Brilio.net - Gelaran Jogja Geek Fair (JGF), Sabtu (6/5), membahas berbagai topik digital, salah satunya perihal keamanan. Samuel Henry selaku General Manager Jogja Digital Valley menekankan kapada para pelaku bisnis berbasis digital, agar jangan berani memulai jualan kalau belum memerhatikan keamanan.

Menurut Samuel, keamanan ini masih kerap diabaikan karena ketidakpahaman akan risiko yang ada di baliknya. Salah satu kendala lain yang disampaikan adalah kecenderungan masyarakat untuk lebih memilih biaya murah daripada yang mahal untuk urusan keamanan dan suransi. Padahal menurut Samuel, keamanan tidak pernah murah.

"Hacking mesti kita hadapi bukan ditakuti," tutur Samuel.

Sejauh ini JDV yang berkantor di Jalan Kartini No 7 Yogyakarta ini telah memberikan konsultasi kepada komunitas-komunitas yang punya minat dalam dunia digital. Pihaknya bergerak mendorong SDM yang ada di Yogyakarta untuk tidak cuma berbisnis tapi juga memberikan edukasi.

Dalam keterangannya, Samuel menyebutkan ada 40 startup dari dalam negeri yang terlibat, serta 6 startup dari luar negeri.

Loading...

"Jogja Geek Fair ini mempertemukan para pelaku kreatif, government, dan perusahaan luar yang beroperasi di Indonesia. Dari luar itu misalnya Linkedin, Google, Alibaba, Facebook sebenarnya sudah komunikasi tapi ada kendala. Ini membuktikan Jogja bukan hanya mampu menjual barang tapi juga unggul manusianya," terang Samuel.

Acara ini bermula dari dari Jogja Job Fair yang dimulai pada 2 tahun lalu. Namun event tersebut dirasa kurang mewadahi produk maka dirancanglah event yang lebih spesifik mewadahi produk kreatif yang dinamai Jogja Geek Fair.

Tahun berikutnya JDV berencana untuk lebih memerhatikan para pemuda yang punya potensi di bidang digital dengan mengadakan kompetisi hacking untuk SMK.

"Mereka perlu wadah. Kita bukan mau merusak tapi menunjukkan bagaimana memperbaiki," imbuhnya.

Jogja Geek Fair (JGF) yang diselenggarakan sebagai wadah pameran produk digital telah diselenggarakan pada Sabtu (6/5) di Hartono Mall Yogyakarta. 

Event tahunan ini digagas oleh Asosiasi Digital Kreatif (Aditif), Jogja Digital Valley (JDV), Android Community, serta beberapa komunitas lain.

Acara ini melibatkan para pelaku bisnis startup, korporasi digital, komunitas, serta para ahli di bidangnya. Sesi penutupan diselenggarakan di Eastparc Hotel Yogyakarta.