Brilio.net - Mengikuti insting atau suara hati ternyata sangat beguna dalam sebuah pengambilan keputusan. Misal dalam mengenal orang baru ketika kamu belum memiliki referensi sama sekali tentang mereka kamu akan cenderung mengikuti kata hatimu, apakah orang ini baik atau memiliki niat jahat.

Instuisi merupakan proses untuk mengetahui sesuatu secara tidak langsung, tanpa penalaran analitis yang menjembatani antara bagian sadar dan bawah sadar pikiran dan juga antara naluri dan penalaran.

Sebuah penelitian yang baru saja diterbitkan oleh Jurnal Personal dan Individual Universitas Missouri, Columbia menunjukkan bahwa orang-orang yang percaya insting mereka cenderung tidak akan melakukan amoral mapun curang.

Seperti dilansir brilio.net dari yourtango, Selasa (5/4) Sarah J. Warrd bekerja sama dengan beberapa mahasiswa pascasarjana dan Professor psikologi Laura A menemukan bahwa mengikuti insting memiliki banyak manfaat.

Dalam penelitiannya, Ward melakukan dua percobaan yang melibatkan sekitar 100 orang dan sebanyak 75 persen pesertanya adalah wanita. Percobaan pertama, peserta diminta mengisi kuesioner untuk melihat apakah mereka memiliki kecenderungan untuk mengikuti insting atau tidak. Kemudian mereka diminta membayangkan bahwa mereka baru saja terlibat "proyek kotor" di perusahaaan tempat mereka bekerja. Kasus ini bisa mengaduk-aduk emosi peserta dan memberikan mereka pilihan akanakah mereka bertanggung jawab atau memilih menyogok untuk membersihkan nama baik mereka.

Loading...

Percobaan kedua, Ward meminta subjek untuk menuliskan tindakan amoral atau curang apa yang pernah mereka lakukan di masa lalu.  Ward juga memberikan tes IQ untuk mengetahui bagaimana peserta menyelesaikan masalahnya. Dalam percobaan kedua ini Ward menemukan sebesar 23% mengkhianati tes karena tertipu dengan iming-iming hadiah dan lainnnya. Sedangkan sisanya tetap mengikuti insting alias kata hati mereka meskipun risikonya tidak dapat hadiah.