

foto: freepik.com

7. Nafsu makan menurun.

Gejala herpes © berbagai sumber

foto: freepik.com

8. Mual dan muntah.

Gejala herpes © berbagai sumber

foto: freepik.com

*

Gejala khusus penyakit herpes.

Berbeda dengan sebelumnya, setelah memasuki fase yang lebih parah akan muncul gejala sesuai dengan jenis virus herpes yang menginfeksi dan lokasi atau bagian tubuh yang terinfeksi.

Seseorang yang terserang penyakit ini akan mengalami gejala yang dapat kambuh setiap saat. Berikut adalah berbagai gejala khusus penyakit herpes:

1. Penurunan kesadaran.

Gejala herpes © berbagai sumber

foto: freepik.com

2. Sensasi rasa terbakar pada tempat infeksi.

Gejala herpes © berbagai sumber

foto: freepik.com

3. Kejang.

Gejala herpes © berbagai sumber

foto: freepik.com

4. Lepuhan merah berisi air di area yang terinfeksi.

Gejala herpes © berbagai sumber

foto: freepik.com

5. Pembengkakan kelenjar getah bening.

Gejala herpes © berbagai sumber

foto: freepik.com

6. Infeksi luka dengan rasa nyeri.

Gejala herpes © berbagai sumber

foto: freepik.com

*

Penyebab penyakit herpes.

Herpes adalah penyakit yang disebabkan karena virus. Penyakit ini bisa menular dari satu orang ke orang lain. Kenali beberapa penyebab herpes yang harus kamu waspadai.

Beberapa di antaranya seperti infeksi virus yang bisa menular dari bersin, batuk, pakaian yang tercemar, sering menyentuh herpes orang lain, masalah daya tahan tubuh yang kurang, kontak langsung dengan orang yang terkena cacar air, dan karena hubungan seks.

*

Cara mengobati penyakit herpes.

Penyakit herpes muncul akibat serangan virus. Untuk itu dibutuhkan obat antivirus untuk mengatasinya. Namun, biasanya luka dan lepuhan akibat herpes ini dapat sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu 2–4 minggu.

Meski begitu, bisa saja virus herpes ini masih tetap ada di dalam tubuh tanpa menimbulkan gejala. Sampai saat ini belum ada metode pengobatan yang dapat menghilangkan virus herpes dari dalam tubuh.

Selain berbagai obat-obatan antivirus, dilansir dari medicalnewstoday.com, beberapa bahan rumahan berikut ini juga dapat digunakan untuk meringankan gejala herpes:

1. Mengoleskan tepung maizena ke daerah yang terinfeksi.

2. Menyemprotkan air dalam botol ke benjolan untuk mengurangi rasa sakit.

3. Mengoleskan gel lidah buaya pada area luka.

Namun sayangnya, belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa pengobatan ini berhasil.

(brl/vin)