Brilio.net - Kesehatan adalah suatu hal yang sangat berharga bagi hidup manusia. Oleh sebab itu, manusia diharapkan mampu menjaga kesehatan tubuhnya seiring pertambahan usia. Karena ada banyak penyakit berbahaya yang mengintai kesehatan. Sebut saja salah satunya adalah stroke. Penyakit yang satu ini bisa mematikan. Membuat stroke jadi salah satu penyakit yang paling ditakuti di dunia.

Pada umumnya penyakit ini banyak dialami oleh orang lanjut usia. Namun seiring waktu, saat ini stroke juga bisa dialami oleh semua umur. Stroke sendiri merupakan penyakit yang berbahaya karena langsung menyerang otak.

Dilansir dari mayoclinic.org, stroke membutuhkan perawatan yang cepat. Tindakan dini dapat mengurangi kerusakan otak dan komplikasi lainnya. Stroke terjadi ketika pasokan darah ke bagian otak terganggu atau berkurang. Sehingga membuat jaringan otak susah mendapatkan oksigen dan nutrisi. Akhirnya sel-sel otak mulai mati dalam beberapa menit.

Penyakit stroke mampu membuat seseorang menjadi lumpuh. Sebab itu penderita stroke membutuhkan perhatian khusus. Kebanyakan pemicu stroke adalah dari gaya hidup yang buruk.

Mulailah untuk waspada dengan beragam penyebab munculnya stroke. Apa saja penyebab, gejala, serta seperti apa cara mengatasinya?

Simak rangkuman brilio.net dari berbagai sumber pada Kamis (5/12).

Loading...
2 dari 5 halaman


1.  Kelebihan berat badan.

foto: freepik.com

Peluangmu terkena stroke bisa meningkat jika kamu kelebihan berat badan. Cara paling mudah untuk menurunkan berat badan ialah dengan berolahraga rutin setiap hari. Berjalanlah cepat selama 30 menit, atau lakukan latihan penguatan otot seperti push-up dan bekerja dengan beban.

2. Nikotin.

foto: freepik.com

Nikotin banyak ditemukan di dalam rokok. Bagi perokok aktif, nikotin bisa membuat tekanan darahmu naik. Sedangkan untuk perokok pasif, asap rokok menyebabkan penumpukan lemak di arteri leher utama. Ini juga dapat menyebabkan darah mengental dan membuatnya lebih cepat membeku.

3. Tekanan darah tinggi.

foto: freepik.com

Tekanan darah tinggi atau hipertensi menjadi penyebab utama munculnya stroke. Jika tekanan darahmu mencapai 140/90 atau lebih tinggi, kamu harus mulai lebih waspada dan menjaga kesehatan lebih baik lagi.

4. Penyakit jantung.

foto: freepik.com

Kondisi ini terjadi ketika katup jantung dan fibrilasi atrium pada jantung rusak, atau detak jantung yang tidak teratur. Penyakit jantung menjadi seperempat faktor stroke terjadi di kalangan orang yang sangat tua. Kamu juga bisa memiliki arteri yang tersumbat dari timbunan lemak.

5. Stres.

foto: freepik.com

Tubuh sakit bisa diakibatkan karena stres, terutama bagi kamu yang sudah lanjut usia dan sering stres, stroke siap mengintaimu. Pasalnya stres bisa membuat orang jadi menjalani gaya hidup tak sehat, seperti merokok, menenggak minuman beralkohol, dan malas beraktivitas.

3 dari 5 halaman


6. Makanan tak sehat.

foto: freepik.com

Penyakit juga bisa muncul dari makanan yang tidak sehat. Mengonsumsi makanan tidak baik, akan meningkatkan risiko stroke lebih tinggi. Maka dari itu pilihlah makanan yang sekiranya punya nutrisi tinggi untuk tubuh. Kurangi makanan yang terlalu mengandung lemak jahat dan manis.

7. Kolesterol.

foto: freepik.com

Penyakit itu sebenarnya bisa saling berhubungan. Apabila kolesterol dalam darah naik, bisa menyebabkan serangan jantung, dyslipidaemia, penyumbatan pembuluh darah, menghambat aliran darah ke dan dari jantung. Hingga pada akhirnya akan berujung stroke.

8. Diabetes.

foto: freepik.com

Penderita stroke sering memiliki tekanan darah tinggi dan lebih cenderung kelebihan berat badan. Diabetes dapat merusak pembuluh darah, yang membuat risiko stroke naik drastis. Jika kamu mengalami stroke saat kadar gula darah tinggi, risiko cedera pada otak akan lebih besar.

9. Obat-obatan.

foto: freepik.com

Beberapa obat-obatan dapat meningkatkan risiko terkena stroke. Misalnya, obat pengencer darah, yang disarankan dokter untuk mencegah pembekuan darah, kadang-kadang dapat membuat stroke lebih mungkin terjadi melalui perdarahan. Estrogen dosis rendah dalam pil KB juga dapat membuat risiko stroke lebih tinggi.

10. Usia.

foto: freepik.com

Siapapun bisa mengalami stroke, bahkan bayi dalam kandungan. Namun risiko stroke naik seiring bertambahnya usia. Seringnya penderita stroke berkisar umur 55 tahun.

11. Keturunan.

foto: freepik.com

Stroke dapat terjadi karena keturunan dalam keluarga. Apabila ada kerabat atau keluargamu yang punya tekanan darah tinggi atau diabetes, membuat risiko stroke padamu juga lebih tinggi.

12. Jenis kelamin.

foto: freepik.com

Dilansir dari webmd.com, wanita sedikit lebih kecil kemungkinannya mengalami stroke daripada pria pada usia yang sama. Tetapi wanita mengalami stroke pada usia lanjut, yang membuat mereka lebih kecil kemungkinannya untuk pulih dan lebih besar kemungkinannya untuk mati.

4 dari 5 halaman


Gejala stroke.

foto: freepik.com

Saat orang sudah terkena stroke, tingkat kerusakan otak akan lebih cepat terjadi. Maka dari itu penting buat kamu untuk mengetahui apa saja gejala stroke. Supaya kamu bisa lebih cepat mengatasi stroke.

Adapun beberapa gejala stroke di antaranya kesulitan bicara (kesulitan bicara), wajah serta bagian tubuh lain terasa mati rasa, pandangan mata kabur atau menghitam, sakit kepala secara tiba-tiba dan terasa begitu nyeri disertai mual hingga mengganggu kesadaran, kesulitan berjalan atau gangguan keseimbangan.

5 dari 5 halaman


Cara mengatasi stroke.

foto: freepik.com

Gangguan akibat stroke sangat sulit untuk disembuhkan secara total. Kamu perlu melewati banyak terapi dan proses rehabilitasi lainnya. Terapi itu sendiri dibagi menjadi tiga, adapun rinciannya sebagai berikut.

1. Terapi fisik seperti belajar duduk, berbaring, melakukan beberapa perubahan gerak tubuh, mencoba menelan makanan dan minuman, mandi, menggerakkan tangan sembari membaca, berpakaian, menulis, dan buang air.

2. Terapi wicara atau komunikasi. Kamu bisa melakukan komunikasi verbal dengan mulut dan terapi nonverbal dengan menggambar atau menulis.

3. Terapi psikologis atau psikiatri, cara ini dapat meringankan pikiranmu dari depresi dan tekanan emosi yang berlebih.