Brilio.net - Sebulan ini, seluruh perhatian warga dunia tertuju pada wabah virus Corona. Masing-masing negara terus berusaha untuk mencegah penyebaran virus Corona. Tak terkecuali pemerintah China yang kini masih berupaya menangani wabah virus Corona yang bermula dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei. Wabah ini pertama kali muncul dideteksi pada 31 Desember di Wuhan.

Para ahli kemudian mengatakan virus yang berasal dari hewan ini bisa menular antar-manusia. Hampir sebulan virus ini merebak, nyatanya jumlah korban meninggal akibat wabah COVID-19, nama resmi virus Corona di Provinsi Hubei, China, terus bertambah. Terbaru, setidaknya ada 121 lebih kasus kematian baru, dimana 116 kematian terjadi di kota Wuhan. Jumlah kematian sampai hari ini mencapai angka 1.488 di seluruh wilayah China. Demikian diungkapkan Komisi Kesehatan Provinsi Hubei, Jumat (14/2).

Meski jumlah kasus kematian akibat virus Corona meningkat namun nyatanya ada juga pasien yang bisa sembuh dari wabah COVID-19 ini. Korban sembuh dari Virus Corona COVID-19 ini ditotal mencapai 8.279 orang. Salah satunya, seorang pasien berusia 96 tahun yang baru-baru ini dinyatakan sembuh dari virus Corona. Nenek itu dipulangkan dari rumah sakit di Hangzhou pada Kamis 13 Februari lalu. Selain karena bisa terlepas dari infeksi virus Corona, yang jadi sorotan karena usianya 96 tahun, sehingga membuatnya mungkin sebagai orang tertua di dunia yang sembuh dari penyakit tersebut.

nenek sembuh dari Corona © 2020 chinadaily.com.cn

Dikutip brilio.net dari chinadaily, Sabtu (15/2), pasien, yang dirawat di First Affiliated Hospital of Zhejiang University diketahui menderita peradangan paru-paru parah dan ditempatkan di Unit Perawatan Intensif karena usia lanjut dan kondisi pasien. Setelah perawatan medis antivirus dan terapi hormon dengan hati-hati, pasien secara bertahap pulih dan memenuhi standar pemulangan untuk meninggalkan rumah sakit.

Loading...

Sementara itu, ketika kasus-kasus Virus Corona terus membengkak, yang berdampak pada hampir 67.088 orang dan menewaskan sekitar 1.526 per Sabtu 15 Februari. Populasi yang sangat rentan menanggung beban epidemi ini adalah staf medis. Menurut data hingga Jumat 14 Februari, 1.716 petugas kesehatan yang merawat pasien di China telah terinfeksi. "Enam di antaranya tewas," kata Wakil Menteri Komisi Kesehatan Nasional Zeng Yixin dalam konferensi pers seperti dikutip dari businessinsider.sg.