Brilio.net - Verbal abuse atau pelecehan verbal bisa saja hadir dalam kehidupanmu bersama kekasih. Satu dari empat gadis remaja di dunia mengalaminya. Sepertiga dari seluruh orang dewasa diberi julukan yang tak pantas dan 20 persennya dipermalukan di depan umum oleh pasangannya sendiri.

Pelecehan verbal layaknya kekerasan fisik. Sekalipun tak meninggalkan memar seperti kekerasan fisik, tapi kata-kata yang tak pantas dan menyakitkan benar-benar bisa melukai hati seseorang. Misalnya saja kamu sering dikata-katai 'wanita tolol' oleh pasanganmu, kalau kamu diam saja, kamu akan menginternalisasi kata-kata itu. Akhirnya kamu melabel dirimu sendiri sebagai orang tolol. Padahal nggak begitu adanya. Dari fenomena ini, tak heran kalau ada yang bilang lidah lebih tajam daripada belati.

BACA JUGA: Komponen mobil ini disulap menjadi perabot rumah tangga nan cantik

Nah, kira-kira bagaimana ya, mengetahui kamu termasuk korban pelecehan verbal atau bukan? Dikutip brilio.net dari YourTango, Rabu (9/3), tanda-tanda dan penjelasannya buat kamu.

1. Sering lama berpikir sebelum bicara

Loading...

Seharusnya dalam sebuah hubungan, satu sama lain bebas menyampaikan pendapatnya. Tapi kalau mau ngomong saja kamu merasa takut, misalnya takut dimarahi, dikatai, diejek, dan sebagainya, dan ini sudah sering terjadi sebelum-sebelumnya, ini pertanda kamu mulai jadi korban pelecehan verbal.

2. Kamu sampai lupa kapan momen romantis

Ketika kawan-kawanmu bicara tentang momen romantis bersama pasangannya, kamu diam tercenung. Kamu terpikirkan bahwa sehari-harinya kamu dan pasangan hanya bisa bertengkar, berdebat, mendapat kata-kata kasar, dan segala julukan tak senonoh. Akhirnya kamu sendiri lupa kapan terakhir kali kalian berdua romantis. Ini juga jadi pertanda kamu terjebak dalam pelecehan verbal.

3. Kata-katamu jadi bumerang yang salah sasaran

Maksudnya adalah ketika kamu melontarkan kalimat fakta, doi sering memutarbalikkan fakta. Dia bermain kata-kata, bahkan sering menggunakan kata kasar sampai akhirnya kamu kalah telak, tak berkutik sama sekali. Kamu jadi pihak yang selalu mengalah padahal kamu benar.

4. Ada sisi hati bicara ada yang salah

Kamu cinta sama dia, merasa bisa terus bersamanya, tapi jengkel dengan sikapnya, hanya saja nggak bisa lepas dari dia, terus tahu bahwa ada yang salah dari dia dan hubungan kalian. Nah, lho... ribet pangkat 10, kan? Kalau hati kecilmu saja sudah bilang ada yang keliru dari sikapnya yang kasar secara verbal, itu tandanya kamu sendiri nggak terima diperlakukan nggak baik sama pasangan. Namanya pasangan kan, harus menghargai dan mengasihi. Jangan diam saja kalau dilecehkan, ladies!

5. Kamu mengalami manipulasi pasif-agresif

Maksudnya adalah doi punya kebiasaan berkata kasar ke kamu tapi akhirnya berujung 'Sori, gue bercanda kok tadi. Jangan marah ya, Beib!'. Terus kamu luluh, deh. Tapi hal seperti ini berulang kali terjadi. Jadi, dia nggak kasar secara fisik, tapi lidahnya tajam banget dan seakan berubah dalam sekejap jadi baik, sok meminta maaf untuk dapetin perhatian dan hati kamu kembali.

Jangan terlena ya, ladies! Kalau kamu balik ke dia lagi dan lagi setelah dilecehkan, itu bikin dia merasa bangga sama dirinya sendiri. Bangga karena kamu nggak bisa lepas dari dia dan merasa 'berhak' memperlakukan kamu seenaknya.

Well, mulai sekarang jangan pasrahkan dirimu ke orang yang bisanya berlaku kasar sama kamu, sekalipun kasar secara verbal. Kamu juga manusia yang butuh dihargai dan dihormati. Lagipula, hubungan asmara yang sehat adalah saling dukung dan mengasihi satu sama lain, bukan sebaliknya.

Hal ini juga berlaku dari cewek ke cowok. Kalau cewekmu hanya bisa berkata kasar ke kamu, mending obrolin baik-baik hubungan kalian. Jangan terburu-buru putus hubungan, lho. Kalian bisa saling mendukung untuk memperbaiki diri pribadi masing-masing, termasuk memperbaiki kebiasaan bersikap dan berkata kasar. Namanya saling cinta, siapa tahu bisa saling menjadikan diri menjadi pribadi lebih baik. Tapi kalau sudah nggak bisa dipertahankan akibat sikap dan kata-kata yang kasar, keputusan lanjut atau putus ada di tangan kalian. Yang terpenting, hargai dan sayangi diri kalian dulu.