Brilio.net - Kamu pasti kesal banget kan kalau tiba-tiba ada berita nggak jelas asal usulnya nongol di timeline media sosialmu. Ya, saking derasnya pertukaran informasi di media sosial, berita-berita palsu alias hoax juga semakin marak muncul.

Nah, baru-baru ini Facebook mengeluarkan pernyataan resminya terkait langkah-langkah yang bakal mereka lakukan untuk menanggulangi maraknya berita palsu.

Sebagaimana rilis yang diterima brilio.net, Sabtu (17/12), Facebook mengatakan akan terus berkomitmen untuk menghilangkan hoax yang disebarkan oleh para pembuat berita palsu untuk keuntungan mereka sendiri serta dalam berinteraksi dengan komunitas dan organisasi pihak ketiga.

Facebook mengklaim akan memfokuskan langkah-langkah dalam empat hal. Berikut ulasannya:

1. Memberikan kemudahan dalam proses pelaporan yang lebih mudah.

Loading...

begini cara mengatasi hoax dan berita palsu di facebook © 2016 facebookfoto: Facebook

Sebenarnya sangat mudah jika kamu ingin melaporkan berita yang kamu curigai sebagai berita hoax. Kamu bisa melakukan hal ini dengan mengklik sudut kanan atas dalam sebuah postingan. Selanjutnya pilih bagian 'Report Post', dan sebutkan alasan kenapa kamu ingin melaporkan berita tersebut.

Facebook sendiri mengaku sangat bergantung kepada para pengguna sebagai komunitas kami dalam membantu mengatasi permasalahan ini, dan dengan cara ini kamu bisa membantu Facebook mendeteksi lebih banyak lagi berita palsu.

2. Memberi tanda kepada konten yang dicurigai.

begini cara mengatasi hoax dan berita palsu di facebook © 2016 facebookfoto: Facebook

Facebook percaya dengan menyediakan konteks yang lebih baik bisa menolong banyak orang dalam mengambil keputusan mengenai apa yang bisa pengguna bagikan. Facebook telah memulai sebuah program kerjasama dengan organisasi pihak ketiga untuk mengecek fakta dengan International Fact Checking Code of Principles di Poynter.

Pihaknya akan menggunakan laporan dari para pengguna, sejalan dengan sinyal lainnya, untuk mengirimkan berbagai berita ke organisasi ini. Jika pengguna mengidentifikasi sebuah berita palsu, maka akan terdapat tanda dan tautan ke artikel dengan penjelasan yang benar. Ketika suatu artikel ditandai, maka artikel ini tidak bisa dijadikan iklan dan dipromosikan.

3. Berbagi dengan informasi yang benar.

begini cara mengatasi hoax dan berita palsu di facebook © 2016 facebook

foto: Facebook

Facebook mengatakan akan selalu mencari cara untuk meningkatkan News Feed dengan mendengarkan masukan dari para pengguna. Facebook menemukan jika dengan membaca sebuah artikel membuat orang-orang membagikan artikel tersebut secara signifikan, maka mungkin ini adalah pertanda sebuah artikel telah menyesatkan orang-orang dalam beberapa hal.

Pihak Facebook sendiri tengah melakukan uji coba untuk menggabungkan sinyal ini ke dalam peringkat, terutama bagi artikel yang sangat berbeda dan ketika mereka yang membaca artikel tersebut akan cenderung membagikan lebih sedikit.

4. Memutus insentif finansial bagi penyebar berita palsu.

begini cara mengatasi hoax dan berita palsu di facebook © 2016 facebookfoto: Facebook

Facebook menemukan bahwa banyak berita palsu yang memiliki motif finansial. Penyebar berita palsu menghasilkan uang dengan menyamar sebagai organisasi media terkenal dan memuat hoax yang mengundang pembaca mengunjungi situs mereka, dimana kebanyakan isi situs mereka adalah iklan.

Oleh karena itu, Facebook tengah melakukan berbagai hal untuk mengurangi insentif finansial ini. Dalam sisi pembelian, Facebook telah mengeliminasi kemampuan pembelian bagi domain yang sifatnya menipu, yang akan mengurangi prevalensi dari situs-situs yang berpura-pura sebagai media yang sesungguhnya.

Dalam sisi penerbit, Facebook tengah menganalisis situs penerbit untuk mendeteksi dimana tindakan penegakan kebijakan mungkin dibutuhkan.

Nah, kini saatnya kamu menjadi pengguna media sosial yang bijak dan cerdas. Jangan asal share berita di media sosial, namun telusuri dahulu kebenaran berita tersebut. Karena jika tidak, bisa jadi kamu cuma dimanfaatkan pelaku penyebar hoax demi kepentingan tertentu.