Brilio.net - Apakah kamu pernah mengalami sariawan? Mungkin setiap orang pernah mengalami sariawan setidaknya sekali seumur hidup. Apa itu sariawan? Sariawan sering timbul di dalam mulut disebabkan adanya jamur Candida albicans. Jamur Candida albicans merupakan jamur yang normal terdapat dalam sistem pencernaan. Tapi jamur ini dapat berkembang dan menyebar ke bagian lain sehingga menyebabkan infeksi.

Sariawan yang disebabkan luka pada mulut bisa disebut dengan stomatitis aphotosa dan sariawan yang disebabkan oleh virus disebut stomatitis herpetik. Tak hanya pada orang dewasa saja, anak-anak pun bahkan bayi juga dapat mengalami hal ini. Misalnya saja si kecil rewel dan tidak mau minum atau menolak ketika disusui, bisa jadi sariawan bersarang di mulutnya. Biasanya bagian yang terserang sariawan adalah lidah, gusi, bagian dalam pipi dan bagian langit-langit mulut.

Umumnya jumlah sariawan pada bayi tak sebanyak pada orang dewasa, hanya 1-2 luka. Bentuknya seperti bulatan kecil berdiameter 1-3 mm dengan warna putih kekuningan. Luka ini juga bisa berwarna keabuan atau putih saja tergantung kondisi mulut bayi. Dengan begitu sebagai ibu harus peka dan memperhatikan apakah ada bintik putih sariawan pada mulut sang bayi.

Namun, jika bayi sudah terlanjur mengalami sariawan sebaiknya ketahui penyebanya agar tidak mengalami kembali dikemudian hari. Berikut brilio.net rangkum dari berbagai sumber, Selasa (19/11), 5 penyebab sariawan pada bayi dan cara mengatasinya. Yuk langsung simak!

Penyebab sariawan pada bayi.

Loading...

1. Terinveksi virus.

5 Penyebab sariawan pada bayi dan cara mengatasinya freepik.com

foto: freepik.com

Penyebab sariawan pada bayi yang pertama yakni karena infeksi virus, seperti herpes, cacar air dan penyakit kaki tangan mulut. Rasa perih dapat muncul 24-48 jam yang bertahan sekitar 3-4 hari. Kemudian akan tumbuh lembaran fibrin putih sehingga nyeri berkurang dan sembuh dalam 7-10 hari.

2. Alergi makanan.

5 Penyebab sariawan pada bayi dan cara mengatasinya freepik.com

foto: freepik.com

Tak cuma ruam dan gatal-gatal. Alergi juga bisa menimbulkan sariawan pada bayi. Apalagi untuk bayi berusia 6 bulan atau yang sudah MPASI, mungkin saja mengalami alergi makanan. Misalnya saja ketika memberikan makanan yang terlalu panas, sehingga menimbulkan luka pada mulut bayi. Biasanya juga diawali dengan mendapatkan jerawat kecil di mulut yang menjadi pemicu sariawan.

3. Kebiasaan memasukkan benda dalam mulut.

5 Penyebab sariawan pada bayi dan cara mengatasinya freepik.com

foto: freepik.com

Bayi usia satu tahun umumnya melakukan kebiasaan memasukkan tangannya ke dalam mulut, bahkan benda-benda di sekitarnya juga tak luput dari perhatian untuk dimasukkan dalam mulut. Masalahnya terkadang benda-benda yang dimasukkan dalam mulut itu tidak bersih, bahkan mengandung kuman dan bakteri. Nggak heran kalau sariawn pada bayi bisa muncul. Untuk itu pastikan mainan dan tangan bayi selalu dibersihkan supaya terhindar dari sariawan.

4. Kekurangan nutrisi.

5 Penyebab sariawan pada bayi dan cara mengatasinya freepik.com

foto: freepik.com

Tanpa disadari kadang bayi mengalami kekerangan nutrisi. Salah satu indikator bayi mengalami kekurangan asupan nutrisi yaitu sariawan bayi. Biasanya kekurangan zink, asam folat, vitamin B12, zat besi, dapat membuat bayi terserang sariawan. Jika bayi masih ASI eksklusif, sebaiknya ibu mengonsumsi nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi tersebut. Jika bayi tersebut MPASI tambah kebutuhan nutrisi lewat makanannya.

5. Penularan infeksi sari ibu menyusui.

5 Penyebab sariawan pada bayi dan cara mengatasinya freepik.com

foto: freepik.com

Pada dasarnya ASI menjadi minuman terbaik bagi bayi, karena mengandung antibodi yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh bayi. Memberikan ASI secara langsung melalui cara menyusui yang tidak benar dapat menjadi penyebab sariawan pada bayi. Infeksi jamur yang berkembang pada puting payudara bisa mular dengan cepat pada mulut bayi. Kemudian jika proses ini terjadi terus-menerus maka bayi dapat terkena sariawan dengan cepat. Jika kondisi memburuk ibu dapat memberikan ASI dengan cara memberikan ASI perah pada bayi. Perlengkapan ASI perah yang sehat dan higienis bisa melindungi bayi dari sariawan.

Cara mengatasi sariawan pada bayi.

1. Berikan cairan yang banyak.

5 Penyebab sariawan pada bayi dan cara mengatasinya freepik.com

foto: freepik.com

Salah satu penyebab sariawan adalah kekurangan nutrisi tertentu dalam tubuh. Nah, jika sariawan ini menyerang bayi maka biasanya bayi akan mogok makan dan semakin membuat nutrisi yang dibutuhkan berkurang. Terutama bagi bayi yang sudah memulai masa MPASI-nya. Bila itu terjadi ibu harus memberikan lebih banyak cairan ASI sebagai obat. Setidaknya ASI memiliki nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi.

Perbanyak intensitas menyusui supaya bayi tidak kekurangan gizi selama mengalami sariawan. Kalau bisa ibu juga memberikan jus buah yang kaya vitamin C, seperti jeruk. Cairan yang kaya nutrisi ini bisa menjadi obat pertama sebelum memberikan obat dari dokter.

2. Minyak kelapa.

5 Penyebab sariawan pada bayi dan cara mengatasinya freepik.com

foto: freepik.com

Minyak kelapa murni dapat menjadi obat yang ampuh mengatasi sariawan bayi. Dalam minyak kelapa terkandung asam kaprilat yang dapat memerangi perkembangan jamur dan bakteri pada mulut bayi. Caranya mudah cukup mengoleskan minyak kelapa pada puting payudara jika bayi masih menyusu. Namun, untuk bayi yang sudah menggunakan botol susu dapat mengoleskannya pada dot botol susu yang sudah digunakan bayi. Sang ibu juga bisa langung mengoleskan minyak kelapa ini pada area mulut bayi yang terkena sariawan, kandungan alaminya ampuh menghilangkan kotoran di dalam mulut bayi.

3. Kompres dengan es batu.

5 Penyebab sariawan pada bayi dan cara mengatasinya freepik.com

foto: freepik.com

Cara ini cukup mudah dan sering dilakukan di rumah. Es batu dapat digunakan untuk menghilangkan rasa sakit yang ditimbulkan oleh sariawan pada mulut bayi. Caranya yaitu dengan membungkus beberapa bongkahan es batu dengan kain bersih dan lembut, lalu tempelkan pada sariawan. Namun jangan terlalu menekan sariawan terlalu keras, agar tidak menimbulkan luka baru. Sensasi dingin ini akan menyembuhkan luka lebih cepat.